nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lezatnya Sate Laler Menggoyang Lidah Buruh Tani hingga Bupati

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Kamis 23 Agustus 2018 17:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 23 298 1940348 lezatnya-sate-laler-menggoyang-lidah-buruh-tani-hingga-bupati-8DRaNMzkZw.jpg Sate laler khas Pantura (Foto:Shutterstock)

“Katanya sih begitu. Tapi saya emang suka yang asinan. Rasanya kenyal dan enak,” aku Khoirul Bashori, 36, pelanggan warga Cangakan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik.

Do’i menambahkan, dirinya tidak asal dalam memilih kambing. Dirinya maupun para penjual sate laler lainya memilih kambing muda yang usianya antara 5 bulan hingga setahun.

“Kalau saya feeling saja mana kambing muda yang enak. Biasanya muda dan yang gemuk serta sedap dipandang. Itu biasanya dagingnya enak,” ujar dia.

Kambing-kambing itu dibelinya di Pasar Keliwon Mentaras, Kecamatan Dukun, Gresik dan Pasar Pahing Petiyyin Lamongan. Dengan harga perekornya kisaran Rp1,2 juta, Do’i dalam semalam mampu menghabiskan dua ekor.

Meski diantara para penjual sate laler pantura memiliki karakter dan bahan yang sama, namun masing-masing mempunyai pelanggan fanatik. “Kalau saya lebih suka di sate laler Telon Golokan Do’i. Rasa dagingnya empuk dan renyah,” aku Agus Junaidi Hamzah, 42, warga Perum Alam Bukit Raya (ABR) Kembangan, Kecamatan Kebomas Gresik.

Para pelanggan sate laler pantura memang tidak melulu warga sekitar. Tetapi sudah membumi. Ada buruh tani, para sopir truk tronton dan truk yang melintas. Bahkan, para pejabat seperti anggota DPRD dan Bupati Sambari Halim Radianto.

Hanya, para pejabat ini lebih memilih sate laler pantura yang lokasinya di Alun-alun Sidayu, milik Pak Kasan, yang juga warga Lowayu. “Kalau saya di Alun-alun Sidayu. Biasanya Pak Sambari (Bupati Gresik) juga suka sate laler di situ,” kata dr Asluchul Alif, 37, Dirut RS Fathma Medika.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini