nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setelah MUI Terbitkan Fatwa, Pemerintah Dorong BUMN Produksi Vaksin MR

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 23 Agustus 2018 20:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 23 481 1940569 setelah-mui-terbitkan-fatwa-pemerintah-dorong-bumn-produksi-vaksin-mr-RlPfLnTjhR.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SETELAH diterbitkannya Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 33 tahun 2018, Pemerintah Indonesia kini tengah mendorong Bio Farma untuk membuat vaksin Measles Rubella (MR). Hal ini dijelaskan secara langsung oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantono.

"Satu-satunya industri yang bisa membuat vaksin di Indonesia itu adalah Bio Farma. Sebagai BUMN, bio farma sudah diminta untuk melakukan langkah-langkah atau proses pembuatan vaksin MR," tutur Anung, di Gedung Adhyatma, Kemenkes RI, Jakarta Selatan, Kamis (23/8/2018).

Lebih lanjut Anung menjelaskan, untuk urusan sertifikasi, selama ini Bio Farma juga sudah berkoordinasi dan didampingi oleh LPPOM MUI.

 (Baca Juga:Gejala Awal Kanker Serviks yang Perlu Diwaspadai, Termasuk Keputihan?)

"Kalau berbicara perkembangannya seperti apa, tinggal ditunggu saja karena menurut UU 33 tahun 2014 pasal 29 huruf b itu disebutkan bahwa produsen lah yang memiliki kewajiban untuk mengajukan sertifikasi halal,” paparnya.

 

Produksi vaksin MR ini memang menjadi salah satu perhatian utama pemerintah, mengingat Indonesia termasuk sebagai salah satu negara dengan jumlah kasus campak terbesar di dunia. Tepatnya berada posisi kedua setelah India.

Selain kesehatan, penyakit campak dan rubella ini juga dapat menimbulkan dampak ekonomi yang tidak murah. Para pasien campak tanpa komplikasi, harus menggelontorkan dana kurang lebih Rp2,7 juta.

 (Baca Juga:Usai Keluar Fatwa MUI, Kampanye Imunisasi Campak-Rubella di 28 Provinsi Terus Dilanjutkan)

Lain cerita jika seorang anak menderita campak dengan komplikasi radang paru atau otak, biaya pengobatan minimal lebih kurang menghabiskan hampir Rp13 juta. Biaya tersebut di luar biayaa hidup yang dibutuhkan saat penderita mendapatkan perawatan.

"Coba bayangkan penyakit rubella itu bisa menyebabkan buta tuli, jantungnya bocor, otaknya kecil. Satu anak bisa menghabiskan Rp300 sampai Rp400 juta untuk perawatannya saja. Belum lagi perawatan dia sampai seumur hidup, kita tidak tahu siapa yang mau jamin. Jadi, kalau ada calon bayi yang anaknya terkena rubella itu ibaratnya kiamat kecil di keluarga mereka," tukas dr Aman Pulungan SpA (K) yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini