nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Alasan Kasus Pelecehan Seksual pada Anak Mulai Booming di Indonesia

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 29 Agustus 2018 13:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 29 196 1943020 ini-alasan-kasus-pelecehan-seksual-pada-anak-mulai-booming-di-indonesia-tFhINGT0ED.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

KASUS pelecehan seksual yang dialami kaum perempuan dan anak-anak mulai mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Bahkan, jika ditilik dari perilaku masyarakat Indonesia di media sosial, ternyata sudah banyak banyak netizen yang membahas isu sexual harassment secara gamblang.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, mengatakan bahwa perubahan perilaku ini tidak terlepas dari upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam mensosialisasikan isu-isu kekerasan serta pelecehan seksual di berbagai daerah.

"Kasus kekerasan seksual akhir-akhir ini muncul ke permukaan karena masyarakat sudah banyak yang sadar dan berani melapor," tutur Yohana Yembise, di Hotel Training Centre, Gorontalo, Selasa 28 Agustus 2018.

Wanita yang akrab di sapa Mama Yo itu menjelaskan, sebelumnya banyak yang menganggap bahwa kasus pemerkosaan atau pelecehan seksual dapat merusak citra atau reputasi keluarga mereka. Tak heran jika masih banyak orang yang menutup-nutupi kasus pelecehan yang dialami oleh anggota keluarganya.

Seiring dengan berjalannya program Kementerian Pemberdayaan Prempuan dan Perlindungan Anak dalam mengkampanyekan isu-isu tersebut, lambat laun mulai banyak orang tua dan tetangga yang melapor kepada pihak berwenang.

"Sekarang karena sudah ada sosialisasi yang masif, masyarakat mulai sadar dan berani melapor. Laporan yang kami terima juga sudah banyak. Saya rasa itu merupakan hasil dari upaya yang telah kami lakukan," imbuhnya.

Menteri Yohana

Selain gencar melakukan sosialisasi dan merancang kebijakan baru, Kemen PPPA juga memberikan pelatihan kepada aparatur negara, dalam hal ini yang berhubungan langsung dengan hukum. Tujuannya tentu saja agar para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

"Kita mempunyai undang-undang untuk melindungi perempuan dan anak. Bahkan, ada undang-undang baru untuk melindungi anak-anak dari kejahatan seksual. Tinggal implementasinya saja tergantung para penegak hukum," tukas Yohana.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini