Mengenal Lebih Jauh Hari Tasyrik yang Disucikan Allah SWT

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 23 Agustus 2018 20:15 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 23 196 1940419 mengenal-lebih-jauh-hari-tasyrik-yang-disucikan-allah-swt-vqJfromyF5.jpg Hari Tasyrik setelah Idul Adha (Foto:Ist)

Sementara itu, Anda juga mesti tahu bahwa ada rutinitas yang harus dilakukan hujjaj selama Hari Tasyrik ini, berikut penjelasannya:

1. Para hujjaj diminta untuk menghabiskan sebagian besar malam, sebaiknya sepanjang malam, dari hari-hari Tashreeq di Mina. Selama hari Idul Adha di malam hari, hujjaj seharusnya sudah berada di Mina dan setelah Subuh mereka akan diizinkan untuk pindah ke Mekah untuk pergi ke hotel atau pergi ke Masjidil Haram untuk berdoa dan beribadah. Beberapa hujjaj yang tidak memiliki hotel lagi dan oleh karena itu mereka menghabiskan hari-hari mereka di Mina dan itu juga berlaku, dan faktanya itu adalah praktek Rasulullah (salla) Allahu alaihi wa sallam).

(Baca Juga: Bikin Heboh! Hewan Kurban Ini Masih Hidup Meski Sudah Disembelih)

2. Selama hari-hari ini hujjaj terus menawarkan udhiya mereka. Mereka berdoa setiap salat fardhu dalam format yang diperpendek sama seperti pengelana tetapi dilakukan pada waktunya tanpa perlu menggabungkan di antara mereka. Mereka juga melanjutkan pembacaan Takbeer hingga akhir musim. Allah berfirman dalam Surah Al Hajj 22:37 :

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

Yang artinya:

 

"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik."

Di lain sisi, Abdullah ibn Umar (radiya Allahu anhu) mengangkat suaranya dengan Takbeer saat tinggal di kamp Mina dan orang-orang akan mengikuti jejaknya dan melafalkan Takbeer mereka sampai seluruh kamp bergema dengan suara mereka. (Bukhari)

3. Hal yang paling penting di Hari Tasyrik ini adalah melempar jumrah. Ada yang menyebutnya rajmu-sh-shaytan atau rajam iblis setelah kejadian Ibrahim (alaihi salam) dengan setan. Menurut beberapa cendekiawan dan sejarawan Muslim, ketika shaytan muncul mendatangi Ibrahim, dia mencoba untuk menggodanya tiga kali di situs-situs ini dan Ibrahim harus mengusir syatan ini dengan melemparkan batu ke arahnya.

4. Mendatangi jamarat di Mina. Lokasinya ada di tiga tempat; yang paling dekat dari Mina disebut al-jamra as-sughra atau jamra kecil, kemudian al-wusta yang berada di tengah, dan kemudian yang terjauh dan paling dekat dengan Makkah adalah al-kubra.

 Ini adalah janji orang-orang Yathrib, yang kemudian dikenal sebagai masyarakat Madinah dan orang-orang Ansar.

Beberapa ratus meter dari lokasi jamra utama, terletak sebuah masjid tua kecil yang diketahui ternyata adalah lokasi di seerah yang dikenal dengan nama bay’ah-tul-aqaba di mana itu diberikan kepada Nabi Muhammad SAW diberikan.

Ini adalah janji orang-orang Yathrib, yang kemudian dikenal sebagai masyarakat Madinah dan orang-orang Ansar. Mereka juga yang kemudian melindungi dan mendukung pesan yang disampaikan Rasulullah. Kejadian ini mendorong hijrah atau imigrasi ke Madinah setelah itu, menandai tonggak baru dalam sejarah Islam.

5. Dengan tujuh kerikil, lemparan hujjaj di masing-masing dan setiap satu dari tiga jamarat. Kerikil ini seharusnya tidak terlalu besar, masing-masing harus sekecil buncis dan batu-batu ini bisa didapat dari mana saja. Kerikil juga tidak harus dicuci.

Para hujjaj diminta untuk memastikan pelemparan batu dilakukan di dalam kolam tidak di luar. Sembari melempar kerikil, hujjaj juga diminta untuk takbir.

6. Momen ritual haji ini sangat penting. Banyak pendapat menjelaksan bahwa ini harus dilakukan setelah waktu zawal atau ketika waktu dhuhr. Jadi, para jamaah haji sudah ada sampai tepat sebelum matahari terbenam di lokasi. Tapi, di zaman modern, peraturan ini diubah menjadi kapan saja bisa dilakukan.

7. Setelah selesai melempar batu di setiap "stasiun", hujjaj berdiri di sisi yang jauh dari lalu lintas, menghadap ke Mekah dan mengangkat tangan mereka dengan do'a dan pujian dan kemudian pindah ke jumrah berikutnya.

8. Setelah itu, mereka pindah ke Mekkah jika masih siang hari atau pergi ke kamp mereka di Mina jika sudah malam. Karena mereka harus bermalam di Mina, banyak hujjaj yang menunda latihan ini sampai mendekati waktu matahari terbenam sehingga mereka datang dari hotel mereka di Mekkah pada jam terakhir hari itu, melakukan ritual jamdari dan segera menuju ke kamp-kamp dalam satu perjalanan.

9. Hari kelima Haji adalah tanggal 12 Dzul Hijjah. Setiap peziarah yang ingin cepat-cepat pulang dan pergi lebih awal dapat mengakhiri ibadah hajinya setelah mereka melakukan lemparan batu pada hari itu dan mereka harus keluar dari Mina sebelum matahari terbenam. Jika mereka tinggal di Mina setelah matahari terbenam maka mereka diminta untuk tetap di sana untuk hari ekstra, tanggal 13, yang merupakan hari terakhir dari Ayyam-ut-tashreeq.

10. Selama waktu yang indah ini hujjaj saling berhubungan, belajar tentang budaya yang berbeda, bertemu dengan para jamaah dari berbagai belahan dunia. tak jarang mereka membuat bisnis dan perdagangan satu sama lain di antara banyak hal lain yang mereka lakukan di sana. Ironisnya, ini adalah saat untuk merayakan keragaman tapi dalam kesatuan seluruh umat Muslim.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini