Awas, Ini 9 Dampak Buruk Terlalu Banyak Makan Daging!

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 23 Agustus 2018 12:51 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 23 481 1940261 awas-ini-9-dampak-buruk-terlalu-banyak-makan-daging-QylOR5QOxx.jpg Ilustrasi (Foto: Newshunt)

SETELAH Hari Raya Idul Adha biasanya di rumah akan bertaburan daging. Entah itu yang sudah dimasak maupun yang didapat dari jatah pemotongan hewan kurban. Biasanya daging yang didapat segera diolah menjadi masakan. Kondisi ini membuat beberapa hari menu makanan menjadi aneka olahan daging.

Makan masakan berbahan dasar memang nikmat. Namun satu hal yang tidak boleh terlupakan, bila terlalu banyak dapat membawa dampak negatif terhadap kesehatan tubuh. Menurut seorang ahli, Carrie Gabriel, MS, RDN, daging itu tidak buruk bagi tubuh selama dikonsumsi dengan kuantitas dan kualitas yang sesuai.

"Secara umum, porsi daging harus seukuran telapak tangan yang artinya kurang lebih tiga ons. Namun kebanyakan orang saat ini tidak memperhatikan porsi yang mereka konsumsi, khususnya di restoran yang porsinya jauh lebih besar. Selain itu, banyak yang cenderung mengonsumsi lebih banyak dari yang seharusnya," ucapnya.

Lantas apa dampak negatif terlalu banyak makan daging? Simak ulasannya berikut ini seperti yang dikutip Okezone dari Bustle, Kamis (23/8/2018) :

Dehidrasi

Sebuah penelitian dari University of Connecticut menemukan diet protein tinggi dapat membuat ginjal memproduksi lebih banyak urin pekat yang pada akhirnya menyebabkan dehidrasi. Hal ini dapat memengaruhi segalanya mulai dari tingkat energi, kulit, peningkatan hasrat makanan, dan bahkan kram otot.

Bau Badan

Sebuah penelitian dari Journal Chemical Senses menemukan orang-orang yang mengonsumsi makanan non-daging memiliki bau badan yang dinilai secara signifikan lebih menarik, lebih menyenangkan, dan kurang kuat daripada mereka yang gemar memakan daging.

Sembelit

Makan banyak daging dapat menyebabkan konstipasi karena tidak mengandung serat. Padahal serat dibutuhkan untuk memperlancar sistem pencernaan.

Sakit kepala

Daging juga dapat menyebabkan sakit kepala efek dari terjadinya dehidrasi.

daging steak

Peningkatan risiko kehilangan penglihatan

Konsumsi tinggi daging merah dikaitkan dengan peningkatan risiko degenerasi makula karena usia. Kondisi ini merupakan penyebab nomor satu terjadinya kebutaan di usia tua. Alasannya karena lemak jenuh dalam daging dianggap berbahaya bagi pembuluh darah kecil pada mata. Beberapa bahan kimia seperti nitrosamine dalam daging olahan tertentu juga dianggap sebagai penyebab mata rusak.

Tulang yang lemah

Jumlah protein yang sangat tinggi dapat meningkatkan tubuh kehilangan kalsium. Padahal kalsium sangat penting untuk membangun tulang yang kuat. Otomatis bila jumlah kalsium kurang, tulang menjadi lemah atau rapuh.

Kelelahan

Konsumsi daging berlebih dapat menyebabkan kelelahan karena tubuh tidak mencernanya dengan benar. Daging lebih sulit untuk dicerna oleh sistem pencernaan sehingga memerlukan lebih banyak energi.

kelelahan

Bau napas

Tak hanya menyebabkan bau badan, bau napas juga bisa terjadi karena terlalu banyak konsumsi daging. Diet tinggi protein dan lemak dengan jumlah karbohidrat yang tidak mencukupi dapat menyebabkan tubuh memproduksi keton. Keton dilepaskan melalui napas dan menyebabkan baunya seperti aseton yang aromanya tidak enak.

Masalah gut

Bakteri di usus memiliki efek mendalam pada kesehatan. Diet protein tinggi atau terlalu banyak makan daging dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan yang terkait dengan keragaman bakteri usus yang buruk.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini