Hanya Terima ASI Eksklusif, Bantuan Susu Kemasan untuk Bayi Korban Gempa Lombok Ditolak

Dewi Kania, Jurnalis · Sabtu 25 Agustus 2018 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 25 196 1941264 hanya-terima-asi-eksklusif-bantuan-susu-kemasan-untuk-bayi-korban-gempa-lombok-ditolak-brO5n4pH1I.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PEMBERIAN susu formula kepada bayi yang menjadi korban Gempa Lombok jadi polemik. Bahkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melarang distribusi produk susu kemasan itu.

Menanggapi hal itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyatakan akan lebih baik, jika seorang bayi diberikan ASI sehingga tumbuh kembangnya tidak terganggu.

Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan Dalam Situasi Darurat Dan Kondisi Khusus dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Nyimas Aliyah, mengatakan karena memberikan bantuan sufor untuk bayi jelas dilarang, maka untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi, para ibu diedukasi dan diberi semangat agar mau memberikan anaknya ASI eksklusif.

"Pemberian sufor untuk anak baru lahir jelas tidak boleh. Ibu yang baru melahirkan selalu kita dorong untuk memberikan anaknya ASI eksklusif," ujar Nyimas ditemui di Kantor KPPPA.

Baca Juga: Viral Penampakan Kuntilanak di Warung Makan Kawasan Puncak, Merinding!

Dia melanjutkan, susu kemasan yang didistribusikan untuk korban gempa, bukanlah untuk anak-anak dan bayi. Justru, pemerintah menyiapkan banyak produk susu kemasan itu untuk ibu hamil dan Ibu menyusui.

Nah, pemberian susu kemasan itu diperoleh ibu hamil dan menyusui supaya gizinya terpenuhi. Mereka akan mendapatkan asupan kalsium, zat besi, protein dan vitamin yang cukup.

"Kami selalu dukung ibu agar memberi ASI kepada anaknya. Meski mereka rentan stres, kita buat mereka rileks supaya ASI mudah keluar," terang dia.

Di lain kesempatan, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menegaskan, pemberian bantuan berupa makanan untuk bayi dan balita tidak dapat dilakukan sembarangan di pengungsian. Ibu dan bayi yang masih menyusui harus mendapat perhatian.

"ASI merupakan makanan yang paling sempurna bagi bayi. Menyusui dalam kondisi darurat harus terus dilakukan oleh ibu kepada bayi hingga usia 2 tahun atau lebih. Air susu ibu tidak bisa digantikan dengan susu formula," ujarnya lewat keterangan yang diterima Okezone, belum lama ini.

Baca Juga: 7 Pesona Paspampres Cantik Serda Ambar yang Ungkap Sisi Lain Kehidupannya

Sebab terbatasnya sarana untuk penyiapan susu formula, seperti air bersih, alat memasak, botol steril dan lainnya sangat terbatas di pengungsian.

Akibatnya, kasus-kasus penyakit diare di kalangan bayi usia di bawah enam bulan yang menerima bantuan susu formula dua kali lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak menerima bantuan itu.

Bahkan pemberian susu formula akan meningkatkan risiko terjadinya kekurangan gizi dan kematian bayi. Bahkan, UNICEF dan WHO mengingatkan bahaya pemberian susu formula di pengungsian.

"Masyarakat diimbau tidak menyalurkan donasi susu formula dan produk bayi lainnya seperti botol, dot, empeng tanpa persetujuan kami," pungkas dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini