Share

Gaya Hidup Cashless, Ayla Dimitri Sebut Bikin Belanja Jadi Terhitung untuk Anak Muda

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 23 Agustus 2018 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 23 196 1940490 gaya-hidup-cashless-ayla-dimitri-sebut-bikin-belanja-jadi-terhitung-untuk-anak-muda-1sNLkSiJ5t.jpg Ayla Dimitri (Pradita Ananda/Okezone)

ZAMAN semakin canggih, teknologi makin berkembang pesat yang mana ditujukan untuk membuat kehidupan manusia semakin mudah.

Salah satu contohnya di era digital ini adalah pola orang dalam berbelanja, jika dulu saat hendak berbelanja maka harus membawa uang tunai. Sekarang, masyarakat sudah cukup familiar dengan sistem cashless, alias transaksi tanpa menggunakan uang tunai. Bukan hanya melalui kartu debit atau kartu kredit, tetapi juga aplikasi kredit online.

Seperti dua sisi mata uang, berbelanja dengan menggunakan uang tunai ataupun sistem cashless baik itu melalui kartu atau aplikasi kredit online tentunya ada keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Salah satunya yang dituturkan oleh conten creator terkenal, Ayla Dimitri, yang mengaku dirinya sekarang adalah tipe generasi cashless. Lalu apa plus minus berbelanja dengan tunai ataupun cashless memakai kartu atau aplikasi kredit online di ponsel pintar?

 Baca juga: Unggah Foto di Pantai, dari Bikini Kim Kardashian dan Sendal Kanye West Diserang Komentar Negatif

“Uang tunai tetap jadi solusi, tapi minusnya kalau buat aku yang mana orangnya misalnya sudah belanja ini itu, kalau bawa uang tunai lalu habis kan kita harus tarik lagi di atm. Bawa uang banyak gitu kadang ngerasa duh aman enggak yak, aku misal lagi bawa uang tunai banyak selalu enggak pernah berani ngeluarin dompet keluar dari tas entar takutnya menarik perhatian orang lain, wah perempuan ini lagi banyak bawa uang,” jelas Ayla saat dijumpai Okezone, dalam acara “Harpitnas-Hari Pesta Kredit Nasional Akulaku” di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (23/8/2018).

Ayla melanjutkan, dalam berbelanja sehari-hari memang ia lebih sering tidak menggunakan uang tunai, karena dengan digital urusan belanja sehari-harinya menjadi lebih mudah. Namun pada akhirnya, untuk sekedar berjaga-jaga ia tetap membiasakan diri membawa uang tunai secukupnya.

 Baca juga: Kesal Tak Kunjung Diperbaiki, Jalanan Berlubang Disulap Jadi Kebun Tomat Loh!

“Sistem digital mempermudah aku sih, semua precise (tepat) dan terhitung. Misalnya uang tunai, kembalian habis belanja receh-receh masukin kantung celana, berbagai nominal akhirnya bercecer duitnya, terus jadi mikir duit Rp100 ribu gue kemana ya, nah kalau digital gitu kan semua ke-tracking. Tapi tetap ngerasa perlu bawa tunai sih, membiasakan diri misalnya tetap bawa Rp150-200 ribu, contohnya untuk ongkos supir, beli makan kayak jajanan gitu, atau bayar parkir,” imbuhnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini