Share

Sering Salah Kaprah, Ini 5 Fakta MSG yang Jarang Diketahui

Lifia Mawaddah Putri, Jurnalis · Senin 27 Agustus 2018 20:51 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 27 481 1942226 sering-salah-kaprah-ini-5-fakta-msg-yang-jarang-diketahui-KTNZu4oMmM.jpg Ilustrasi (Foto: Purelyb)

MONOSODIUM Glutamate atau yang lebih dikenal dengan MSG, merupakan salah satu dari asam amino non-esensial yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Hal ini karena MSG dapat membuat cita rasa makanan jadi lebih gurih dan nikmat.

Namun, MSG juga salah satu produk makanan yang paling disalahpahami oleh manusia. MSG adalah bubuk putih yang sekilas mirip dengan garam. MSG tidak memiliki rasa yang sangat enak sendiri, tetapi jika ditambahkan dalam jumlah yang tepat untuk berbagai masakan, ia akan memberi unsur rasa gurih pada makanan tersebut.

Meskipun sering digunakan oleh masyarakat di seluruh belahan dunia, tapi tidak banyak yang mengetahui fakta mengenai MSG. Dilansir dari Accentflavor pada Senin (27/8/2018), berikut adalah beberapa fakta mengenai MSG yang mungkin tidak Anda ketahui.

1. MSG telah digunakan lebih dari ratusan tahun

MSG telah digunakan sejak berabad-abad lalu. MSG digunakan secara luas di seluruh dunia sebagai penambah cita rasa dan sangat populer di seluruh Asia sebagai bumbu serbaguna. MSG juga merupakan bahan populer dalam hidangan masakan Jawa dan seringkali menjadi "resep rahasia" dalam saus barbeque.

2. MSG adalah produk yang Aman

Banyak orang mengatakan bahwa MSG adalah salah satu bahan makanan yang dianggap tidak baik untuk kesehatan khususnya otak. Namun, jika digunakan dengan porsi yang tidak berlebihan, MSG adalah produk yang aman untuk dikonsumsi. Ini adalah garam natrium dari glutamat, asam amino yang paling umum.

MSG telah dinyatakan aman oleh banyak penelitian ilmiah dan agensi seluruh dunia. Food & Drug Administration Amerika Serikat menyatakan bahwa MSG umumnya dianggap aman. Mereka menyarankan untuk mengonsumsinya dalam jumlah sedang, dan tidak saat perut kosong.

MSG

3. Glutamat penting bagi metabolisme

Sebagian besar glutamat yang kita konsumsi digunakan sebagai bahan bakar untuk sistem pencernaan manusia. Glutamat ditemukan dalam makanan yang mengandung protein seperti daging, unggas, sayuran, dan susu. Saat masakan matang, kadar glutamat bebasnya meningkat. Peningkatan itulah yang membuat buah matang. Ketika Anda menikmati tomat matang, jamur tumis, atau taburan Parmesan, Anda sedang menikmati glutamat! Tubuh juga memperlakukan glutamat dengan cara yang sama, entah itu berasal dari makanan di mana ia terjadi, atau dari bumbu di mana glutamat ditambahkan.

4. MSG meningkatkan nafsu makan

Inilah sebabnya mengapa MSG adalah penambah rasa paling populer di seluruh dunia. Makanan sering terasa lebih enak jika ditambahkan dengan MSG. Menariknya, MSG juga dapat membantu para manula makan lebih baik. Seiring bertambahnya usia, selera mereka menjadi kurang sensitif. Begitu makanan favorit bisa terasa hambar dan membosankan. Banyak manula mengonsumsi terlalu sedikit kalori dan nutrisi karena bagi mereka, makanan tidak terasa seperti seharusnya. Menambahkan MSG pada masakan mencegah rasanya menjadi hambar dan meningkatkan nafsu makan, juga mendapatkan kalori dan nutrisi yang mereka butuhkan.

5. MSG adalah salah satu dari banyak bahan makanan berbasis glutamat

Kecap asin, protein nabati terhidrolisis (HVP) dan ekstrak ragi semua mengandung glutamat dan digunakan untuk meningkatkan rasa di banyak hidangan. Tubuh manusia juga menghasilkan sekira 50 gram glutamat setiap hari sebagai bagian dari metabolisme normal, artinya hampir 2 ons glutamat sehari. Ada banyak cara untuk menambahkan rasa pada masakan Anda seperti kebanyakan makanan dan bahan, kuncinya adalah keseimbangan dan moderasi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini