nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Tingkatan dalam Berkurban Menurut Ustadz Abdul Somad

Fienca Amelia , Jurnalis · Rabu 22 Agustus 2018 05:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 22 196 1939796 3-tingkatan-dalam-berkurban-menurut-ustadz-abdul-somad-wNoMYAIu2A.jpg Ustadz Abdul Somad (Foto: Youtube)

PERAYAAN Idul Adha biasanya identik dengan pemotongan hewan kurban. Ibadah kurban adalah salah satu ritual bagi umat Islam dengan melakukan penyembelihan binatang ternah seperti unta, sapi, kerbau, kambing atau domba.

Penyembelihan ini mengikuti jejak Nabi Ibrahim. Saat itu, Nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah untuk menyembelih sang anak yaitu Nabi Ismail sebagai bukti ketakwaannya kepada Allah. Kemudian, ketika prosesi penyembelihan dilakukan, Allah menggantikan Nabi Ismail dengan seekor kambing.

Menjelang Idul Adha ini, masih banyak pertanyaan seputar kurban kepada salah satu Ustadz Abdul Somad. “Saya mau tanya ustadz masalah kurban, bagaimana kurban kambing untuk satu keluarga?,” kata Ustadz Somad saat membacakan pertanyaan di ponselnya. Ustadz Abdul Somad menjelaskan bahwa ada banyak mubaligh yang tidak menyampaikannya secara utuh. “Berkurban satu kambing sudah cukup untuk satu keluarga, titik. Gara-gara ceramah inilah pendapatan kurban turun drastis,” kata Ustadz Abdul Somad

Ustadz Somad pun menyampaikan bahwa ada tingkatan level di dalam berkurban. Ada 3 tingkatan level dalam berkurban. Tingkatan yang pertama yaitu, Rasulullah suatu ketika pernah berkurban satu kambing untuk sekeluarga. Tingkatan kedua yaitu saat Rasulullah kurban satu ekor unta bersama 7 orang sahabatnya. Dan tingkatan yang terakhir adalah pada saat Rasulullah berkurban 100 ekor unta.

“Memang benar ada beberapa hadist yang seperti itu. Kalau kita kembali kepada fikih, akhirnya fikih memutuskan bahwa kurban unta atau sapi untuk 7 orang dan kurban kambing untuk satu orang,” ujar Ustadz Fauzan Amin saat dihubungi Okezone pada Selasa (21/8/2018). Ia pun menambahkan, “Bagi yang tidak mampu, berkurban 1 kambing untuk sekeluarga asalkan tulus dan ikhlas niat karena Allah InsyaAllah dapat pahala.”

Ustadz Fauzan pun menjelaskan bahwa ada dalam salah satu kitab klasik disebutkan jika seseorang tidak mampu berkurban sapi bisa kurban kambing. Bahkan kalau tidak sanggup berkurban kambing bisa kurban ayam pun tidak masalah. Yang terpenting adalah keikhlasan dan ketulusan seseorang saat berkurban. Hokum berkurban adalah sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan. Bagi orang Islam yang tidak mampu berkurban maka hukumnya makruh. Tidak berdosa jika tidak dilakukan.

“Makna sebenarnya dari Idul Adha yaitu ketaqwaan kepada Allah, belajar ikhlas karena semua yang dimiliki adalah titipan Allah, meningkatkan kesabaran karena semua hamba pasti bisa melewati ujian Allah. Siapapun yang berhasil melewati ujian Allah, ia akan menjadi kekasih Allah seperti Nabi Ibrahim Kholilullah,” ujar Ustadz Fauzan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini