Luncurkan Menu Baru, Jamie Oliver Dituduh Lakukan Miskonsepsi Budaya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 21 Agustus 2018 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 21 481 1939570 luncurkan-menu-baru-jamie-oliver-dituduh-lakukan-miskonsepsi-budaya-pR86jbEjCt.jpg Chef Jamie Oliver

CELEBRITY chef Jamie Oliver dituduh melakukan tindakan miskonsepsi budaya atau dikenal dengan sebutan cultural appropriatiob saat meluncurkan produk terbarunya bertajuk "punchy jerk rice".

Dilansir Okezone dari Foxnews, Selasa (21/8/2018), olahan nasi buatan Jamie itu sebetulnya terbuat dari cabai merah, aubergine, dan kacang-kacangan yang ia deskripsikan dengan istilah "jerk". Pemilihan kata tersebut dianggap bertentangan dengan menu aslinya yang berasal dari Jamaika.

Secara umum, Jamaican jerk biasanya dikaitkan sebagai bumbu tradisional yang digunakan untuk memarinasi olahan daging yang berbeda. Bumbu rempah-rempah yang digunakan pun seharusnya terdiri dari paprika bonnet Scotch.

 (Baca Juga:Tampil dengan Gaun Biru di VMA 2018, Camila Cabello Cantik bak Princess)

Banyak pihak yang mengklaim bahwa masakan Jamie tidak sesuai dengan deskripsi menu asli Jamaican jerk, bahkan tidak ada satu pun bahan makanan asli yang digunakan untuk mengolah punchy jerk rice.

 

Salah satu anggota parlemen Inggris, Dawn Butler, sempat menyinggung Jamie melalui akun Twitter pribadinya. Ia menganggap Jamie menggunakan istilah "jerk" hanya untuk meningkatkan penjualannya.

"Jamie Oliver, saya hanya ingin tahu apakah Anda benar-benar tahu atau pernah mencicipi Jamaican jerk? Ini adalah kata-kata yang tidak bisa Anda gunakan untuk mendongkrak penjualan," tulis Dawn Butler.

 (Baca Juga:Perempuan Gemuk Jangan Pakai 4 Item Fashion Ini biar Terlihat Ramping)

"Miskonsepsi ini harus segera dihentikan," timpalnya.

Ternyata banyak orang yang setuju dengan kritikan yang dilontarkan oleh Dawn. Mereka mengatakan, Jamie seharusnya menggunakan bahan-bahan asli Jamaican jerk jika ingin menamai produknya dengan istilah tersebut.

"Aku melihat deskripsi menu makanan terbaru milik Jamie Oliver. Aku benar-benar tidak percaya, bagaimana bisa bawang putih, jahe, dan jalapenos dideskripsikan sebagai 'jerk'," tulis seorang pengguna twitter.

 

Tak sedikit pula netizen yang mengatakan bahwa ada beberapa jenis makanan yang seharusnya tidak dimodifikasi, dan lebih baik diolah dengan cara tradisional.

"Tidak ada yang namanya 'jerk rice', Jamie Oliver menaruh kata-kata itu pada resepnya untuk menghasilkan uang. Itu adalah bentuk cultural appropriation," tulis yang lain.

Ini bukan kali pertamanya Jamie menimbulkan kontroversi di industri kuliner. Tahun 2014 lalu, ia mendapat kritikan tajam dari penduduk Afrika Barat lantaran mem-posting resep Jollof ke dalam situs pribadinya.

Dalam resep tersebut, Jamie menuliskan bahwa ia hanya menggunakan tomat ceri sebagai pelengkap. Padahal, resep asli Jollof sendiri terdiri dari campuran tomat segar, bawang merah, dan paprika.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini