nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Konsumsi Minyak Kelapa Lebih Berbahaya ketimbang Lemak Babi

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 24 Agustus 2018 07:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 23 481 1940486 konsumsi-minyak-kelapa-lebih-berbahaya-ketimbang-lemak-babi-tAXiUWqgD6.jpg Minyak kelapa (Foto: Nutrition)

PENGGUNAAN minyak kelapa untuk konsumsi sehari-hari di masyarakat hingga saat ini masih tergolong tinggi. Meskipun makanan yang digoreng atau mengandung minyak dapat berbahaya bagi kesehatan, nyatanya masih banyak masyarakat yang menjadikannya sebagai menu favorit. Akan tetapi, tampaknya hal itu perlu dipertimbangkan sekali lagi.

Seorang profesor dari Harvard T.H. Chan School of Public Health baru-baru ini mengemukakan pendapatnya tentang minyak kelapa berdasarkan penelitian yang ia lakukan. Profesor bernama Karin Michels itu menyatakan minyak kelapa merupakan racun murni untuk tubuh. Video tentang pernyataannya itu diunggah ke Youtube dan menjadi viral.

 BACA JUGA:

Lezatnya Sate Laler Menggoyang Lidah Buruh Tani hingga Bupati

"Saya hanya bisa memeringatkan Anda dengan segera tentang minyak kelapa. Ini salah satu makanan terburuk yang bisa Anda makan,” terang Karin seperti yang dikutip dari Independent, Jumat (24/8/2018). Menurutnya, mengonsumsi minyak kelapa jauh lebih merugikan daripada lemak babi. Alasannya karena sebagian besar minyak kelapa terdiri dari asam lemak jenuh. Kandungan itu memiliki efek merusak pada tubuh.

Pernyataan Karin ini sontak menuai kontroversi karena selama ini minyak kelapa dianggap sebagai salah satu makanan super. Sejumlah ahli pun ikut berkomentar mengenai hal ini. Salah satunya adalah Lily Louter, ahli gizi terkemuka di London

"Begitu banyak klaim tentang manfaat kesehatan minyak kelapa, mulai dari meningkatkan kekebalan hingga pengobatan untuk penyakit Alzheimer. Namun, kita harus ingat bahwa minyak kelapa hampir semuanya lemak jenuh dan jika dikonsumsi bersamaan dengan diet tinggi lemak jenuh, mungkin mengonsumsi lebih dari jumlah yang disarankan,” ucap Lily.

Sekadar informasi, jumlah konsumsi minyak kelapa yang disarankan adalah 20 gram/hari untuk wanita dan 30 gram/hari untuk pria. Walaupun begitu Lily menyatakan tidak ada salahnya mengonsumsi minyak kelapa secara moderat. "Mengklaim salah satu makanan adalah racun dapat berbahaya karena menanamkan rasa takut pada banyak orang. Penting untuk diingat bahwa tidak ada satu pun makanan yang secara inheren semua 'baik' atau semua 'buruk'," jelasnya.

BACA JUGA:

Nikmatnya Selingkuh hingga Cicipi Janda Kecemplung di Pulau Seribu!

Sementara itu, tahun lalu American Heart Association memperbarui panduannya yang berkaitan dengan asam lemak jenuh di minyak kelapa. Mereka memberikan saran untuk mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular di masa depan.

Hal senada juga disampaikan oleh NHS yang menyatakan konsumsi makanan dengan kandungan asam lemak jenuh dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner karena kenaikan dalam jumlah kolesterol jahat dalam darah. Di sisi lain British Heart Foundation menyatakan diperlukan penelitian lebih lanjut tentang berbagai jenis asam lemak.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini