Hati-Hati, Ini Kejadian Tak Terduga Akibat Pipis Sembarangan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 25 Agustus 2018 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 24 196 1940965 hati-hati-ini-kejadian-tak-terduga-akibat-pipis-sembarangan-vGDUCXdRZq.jpg Pipis Sembarangan (Foto: Istimewa)

PERNAHKAH Anda mendengar pantangan dilarang buang air kecil sembarangan? Ya, sepertinya Anda memang harus menjauhkan kebiasaan buruk tersebut. Selain bau yang menyengat, nyatanya ada mitos bahwa buang air kecil sembarangan dapat mengakibatkan malapetaka.

Percaya tidak percaya, larangan ini bukanlah hanya sebuah mitos belaka. Kejadian buruk bisa menimpa Anda karena melanggar aturan tersebut, apalagi jika seseorang melakukannya di sebuah tempat yang dikeramatkan dan memiliki nilai magis yang sangat tinggi.

Sebelumnya, tokoh spiritual Hindu, I Gusti Ngurah Harta, mengimbau kepada masyarakat yang berkunjung ke Pulau Bali agar tidak buang air kecil sembarangan di kawasan laut. Pasalnya, sudah banyak pihak yang menjadi korban lantaran mereka melanggar aturan tersebut.

Jika di flashback, pernahkah Anda mengingat seorang wartawan yang meninggal dunia saat meliput pesta pernikahan penyanyi populer Indonesia, Glen Fredly dan Dewi Sandra di Pantai Uluwatu, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali pada 3 April 2006.

Kala itu seorang wartawan dari Jakarta, secara tidak sengaja melanggar peraturan dengan kencing sembarangan di sebuah pohon yang terletak di pesisir pantai. Awalnya semuanya berjalan baik-baik saja, namun tak berselang lama, sang wartawan mendadak mengalami penyakit aneh dan langsung tidak sadarkan diri.

Setelah diselidiki wartawan tersebut diketahui tidak menghormati tempat yang disakralkan oleh masyarakat Bali. Masyarakat Bali percaya bahwa buang air kecil di tempat atau saluran air yang mengarah langsung ke sawah atau laut, dianggap mengotori Dewi Sri dan Dewa Laut. Oleh sebab itu akan ada malapetaka besar bagi orang yang melanggarnya.

I Gusti Ngurah Harta juga berpesan kepada para wisatawan yang berkunjung ke Bali agar selalu bertanya kepada warga desa adat dan orang sekitar untuk mengetahui wilayah mana yang dikeramatkan ketimbang harus mengalami musibah di kemudian hari.

Tak hanya mengalami penyakit aneh, orang yang melanggar aturan dengan bertindak tidak sopan di tempat yang dikeramatkan juga kerap hilang atau meninggal dunia seperti digulung ombak besar dan tenggelam lainnya. Dan mayoritas korban yang meninggal dunia adalah laki-laki.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini