nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penasaran dengan Apa yang Dirasakan Bayi Setelah Proses Persalinan? Ini Penjelasan Ahlinya

Lifia Mawaddah Putri, Jurnalis · Rabu 29 Agustus 2018 07:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 28 481 1942720 penasaran-dengan-apa-yang-dirasakan-bayi-setelah-proses-persalinan-ini-penjelasan-ahlinya-5tvHm3DHiM.jpg Ilustrasi bayi baru lahir (Foto: Bellybelly)

KETIKA dalam proses persalinan, tentu perasaan orang tua terutama sang ibu yang melahirkan sangat bahagia dan haru. Tapi, pernahkah Anda bertanya-tanya apa yang dialami sang anak setelah proses persalinan?

Apakah bayi merasa sakit? Bagaimana bayi menghirup oksigen sesaat setelah lahir? Bagaimana ia menyesuaikan dengan suhu luar setelah lahir? Akankah bayi bisa mendengar dan melihat segera setelah dilahirkan?

Dilansir dari Boldsky, pada Rabu (29/8/18), berikut adalah jawaban-jawaban dari pertanyaan yang membuat Anda penasaran.

 (Baca Juga:Konglomerat Bambang Hartono Raih Perunggu, Netizen Bahas Bonusnya, Mulai untuk Uang Makan sampai Parkir)

Apakah bayi merasa sakit setelah dilahirkan?

Beberapa dokter berpendapat bahwa bayi yang baru lahir memang merasakan sejumlah sakit. Namun, jumlah rasa sakit yang tepat masih belum diketahui secara pasti. Misalnya, jika prosedur pembedahannya dilakukan segera setelah lahir. Demikian pula kemungkinan bayi akan merasa sakit ketika dia melalui jalan ketika ia dilahirkan. Namun, rasa sakit yang dialami ibu benar-benar berbeda dari apa yang dirasakan sang bayi. Rasa sakit yang dirasakan si bayi mungkin seperti tertekan di ruang yang sangat sempit.

Bagaimana bayi bernapas setelah dilahirkan?

Perubahan mekanik dan fisiologis yang terjadi selama persalinan mempersiapkan bayi untuk menghirup udara luar. Menurut instruktur klinis ob-gyn di Boston, janin tidak bisa mendapatkan oksigen dari udara. Oleh karena itu, dia harus menerimanya dari ibunya. Ketika berada di dalam rahim, oksigen diberikan melalui tali pusat ke bayi di dalam. Namun, ketika bayi tersebut dilahirkan dan tali pusat dijepit, plasenta berhenti melakukan transfer oksigen.

Setelah kelahiran bayi, paru-paru mengambil alih tugas ini. Ketika berada di dalam rahim, paru-paru janin terdiri dari cairan yang membuat mereka matang. Namun, setelah dilahirkan, cairan ini menjadi kering dan membuat paru-paru mengembang yang akhirnya terisi dengan oksigen. Pasca lahir, paru-paru juga mulai memompa lebih banyak darah. Ketika di dalam rahim, darah melewati organ-organ karena tekanan. Ketika kelahiran terjadi, tekanan di paru-paru turun dan darah terus mengalir normal.

 

Bagaimana bayi menyesuaikan dengan suhu luar setelah dilahirkan?

Ketika berada di dalam rahim, bayi akan menyesuikan suhu tubuh sekira 37 derajat Celcius. Jadi, bagaimana menurut Anda bayi yang dilahirkan di ruang bersalin memiliki suhu tubuh normal?

Jawabannya adalah organ yang bertanggung jawab untuk ini yakni tiroid. Ketika dilahirkan, tingkat tiroid bayi sangat tinggi. Lonjakan tingkat tiroid adalah karena paparan dingin yang ekstrem dan peningkatan tingkat adrenalin. Ketika kadar tiroid meningkat, panas dihasilkan dari jenis lemak tertentu yang dikenal sebagai "lemak coklat". Inilah yang membantu bayi yang baru lahir mengatur suhu tubuhnya ketika keluar dari rahim.

Akankah bayi bisa mendengar dan melihat segera setelah dilahirkan?

Jawaban atas pertanyaan ini seperti apa yang bayi dapat lihat atau dengar setelah dilahirkan juga tetap tidak terjawab. Namun, beberapa penelitian telah memungkinakn untuk menetapkan bahwa bayi yang baru lahir memiliki kemampuan pendengaran sebelum mereka datang ke dunia ini.

Dipercaya bahwa bayi dapat mengenali suara ibunya dari apa yang mereka dengar dari dalam rahim. Inilah yang membuat ikatan ibu dan anak menjadi istimewa. Tetapi, sulit untuk mengetahui kekuatan penglihatan bayi yang baru lahir. Meskipun diketahui bahwa visi anak itu kabur pada awalnya dan bayi tidak dapat fokus dengan baik selama hari-hari pasca kelahirannya. Bayi dapat mendeteksi fitur wajah ibunya ketika dipegang sekitar 8 hingga 15 inci dari wajah (secara teknis jarak yang akan berada di tingkat payudara tempat bayi biasanya menyusu). Ini lebih lanjut berfungsi untuk menjadi elemen penting dari ikatan antara ibu dan anak.

 

Apa yang dirasakan bayi ketika dilahirkan dengan cara caesar?

Untuk kelahiran normal, ketika ibu sedang melahirkan, secara alamiah anak melakukan beberapa gerakan untuk mendorong ia keluar. Untuk memulai pelebaran serviks, kepala bayi menekan ke jalan lahir. Bayi juga bisa memutar dan membalikkan diri untuk membantu menemukan rute terbaik untuk keluar.

Begitu kepalanya mulai keluar, maka akan lebih lancar baginya untuk keluar. Sebagian besar bayi yang lahir secara normal memiliki cekungan kepala yang membekas. Ini biasanya karena proses melahirkan. Namun bentuk kepala tersebut dapat kembali normal dalam beberapa hari.

Namun, bayi yang lahir dari operasi caesar memiliki sistem pernapasan yang lebih cepat dan lebih dangkal daripada bayi yang dilahirkan melalui persalinan normal. Alasan di balik ini adalah kontraksi yang terjadi di rahim sang ibu selama masa persalinan.

(Baca Juga:Baju Jonatan Christie saat Bertanding di Semi Final Ternyata Typo, Netizen: Pantesan Di-Give Away-in!)

Selama persalinan, dada bayi juga memadat ketika melewati jalan lahir. Kedua hal ini pada gilirannya membantu mengeluarkan cairan dari paru-paru bayi. Sedangkan bayi yang dilahirkan dengan operasi caesar juga bisa memiliki sesuatu yang dikenal dengan tachypnea transien (paru basah). Ini membuat bayi bernapas sangat cepat sampai cairan benar-benar terserap. Jangan khawatir! Masalah ini akan terpecahkan dengan sendirinya dalam jangka waktu 24 hingga 48 jam.

Proses persalinan dapat menjadi pengalaman yang luar biasa bukan hanya untuk ibu atau bayinya tetapi juga untuk seluruh keluarga. Penelitian menunjukkan bahwa melahirkan di lingkungan yang tenang membuat bayi juga lebih tenang. Selain itu, kontak kulit ke kulit antara ibu dan bayinya setelah melahirkan dapat membuat ikatan yang kuat di antara keduanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini