Kesalahan yang Sering Dilakukan Orangtua saat Menidurkan Bayinya

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 27 Agustus 2018 20:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 27 196 1942139 kesalahan-yang-sering-dilakukan-orangtua-saat-menidurkan-bayinya-uEloI8uD5z.jpg Bayi tidur (Foto: Mirror)

KITA semua tahu bayi memiliki siklus tidur yang berbeda dengan orang dewasa. Terlebih di masa-masa awal kelahiran. Banyak orangtua yang harus begadang karena bayi mereka terbangun di tengah malam karena ingin menyusui. Atau bahkan hingga terjaga di dini hari.

Membuat bayi tertidur memang menjadi tantangan tersendiri. Satu hal yang perlu dilakukan orangtua hanyalah menerimanya. Namun seringkali orangtua mengira bila ada trik khusus untuk melakukannya. Tapi sebenarnya tidak ada cara khusus untuk membuat bayi mengikuti siklus tidur orang dewasa. Malah yang ada orangtua melakukan kesalahan.

Melansir Mirror, Senin (27/8/2018), inilah beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan orangtua untuk menidurkan bayinya:

BACA JUGA:

 Bikin Semua Perempuan Iri, 5 Putri Kerajaan Ini Punya Paras Tercantik di Dunia, Nomor 4 Idaman Banget!

Mengatur harapan terlalu tinggi

Kebanyakan orangtua memiliki teman yang dengan bangga mengatakan bayinya mulai terbiasa tidur dengan siklus orang biasa beberapa minggu setelah kelahiran. Hal itu memang bisa saja terjadi. Tetapi seperti orang dewasa, setiap bayi berbeda. Bukan berarti perkembangan bayi terkait waktu tidur akan sama dengan bayi lainnya. Sebagian besar bayi tidak bisa tidur sepanjang malam tanpa makan sampai setidaknya tiga bulan. Selain itu, banyak yang bangun untuk makan malam sampai setidaknya berusia enam bulan.

Menunggu terlalu lama untuk meletakkan bayi di tempat tidur

Banyak orangtua percaya bila mengajak bayi mereka bermain sebelum waktu tidur dapat membuat bayi lelah dan cepat tertidur. Tapi sebenarnya ini adalah pemikiran yang salah karena waktu tidur bayi tetap tidak boleh terlambat. Bayi memang merasa lebih sulit tertidur dan cenderung bangun lebih awal. Namun sebaiknya tetap letakkan bayi di tempat tidur bila sudah waktunya. Jangan menunggu sampai bayi menguap atau memejamkan mata untuk meletakkannya di tempat tidur.

Mengandalkan gerak untuk membuat bayi tertidur

Hal ini sering dilakukan oleh para orangtua. Mereka sering mengayun-ayunkan bayinya untuk membuatnya tertidur. Tapi sebenarnya ini bisa menjadi perangkap berbahaya. Jadi kurangi rutinitas tersebut setiap malam karena kurang praktis.

 

Overstimulasi bayi menjelang tidur

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, banyak orangtua yang menunggu terlalu lama untuk meletakkan bayinya tertidur dan malah mengajak bermain. Hal ini sebenarnya bisa membuat bayi mendapatkan overstimulasi dan malah semakin bersemangat. Akibatnya bayi lebih sulit tertidur. Cobalah untuk memasang lagu pengantar tidur agar bayi terangsang untuk memejamkan mata. Hindari benda-benda bercahaya seperti ponsel dan lampu karena dapat membuat otak bayi bekerja sehingga menjadi terjaga.

Melewatkan rutinitas tidur bayi

Rutinitas sangat penting untuk semua orang termasuk bayi. Tak sedikit orangtua yang beranggapan bila bayi masih terlalu kecil untuk memerhatikan atau menghargai rutinitas. Tapi sebaliknya, rutinitas dapat membuat bayi mempelajari tindakan yang seharusnya dilakukan. Sebagai contoh, bila orangtua menidurkan bayinya setelah mandi, maka lama kelamaan akan terekam dalam otak bayi jika habis mandi mereka harus tidur.

BACA JUGA:

 Tertarik saat Pemotretan, Pengusaha Ini Ajak Tidur Model Rhian Sugden dengan Bayaran Rp4,6 Miliar

Tidak konsisten

Cara di atas memang bisa membantu untuk membuat bayi tertidur. Tapi yang pasti orangtua harus konsisten melakukannya. Sebab bila langkah-langkah tersebut tidak dilakukan dengan konsisten, bayi juga jadinya bingung terhadap rutinitasnya.

(dno)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini