nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelajahi Alas Purwo Banyuwangi, Tempat Petapa Lintas Agama yang Eksotis

Annisa Aprilia, Jurnalis · Sabtu 25 Agustus 2018 09:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 25 406 1941199 jelajahi-alas-purwo-banyuwangi-tempat-petapa-lintas-agama-yang-eksotis-pUXzfvH6pD.jpg Alas Purwo (IG)

KEBUDAYAAN dan kepercayaan masyarakat Indonesia meski sudah modern tetap tidak bisa dijauhkan dari hal-hal klenik. Ritual-ritual yang terkait dengan kepercayaan akan roh-roh tidak terlihat masih dilakukan oleh beberapa orang, termasuk bertapa di gua-gua.

Salah satu lokasi yang kerap dijadikan pertapaan ialah Alas Purwo. Taman nasional yang ada di dua kecamatan sekaligus, yaitu Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Kalipuro ini disebut-sebut sebagai lokasi konservasi dan wisata yang eksotik juga mistik.

Dikatakan eksotis karena Taman Nasional Alas Purwo dihuni oleh flora yang jumlahnya sekira 580 dan fauna sekira 50 jenis, berada di seluruh hutan yang terbagi atas empat zona wilayah, di antaranya zona intin, zona rimba, zona pemanfaatan, dan zona penyangga. Tidak hanya cukup di situ saja, taman nasional yang luasnya mencapai 43.420 hektar dan berada di ketinggian 322 meter di atas permukaan laut tersebut diyakini sebagai hutan tertua di Pulau Jawa.

 Baca juga: Cerita Rakyat Nusantara! Percintaan, Mistis hingga Legenda

ALas Purwo

Keeksotisan Taman Nasional Alas Purwo juga disumbang dari jenis-jenis burung yang berkeliaran dengan bebas di langitnya. Dari sumber yang Okezone himpun, ada sekira 236 jenis burung darat dan air, lima di antaranya, yaitu ayam hutan, kangkareng, rangkok, merak, dan cekakak Jawa.

Sedangkan, kemistikkan Taman Nasional Alas Purwo hadir dari misteri-misteri yang berkembang dari masyakarat setempat kemudian dipercayai dan disebarkan hingga sampai di telinga para wisatawan. Dari namanya saja, jika kita telaah Alas Purwo berarti hutan pertama, karena purwo artinya permulaan, seperti yang sebagian besar masyarakat Indonesia yakini segala apapun yang usianya paling tua, pasti menyimpan misteri, seperti gedung tua misalnya.

 Baca juga: Viral Penampakan Kuntilanak di Warung Makan Kawasan Puncak, Merinding!

Alas Purwo lebih dari sekadar gedung tua yang ditakuti, sebab bagi masyarakat setempat hutan yang lokasinya di ujung tenggara Pulau Jawa tersebut adalah tempat yang dianggap keramat. Alasannya, Alas Purwo diyakini sebagai tanah awal mula penciptaan, sebab banyak pula ditemukan situs-situs untuk bersemedi.

Misalnya saja setiap 1 Suro masyarakat akan ramai-ramai mengunjungi Taman Nasional Alas Purwo untuk bersemedi atau bertapa. Tidak hanya diyakini sebagai hutan paling tua saja, tapi ternyata Alas Purwo pun konon memiliki istana jin yang jadi tempat berkumpulnya semua jin yang ada di Pulau Jawa.

 Baca juga: Jual Mahal Saat Masa PDKT? Hati-hati, Malah Bikin Pasangan Ilfeel

Bila Anda berminat untuk menyambangi Taman Nasional Alas Purwo yang eksotik sekaligus mistik ini, sediakan lah waktu berlibur yang cukup panjang, sebab ada enam spot yang mesti disambangi, di antaranya hutan bambu yang masih sangat natural sehingga atmosfir sejuk bercampur magis sangat kental terasa. Ada pula Pantai Triangulasi yang berpasir putih dan memiliki hutan pohon bogem dan nyamplung, bila mengunjungi pantai ini jangan sampai ketinggalan momen sunsetnya, dijamin tidak akan menyesal!

Spot ketiga ada Sadengan yang merupakan padang savanna. Saat berada di padang savanna ini mata akan disajikan pemandangan hijau seluas 84 hektar ala ala Afrika tapi ada di Jawa. Sedangkan, spot yang keempat adalah Pura Giri Seloka dan Situs Kawitan, di spot tersebut para wisatawan bisa menyaksikan sejarah yang tersisa di tanah Jawa dari zaman Kerajaan Majapahit, di spot ini juga konon ada gerbang menuju alam gaib yang bisa terlihat lewat ritual brata, meditasi tiga hari tiga malam tanpa makan dan minum.

 Alas Purwo (IG)

Selanjutnya ada Pantai Pancur yang berpasir putih dan memiliki sumber mata air tawar. Menurut kepercayaan masyarakat sekitar air tawar yang ada di Pantai Pancur dapat membuat orang yang menggunakannya jadi awet muda.

Terakhir yang tidak boleh terlewatkan, yaitu gua istana, gua mayangkoro, dan gua padepokan. Hampir semua gua tersebut sering dikunjungi tapi sebagian besar pelancong adalah pertapa. Seperti gua mayangkoro dan gua padepokan yang dianggap keramat karena sering dijadikan lokasi semedi.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini