Donna Karan, Perancang Busana Dunia dengan Kekayaan Rp7,2 Triliun

Agregasi Koran Sindo, Jurnalis · Jum'at 24 Agustus 2018 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 24 194 1940877 donna-karan-perancang-busana-dunia-dengan-kekayaan-rp7-2-triliun-XQ1vt5dKvn.jpg Donna Karan (Foto: Nytimes)

PERANCANG Busana Amerika Serikat, Donna Karan, adalah salah satu perancang paling berpengaruh di dunia saat ini. Donna Karan telah meninggalkan dampak pada dunia fashion serta membawa tren busana chic dan modern.

Perempuan bernama asli Donna Ivy Faske ini lahir pada 2 Oktober 1948. Sejak usia dini, Donna yang dibesarkan di Hewlett, Long Island, sudah akrab dengan dunia mode. Ibunya bekerja sebagai model, sementara ayah tirinya mencari nafkah sebagai desainer setelan.

“Ibu saya bekerja menjadi model dan juga pernah bekerja di showroom desainer Chester Weinberg. Ibu saya memiliki gaya yang luar biasa. Dia begitu tertarik bersama dan tahu apa yang tampak baik padanya,” sebut Donna, seperti dilansir V ogue.com.

Pengaruh keluarga Donna dalam bidang fashion tampak jelas di awal kehidupannya. Pada usia 14 tahun, dia putus sekolah dan mulai menjual pakaian di butik lokal.

 Pada 1968 dia diterima di Parsons School of Design, sekolah desain bergengsi di New York. Sembari menyelesaikan pendidikannya di sekolah desain, Donna mendapat pekerjaan musim panas bergengsi. Dia bekerja untuk desainer Anne Klein.

Donna memulai kariernya sebagai asisten desainer pada akhir tahun 1960. Pekerjaannya di sana terbukti sangat mengesankan. Itu karena hanya dalam waktu dua tahun, ia ditunjuk sebagai desainer rekanan.

“Anne Klein mengajari saya untuk peduli tentang setiap detail. Dia adalah perancang yang juga dapat mempresentasikan produknya dengan sangat baik dan paham tentang strategi penjualan,” ujar Donna.

donna karan

Pada tahun 1984 Donna meninggalkan Anne Klein untuk membangun label fashion - nya sendiri. Dia bersama dengan suaminya, Stephan Weiss, dan Takihyo Corporation, mencetuskan ide untuk menciptakan label pakaian modern untuk orang-orang modern.

Pada 1985 Donna secara resmi mendirikan labelnya sendiri, Donna Karan New York (DKNY). Berbeda dengan label fashion pada umumnya kala itu, Donna lebih banyak menampilkan busana-busana bersiluet modern dan chic, terutama untuk perempuan kantoran di New York. Koleksi pertama DKNY saat itu bertajuk Essentials. Koleksi perdana ini terdiri dari bodysuit , rok lipit modern, blus sifon, jaket yang lebih panjang, legging , blazer dan gaun. Donna pun mendapat julukan sebagai The Queen o f Seventh Avenue kala itu.

Pada tahun 1990 dia mengembangkan DKNY Jeans. Secara bertahap, dia juga merancang pakaian untuk laki-laki, remaja, anak-anak, aksesori, produk kecantikan, dan perabotan rumah tangga. Namun sayangnya, pascakematian suaminya, kinerja dan kreativitas Donna mulai menurun. Hal ini berdampak besar pada penjualan DKNY. Pada April 2001 Donna menjual perusahaan perdananya kepada LVMH (Louis Vuitton Moet Hennessy), retailer barang mewah asal Prancis.

donna karan

Menurut Forbes , LVMH mengakuisisi DKNY dengan harga USD650 juta (Rp9,3 triliun). Sebagai bagian dari perjanjian, Donna setuju untuk menjadi perancang utama label. Bersama LVMH, Donna juag ikut mengelola Donna Karan International (DKI).

DKI memiliki dan mengoperasikan toko-toko di pusat mode di seluruh dunia, seperti New York, Beverly Hills, Las Vegas, dan London. Meski kini tidak mengelola DKNY, Donna masih tetap sukses menjadi pengusaha. Pada Mei 2017, dia memiliki kekayaan bersih sekitar USD470 juta (Rp6,7 triliun). Ada pun kekayaan bersih Donna saat ini diperkirakan sebesar USD500 juta (Rp7,2 triliun).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini