Share

Menikmati Pecel Punten, Kuliner 'Berisik' Khas Kediri yang Menggoyang Lidah

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 24 Agustus 2018 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 24 298 1940734 menikmati-pecel-punten-kuliner-berisik-khas-kediri-yang-menggoyang-lidah-DWvU1VfPyZ.jpg Pecel punten khas Kediri (Foto:Avirista/Okezone)

JIKA Anda mengunjungi Kota Kediri tak ada salahnya menyempatkan waktu mencicipi kuliner yang satu ini, pecel punten namanya. Ya kuliner yang terletak di Jalan Totok Kerot, Kelurahan Ketami, Pesantren, Kota Kediri ini cukup tersohor di tengah pencinta kuliner Kediri. Tak hanya rasanya tapi juga keunikan pelayanannya.

Pemilik warung Sumiyati mengungkapkan awalnya ia tak menjual pecel punten tersebut, melainkan dikonsumsi sendiri untuk menghindari penyakit kencing manis yang ia derita.

Namun sejak tahun 1995 Sumiyati akhirnya menjual kreasi kulinernya ke masyarakat dan ternyata penikmat kuliner pun juga tergoda dengan citra rasa dari punten pecel ini.

"Berawal dari penyakit kencing manis yang tidak boleh makan nasi akhirnya saya berinovasi membuat pecel punten ini. Akhirnya saya sembuh lalu menjual ini bersama suami dan anak," ungkap Sumiyati ditemui okezone, Jum'at (24/8/2018).

Nama punten sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti maaf, maksudnya saat melayani penjualan kepada konsumennya tentu ada ketidapuasan dan ada yang terlewatkan sehingga meminta maaf.

 

Ya punten sendiri di komposisi kuliner ini sendiri dengan rasa seperti nasi gurih yang dicampur santan dan kelapa yang dikenyalkan. Punten tersebut disajikan dengan tambahan beragam sayuran, seperti kecambah, sawi, kacang panjang, kangkung serta daun kenik.

"Kalau kelapa dan santannya habis berapa saya tidak hitung, kalau berasnya biasanya habis setengah kwintal," terangnya.

Punten itu disiram bumbu pecel pada umumnya yang terbuat dari kacang tanah dipadu bumbu rempah kemudian dihaluskan dan diberi sedikit air.

 Waduh Pria Ini Rajin Unggah Kentutnya ke Medsos, Jangan Ditiru Ya!

Dalam sehari Sumiyati dan karyawannya mampu menjual setidaknya 1.000 porsi pecel punten dengan satu porsinya cukup dihargai Rp 5.000. "Keuntungan kotor bisa capai sekitar Rp 10 juta per hari," lanjutnya.

Selain menu andalan pecel punten, warung yang terletak di tengah sawah ini juga menyediakan menu kuliner lainnya seperti nasi jagung, nila goreng, sawut atau sredek, tiwul, dan lodeh.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Namun bila ada mengunjungi kuliner ini, jangan terkejut bila mendengar teriakan - teriakan dari para pegawai warung yang terletak di Jalan Totok Kerot, Desa Ketami, Pesantren, Kota Kediri.

Secara bersamaan para karyawan pecel punten akan langsung meneriakkan kalimat yang sama untuk para konsumen usai menikmati hidangan.

 Inspiratif! Ibu Ini Menyusui Sambil Yoga, Pose-nya Bikin Geleng-Geleng Kepala

"Matur suwun, mbenjeng mriki maleh nggih" (terima kasih, besok ke sini lagi ya)," teriak para karyawan kompak tanpa dikomando sesaat setelah konsumen akan meninggalkan lokasi.

"Makanya warung ini dinamai warung Mewah Mbenjeng Mriki Maleh. Disebut 'mewah' itu karena tempatnya memang mepet sawah," tambah Sumiyati sambil tersenyum.

 

Salah seorang pengunjung Mukh Sarwono mengatakan sudah berkali-kali dirinya menyempatkan diri menikmati sajian kuliner pecel punten.

"Puntennya memang cukup menggoyang lidah. Penyajiannya juga unik sambil teriak - teriak. Itu yang membedakan penyajian di sini," ungkap pengunjung asal Tulungagung ini.

Nah bila Anda penikmat kuliner tertarik menikmati kuliner ini, catat warung ini buka sejak pukul 07.00 WIB, namun pecel punten baru tersedia pukul 08.00 WIB hingga tutup pada pukul 17.00 WIB setiap harinya.

 

Rasa kuliner yang menggoda dan penyajiannya yang unik membuat sejumlah penikmat kuliner datang dari beragam penjuru Indonesia, seperti dari Jakarta, Bali, Yogyakarta, bahkan ada yang dari Kalimantan.

"Ada dari macam - macam daerah. Kemarin ada yang jauh - jauh dari Yogyakarta pesan tempat untuk makan pecel punten di sini," pungkas Sumiyati.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini