nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nama Pasangan Ternyata Desain Tato yang Paling Banyak Disesali

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 24 Agustus 2018 15:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 24 194 1940907 nama-pasangan-ternyata-desain-tato-yang-paling-banyak-disesali-IRjhCo91zu.jpg Desain Tato (Foto: Independent)

TATO sudah menjadi salah satu karya seni mainstream, yang bahkan bisa menggantikan cincin pertunangan sebagian orang. Menghiasi tubuh dengan tato berdesain nama dari seseorang yang kita cintai memang sudah jadi hal biasa yang dilakukan banyak orang. Namun, sebelum menato tubuh dengan nama si dia, mungkin ada baiknya untuk mempertimbangkan masak-masak terlebih dahulu, mengingat tinta tato yang terukir nanti bersifat permanen alias selamanya.Nyatanya, menurut sebuah survei terbaru bahwa tato dengan desain nama seseorang, biasanya paling disesali.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh ahli linguistik, Dr Stephen Crabbe, yang mensurvei 1.000 orang di Inggris menunjukkan hasil survey bahwa, orang yang memiliki tato paling banyak mengaku menyesali tato mereka. Faktor penyesalan ini mulai dari rasa bosan atas desain, teknik yang ceroboh, atau menurunnya nilai sentimental. Orang-orang yang menyesal membuat tato dengan desain nama seseorang dikatakan sebesar 31 persennya adalah pria, dan sebanyak 24 persen wanita juga menyesalinya.

Tidak hanya tato dengan desain nama seseorang yang jadi tato paling disesali, selain itu tato dengan desain yakni tema gambar tribal dan karakter-karakter Asia juga ditemukan oleh para peneliti dari Universitas Portsmouth, sebagai desain tato yang disesali. Tato berdesain gambar tema tribal menjadi penyebab rasa menyesal pada sekitar 12 persen pria yang disurvei, sementara 15 persen wanita mengungkapkan mereka merasa jijik melihat melihat tato bergambar bintang.

Meskipun tato sendiri merupakan hal yang sudah umum dan normal, akan tetapi mayoritas responden mengatakan bahwa, mereka merasa perlu untuk menutupi tato di tubuh mereka, dengan catatan sebanyak 15 persen wanita mengaku dirinya merasa dihakimi karena mempunyai tato di tubuhnya. Di sisi lain, 50 persen wanita yang disurvey dikatakan sudah sempat berfikir untuk menghapus tato di tubuh walaupun belum sempat dilakukan, dan sebanyak 50 persen koresponden wanita juga diketahui sudah melakoni proses penghapusan tato yang menyakitkan.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini