nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Semakin Banyak Penderita Autoimun di Indonesia, Dokter dan Masyarakat Diminta Waspada

Antara, Jurnalis · Senin 27 Agustus 2018 11:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 27 481 1941841 semakin-banyak-penderita-autoimun-di-indonesia-dokter-dan-masyarakat-diminta-waspada-SbzfUZKf0g.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PARA dokter dan masyarakat diminta mewaspadai "autoimun", penyakit yang diakibatkan adanya gangguan sistim imun yang semakin banyak terjadi di Indonesia. Padahal, biasanya penyakit ini jarang terjadi di daerah dengan iklim seperti Indonesia.

"Selain faktor genetik, salah satu penyebab autoimun adalah kekurangan Vitamin D sehingga, biasanya atau dulunya menyerang warga di negara non tropis," ujar dokter ahli autoimun, Dr.dr Iris Rengganis,Sp.PD, KAI FINASIM di Medan.

Namun sejalan dengan perkembangan waktu dan pola hidup, penderita autoimun sudah banyak di negara tropis termasuk Indonesia. Dia mengatakan itu usai Seminar Mengangkat Penyakit Autoimun dengan tema "Good Doctor for Better Autoimmune Treatments" di Grha Prodia Medan.

Baca Juga: Tertarik saat Pemotretan, Pengusaha Ini Ajak Tidur Model Rhian Sugden dengan Bayaran Rp4,6 Miliar

Seminar yang diikuti 12O dokter dari berbagai daerah diharapkan bisa semakin memperluas pengetahuan dokter tentang autoimun sehingga bisa menekan angka penderita autoimun di Indonesia. Seminar di Medan merupakan kota ke-13 dari rencana 18 kota.

Menurut Iris, autoimun belum menjadi penyakit yang disadari masyarakat karena selain gejalanya tidak khusus, juga karena penyakit itu banyak jenisnya atau sekitar 80 jenis. "Masih sering diketahui adalah Systemic Lupus Erythematosus/Lupus dengan angka penderita yang terus naik atau 0,5 persen dari jumlah penduduk Indonesia,"katanya.

Dengan seminar, diharapkan para dokter khususnya di daerah bisa mengetahui lebih banyak tentang autoimun sehingga bisa menekan angka kematian dampak autoimun.

Baca Juga: Pesona 4 Srikandi Berhijab Tim Voli Putri Indonesia

Masyarakat juga diharapkan bisa menjaga diri dan mengetahui penyakit autoimun. Dia menyebutkan, karena autoimun salah satunya disebabkan kekurangan Vitamin D, maka harusnya masyarakat bisa melakukan dengan rajin berjemur di pagi hari atau lebih baiknya di pukul 11.00 WIB.

Dokter spesialis autoimun lainnya Dr.dr. Blondina Marpaung, Sp.PD., KR mengatakan, penyakit autoimun lebih banyak menyerang wanita. "Penyakit autoimun biasanya terjadi di usia produktif sehingga harus diwaspadai,"katanya.

Di Indonesia, prevalensi defisiensi Vitamin D pada wanita berusia 45 hingga 55 tahun mencapai 50 persen. Penelitian di Indonesia dan Malaysia, defisiensi Vitamin D sebesar 63 persen terjadi pada wanita usia 18-40 tahun. Dengan semakin banyaknya penderita autoimun, maka para dokter dan masyarakat harus lebih mengetahui banyak dan peka dengan penyakit itu.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini