nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Memuliakan Anak-Anak Adam, Islam Tidak Pernah Membedakan Gender

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 28 Agustus 2018 05:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 27 196 1942147 memuliakan-anak-anak-adam-islam-tidak-pernah-membedakan-gender-2Lq6EQFJTC.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

BICARA gender antara laki-laki dan perempuan, dalam Islam tidak pernah dibeda-bedakan, karena Allah dalam firman-Nya memuliakan anak-anak Adam, yang ada pada Surah Al Isra ayat ke 70. Tidak seperti cenderung mengdepankan atau mengutamakan pria daripada perempuan.

Artinya: Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (QS. al-Isra’ [17]: 70).

Tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari, penyetaraan gender pun diakui Islam ketika hendak melangsungkan pernikahan. Masih dalam firman-Nya, Allah mengatakan seorang suami wajib hukumnya memberikan mahar kepada istri, seperti yang tertulis dalam Surah An-Nisa ayat keempat.

Artinya: Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya, (QS. an-Nisa’ [4]: 4).

 (Baca Juga:5 Nama Bayi Islami yang Cantik dan Populer di Dunia)

“Perempuan pun berhak mendapatkan warisan seperti laki-laki. Allah berfirman dalam Surah An-Nisa ayat ke 7, yang artinya, ‘Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan. (QS. an-Nisa’ [4]: 7),” papar Ustaz Fauzan Amin, Ketua Ikatan Quran Hadis Indonesia dalam pesan singkatnya pada Okezone, Senin, 27 Agustus 2018.

 

Lebih lanjut, Ustaz Fauzan juga mengingatkan pada laki-laki agar tidak asal menuduh perempuan. Sebab, Allah berfirman dalam Surah An-Nur ayat ke empat, tuduhan dusta berupa perzinaan pada perempuan adalah pelanggaran berat.

Artinya: Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka dera lah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS. an-Nur [24]: 4)

 (Baca Juga:UAS: Ajarkan Anak Akidah dengan Bahasa Emak-Emak, Jangan Pakai Ayat)

“Allah menyiapkan pahala yang besar berupa surga bagi yang sabar dalam mengurusi anak perempuan. Rasulullah bersabda yang artinya, ‘Barangsiapa yang mempunyai tiga orang anak perempuan, dia melindungi, mencukupi, dan menyayanginya, maka wajib baginya surga,’ ada yang bertanya, ‘Bagaimana kalau dua orang anak wanita wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Dua anak wanita juga termasuk.’ (Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad no. 178),” imbuhnya.

Ustaz Fauzan pun memberikan ayat-ayat dalam Al-quran dan hadis yang menjelaskan hak-hak istri. Dua di antaranya Surah An-Nisa ayat ke 19 dan Hadis Bukhari 6007 dan Muslim 20982.

Surah An-Nisa ayat ke 19 artinya, “Dan bergaullah dengan mereka secara patut. (QS. an-Nisa’ [4]: 19).”

Hadis Bukhari 6007, artinya, “Orang yang mengusahakan bantuan bagi para janda dan orang-orang miskin seolah-olah dia adalah orang yang berjihad di jalan Allah.”—Rawi berkata: Dan aku mengira beliau juga berkata.”

Hadis Muslim 2.989, artinya, “Dan seperti orang yang shalat tidak pernah lemah dan seperti orang yang puasa tidak pernah berbuka.”

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini