nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Lebih Jauh Hari Tasyrik yang Disucikan Allah SWT

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 23 Agustus 2018 20:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 23 196 1940419 mengenal-lebih-jauh-hari-tasyrik-yang-disucikan-allah-swt-vqJfromyF5.jpg Hari Tasyrik setelah Idul Adha (Foto:Ist)

USAI merayakan Idul Adha, umat Islam ternyata merayakan hari besar lainnya yang kadang terlupakan. Adalah Hari Tasyrik.

Hari Tasyrik memang bukan hari raya besar, tapi Hari Tasyrik adalah salah satu hari suci. Sebab, di hari ini, Anda diharamkan untuk berpuasa.

Dikutip dari Muslim Matters, Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah 2:203 ;

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَنْ تَأَخَّرَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ لِمَنِ اتَّقَىٰ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

Yang artinya:

"Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya, bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya."

Di sisi lain, banyak anggapan yang menjelaskan bahwa penamaan Tashreeq ini karena sebelum penemuan sistem pendingin, hujjaj digunakan untuk memotong daging yang mereka peroleh dari udhiya dan qurbani. Sistem sebelumnya menggaramkan daging dan membuatnya kering alami di bawah sinar matahari. Ini juga yang mendasari cara konvensional pendinginan.

 

Daging kering ini yang memungkinkan hujjaj (jamaah haji, Red) untuk membawa daging tersebut dalam perjalanan panjang mereka. Proses ini yang disebut dengan Tashreeq yang berarti terbit atau sinar matahari. Sekali pun hujjaj tidak mempraktikkan ini lagi, tapi jika Anda memerhatikan kamp di Mina, mungkin Anda akan melihat beberapa orang masih mempraktikan tradisi ini.

(Baca Juga: Tentara Wanita dari Rusia Ini Sangat Cantik, Ternyata Dia Adalah)

(Baca Juga: 5 Meme soal Daging Kurban Ini Pasti Bikin Anda Ngakak)

Hari ini juga dimaknai sebagai hari dzikir. Tidak dianjurkan untuk umat hujjaj untuk berpuasa pada hari-hari ini, sebaliknya mereka harus menikmati perayaan Idul Adha dengan suka cita; makan dan minum. Rasulullah SAW mengatakan, Hari Tasyrik adalah hari makan dan minum.

Keuntungan dari hari ini adalah memungkinkan hujjaj untuk merayakan hari tersebut dengan makan daging yang mereka tawarkan demi Allah di Idul Adha kemarin. Perayaan Hari Tasyrik ini dilakukan pada 11, 12, dan 13 tanggalan islam.

Lebih lanjut, Allah SWT berfirman dalam surah Al-Hajj 22:36

وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ ۖ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ ۖ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

 

"Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi'ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur."

Sementara itu, Anda juga mesti tahu bahwa ada rutinitas yang harus dilakukan hujjaj selama Hari Tasyrik ini, berikut penjelasannya:

1. Para hujjaj diminta untuk menghabiskan sebagian besar malam, sebaiknya sepanjang malam, dari hari-hari Tashreeq di Mina. Selama hari Idul Adha di malam hari, hujjaj seharusnya sudah berada di Mina dan setelah Subuh mereka akan diizinkan untuk pindah ke Mekah untuk pergi ke hotel atau pergi ke Masjidil Haram untuk berdoa dan beribadah. Beberapa hujjaj yang tidak memiliki hotel lagi dan oleh karena itu mereka menghabiskan hari-hari mereka di Mina dan itu juga berlaku, dan faktanya itu adalah praktek Rasulullah (salla) Allahu alaihi wa sallam).

(Baca Juga: Bikin Heboh! Hewan Kurban Ini Masih Hidup Meski Sudah Disembelih)

2. Selama hari-hari ini hujjaj terus menawarkan udhiya mereka. Mereka berdoa setiap salat fardhu dalam format yang diperpendek sama seperti pengelana tetapi dilakukan pada waktunya tanpa perlu menggabungkan di antara mereka. Mereka juga melanjutkan pembacaan Takbeer hingga akhir musim. Allah berfirman dalam Surah Al Hajj 22:37 :

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

Yang artinya:

 

"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik."

Di lain sisi, Abdullah ibn Umar (radiya Allahu anhu) mengangkat suaranya dengan Takbeer saat tinggal di kamp Mina dan orang-orang akan mengikuti jejaknya dan melafalkan Takbeer mereka sampai seluruh kamp bergema dengan suara mereka. (Bukhari)

3. Hal yang paling penting di Hari Tasyrik ini adalah melempar jumrah. Ada yang menyebutnya rajmu-sh-shaytan atau rajam iblis setelah kejadian Ibrahim (alaihi salam) dengan setan. Menurut beberapa cendekiawan dan sejarawan Muslim, ketika shaytan muncul mendatangi Ibrahim, dia mencoba untuk menggodanya tiga kali di situs-situs ini dan Ibrahim harus mengusir syatan ini dengan melemparkan batu ke arahnya.

4. Mendatangi jamarat di Mina. Lokasinya ada di tiga tempat; yang paling dekat dari Mina disebut al-jamra as-sughra atau jamra kecil, kemudian al-wusta yang berada di tengah, dan kemudian yang terjauh dan paling dekat dengan Makkah adalah al-kubra.

 

Beberapa ratus meter dari lokasi jamra utama, terletak sebuah masjid tua kecil yang diketahui ternyata adalah lokasi di seerah yang dikenal dengan nama bay’ah-tul-aqaba di mana itu diberikan kepada Nabi Muhammad SAW diberikan.

Ini adalah janji orang-orang Yathrib, yang kemudian dikenal sebagai masyarakat Madinah dan orang-orang Ansar. Mereka juga yang kemudian melindungi dan mendukung pesan yang disampaikan Rasulullah. Kejadian ini mendorong hijrah atau imigrasi ke Madinah setelah itu, menandai tonggak baru dalam sejarah Islam.

5. Dengan tujuh kerikil, lemparan hujjaj di masing-masing dan setiap satu dari tiga jamarat. Kerikil ini seharusnya tidak terlalu besar, masing-masing harus sekecil buncis dan batu-batu ini bisa didapat dari mana saja. Kerikil juga tidak harus dicuci.

Para hujjaj diminta untuk memastikan pelemparan batu dilakukan di dalam kolam tidak di luar. Sembari melempar kerikil, hujjaj juga diminta untuk takbir.

6. Momen ritual haji ini sangat penting. Banyak pendapat menjelaksan bahwa ini harus dilakukan setelah waktu zawal atau ketika waktu dhuhr. Jadi, para jamaah haji sudah ada sampai tepat sebelum matahari terbenam di lokasi. Tapi, di zaman modern, peraturan ini diubah menjadi kapan saja bisa dilakukan.

7. Setelah selesai melempar batu di setiap "stasiun", hujjaj berdiri di sisi yang jauh dari lalu lintas, menghadap ke Mekah dan mengangkat tangan mereka dengan do'a dan pujian dan kemudian pindah ke jumrah berikutnya.

8. Setelah itu, mereka pindah ke Mekkah jika masih siang hari atau pergi ke kamp mereka di Mina jika sudah malam. Karena mereka harus bermalam di Mina, banyak hujjaj yang menunda latihan ini sampai mendekati waktu matahari terbenam sehingga mereka datang dari hotel mereka di Mekkah pada jam terakhir hari itu, melakukan ritual jamdari dan segera menuju ke kamp-kamp dalam satu perjalanan.

9. Hari kelima Haji adalah tanggal 12 Dzul Hijjah. Setiap peziarah yang ingin cepat-cepat pulang dan pergi lebih awal dapat mengakhiri ibadah hajinya setelah mereka melakukan lemparan batu pada hari itu dan mereka harus keluar dari Mina sebelum matahari terbenam. Jika mereka tinggal di Mina setelah matahari terbenam maka mereka diminta untuk tetap di sana untuk hari ekstra, tanggal 13, yang merupakan hari terakhir dari Ayyam-ut-tashreeq.

10. Selama waktu yang indah ini hujjaj saling berhubungan, belajar tentang budaya yang berbeda, bertemu dengan para jamaah dari berbagai belahan dunia. tak jarang mereka membuat bisnis dan perdagangan satu sama lain di antara banyak hal lain yang mereka lakukan di sana. Ironisnya, ini adalah saat untuk merayakan keragaman tapi dalam kesatuan seluruh umat Muslim.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini