nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Lupa, Ini Amalan-Amalan Sunah di Hari Raya Idul Adha

Agregasi Solopos, Jurnalis · Rabu 22 Agustus 2018 01:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 22 196 1939767 jangan-lupa-ini-amalan-amalan-sunah-di-hari-raya-idul-adha-Nr2aSkO2EW.jpg

HARI Raya Idul Adha tidak hanya identik dengan prosesi penyembelihan hewan kurban. Masih banyak amalan sunah yang bisa dilakukan di hari raya terbesar kedua umat Islam ini.

Nah, apa saja amalan yang disunahkan saat merayakan Idul Adha? Simak ulasannya sebagaimana dikutip dari situs resmi Nahdlatul Ulama, berikut:

Bertakbir

Mengumandangkan takbir di masjid dan rumah pada malam hari raya adalah hal yang sangat dianjurkan. Takbir biasanya dimulai dari terbenamnya matahari di malam hari raya sampai hari tasyriq terakhir, yakni tanggal 13 Dzulhijjah. Takbir sangat dianjurkan karena merupakan bentuk mengagungkan Allah dan menyemarakkan perayaan Iduladha.

Mandi

Setiap muslim dianjurkan mandi sebelum melakukan salat id. Cara ini dilakukan untuk menyucikan diri dari segala kotoran dan membuat tubuh lebih bugar.

Memakai wangi-wangian

Disunahkan pula memakai wangi-wangian, memotong rambut, serta kuku. Sebenarnya, hal ini boleh dilakukan kapan saja. Namun, dalam kitab Al Majmu' Syarhul Muhaddzab dijelaskan amalan ini sangat dianjurkan dilakukan pada malam hari raya. Dianjurkan pula memakai pakaian yang bersih dan rapi. Tidak perlu baru, asalkan sopan dan menutup aurat sudah sah dipakai salat id.

"Disunnahkan memakai pakaian yang paling baik. Dan lebih utama pakaian putih lengkap dengan serban. Ketentuan ini berlaku bagi kaum laki-laki yang hendak berangkat salat id maupun tidak. Sementara bagi kaum wanita cukup memakai pakaian biasa. Jangan terlalu berlebihan dalam berpakaian, apalagi memakai wangi-wangian," demikian penjelasan dalam kitab Al Majmu' Syarhul Muhaddzab.

(Baca Juga: Foto Bayi Ini Viral, Kisahnya Sangat Menyentuh di Balik Ribuan Suntikan!)

Berjalan kaki ke tempat salat id

Berjalan kaki menuju ke tempat salat id merupakan amalan sunah lain. Berjalan kaki sangat dianjurkan karena bisa bertegur sapa dan bersalaman dengan sesama kaum muslim yang bertemu di jalan. Usahakan berangkat lebih awal agar mendapat barisan yang paling depan. Anjuran ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad dalam hadis yang diriwayatkan Imam Nawari dalam kitabnya, Raudlatut Thalibin.

"Bagi yang hendak melaksanakan salat id disunahkan berangkat dengan berjalan kaki. Sedangkan untuk orang yang telah lanjut usia atau tidak mampu berjalan, maka boleh menggunakan kendaraan. Disunnahkan juga berangkat lebih awal untuk mendapatkan barisan depan."

Makan setelah salat id

Berbeda dengan perayaan hari raya Idul Fitri, makan justru disunahkan setelah selesai menunaikan salat Idul Adha. Dulu, Nabi Muhammad makan kurma dalam jumlah ganjil selepas salat id. Jika tidak ada, makanlah makanan lain yang mudah didapatkan.

(Baca juga: Berhubungan Seks Jam Segini Bikin Istri Cepat Hamil)


1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini