Studi Mengungkap, Wanita Lebih Memilih Selingkuh sebagai Cara untuk Mengakhiri Hubungan

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 24 Agustus 2018 06:19 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 23 196 1940474 studi-mengungkap-wanita-lebih-memilih-selingkuh-sebagai-cara-untuk-mengakhiri-hubungan-TEpXNI56Sl.jpg Ilustrasi patah hati (Foto: Huffingtonpost)

SETIA dan berkomitmen hanya kepada hanya satu orang, adalah faktor penting dan juga salah satu faktor utama dalam membina sebuah hubungan asmara dengan seseorang. Baik hubungan asmara masih dalam tahap berpacaran, ataupun sudah menikah membangun bahtera rumah tangga.

Siapa sih yang suka jika diselingkuhi alias dikhianati oleh pasangan? Namun nyatanya, perselingkuhan di dalam sebuah hubungan percintaan memang akan masih tetap ada. Bicara soal perselingkuhan, tahukah Anda bahwa ternyata disebutkan ada dua tipe dalam sebuah perselingkuhan?

Dua tipe kategori perselingkuhan ini, seperti disitat Independent, Kamis (23/8/2018) diklaim oleh ahli hubungan, Tammy Nelson dari Ashley Madison, sebuah situs untuk orang-orang yang sudah menikah yang mencari perselingkuhan. Menjelaskan pada Business Insider, Tammy mengungkap kategori perselingkuhan yang pertama yakni “can-opener”, yakni di mana satu pasangan menipu sebagai cara untuk mengakhiri suatu hubungan sebagai lawan untuk menghadapi masalah apapun secara langsung. Tipe selingkuh pertama ini dikatakan cenderung lebih familiar dilakukan oleh kaum wanita, ketimbang kaum pria.

 

Ditambahkan oleh pelatih dalam hal berkencan, James Preece, kaum wanita memang lebih menjadikan perselingkuhan sebagai cara instan untuk mengakhiri sebuah hubungan. Sebab, wanita pada dasarnya mengetahui jika mereka kedapatan selingkuh maka akhirnya perselingkuhan tersebut bisa menjadi pemicu yang cepat untuk menyudahi suatu hubungan, yang mana hal ini dianggap bisa menghemat waktu.

Kemudian, tipe kategori selingkuh yang kedua adalah tipe perselingkuhan yang lebih biasa dilakukan oleh kaum pria, adalah semacam tindakan untuk mengisi satu bagian dalam kehidupan yang mana tidak bisa diisi oleh sebuah pernikahan orang itu sendiri. Alias salah satu pasangan mungkin merasa seperti ada sesuatu yang hilang dalam pernikahan tersebut, baik secara seksual atau emosional, maka dari itu mencoba “mengisi” kekosongan tersebut melalui hubungan terlarang karena mereka takut mengalaminya dengan pasangan mereka.

Tipe perselingkuhan ini, disebutkan dilakukan oleh pihak yang mungkin tidak ingin mengakhiri hubungan yang ada, tetapi lebih cenderung mencari yang lain untuk memadamkan semacam hasrat yang tidak terpuaskan yang mereka rasakan, atau dengan kata lain hasrat yang tidak dapat dipenuhi oleh pasangan saat ini.

Penjelasan dua kategori tipe perselingkuhan ini, lebih lanjut dikatakan senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Ashley Madison yang mengungkapkan bahwa alasan paling umum orang-orang mendaftar ke situs adalah karena orang-orang merasa kehidupan pernikahan mereka telah kehilangan percikannya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini