Mencicipi Aneka Ragam Kuliner Khas Kalimantan di Festival Kuliner Serpong

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Rabu 29 Agustus 2018 22:22 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 29 298 1943324 mencicipi-aneka-ragam-kuliner-khas-kalimantan-di-festival-kuliner-serpong-BTb8FB3pgn.jpeg Suasana di Festival Kuliner Serpong 2018 (Foto: Utami Evi Riyani/Okezone)

KULINER kampung halaman adalah satu dari sekian hal yang paling dirindukan oleh para perantau. Tak peduli selezat apapun makanan yang ada di kota tempat mereka kini tinggal, makanan khas kampungnya akan selalu terbayang.

Bagi para perantau asal Kalimantan di Jakarta, ada kabar gembira. Kalian bisa mencicipi makanan khas Kalimantan di Festival Kuliner Serpong 2018 yang menghadirkan sekira 100 tenant. Bertajuk "Pesona Bumi Borneo", festival kuliner yang digelar di Summarecon Mall Serpong, Tangerang, ini menawarkan beraneka ragam makanan Kalimantan. Salah satu yang wajib dicicipi adalah kwetiau sapi khas Pontianak.

Anda bisa memilih kwetiau goreng dan kwetiau siram. Rasanya sedikit berbeda dengan kwetiau yang sering dijumpai di Jakarta. Teksturnya kenyal dan dicampur dengan tauge, sawi, serta potongan-potongan daging sapi. Untuk kwetiau siram, kwetiau yang telah dimasak disiram dengan kuah kental yang terbuat dari sagu.

 

(Foto: Utami Evi Riyani/Okezone)

"Kalau di sini yang paling favorit kwetiau gorengnya," tutur Aliong, pemilik kedai Kwetiau Sapi Ponti Aliong.

 (Baca Juga:Gendu Durian Jadi Kudapan Favorit Atlet Asian Games 2018 di Senayan)

Usai menikmati kwetiau, cobalah sotong pangkong. Ini merupakan sotong yang dikeringkan dan kemudian dipanggang. Menyantapnya dengan cara mencocol ke sambal petis. Rasa sotong yang asin bertemu dengan cita rasa sambal petis yang sedikit manis dan pedas terasa menggoyang lidah.

 

Kuliner lain yang patut Anda coba di sini adalah Sate Kuah Pontianak. Sate yang terbuat dari daging ayam ini disiram dengan bumbu kacang penuh rempah yang khas. Tidak sampai di situ, sate yang biasanya disajikan di dalam mangkuk ini akan disiram dengan kuah yang terbuat dari kaldu sapi.

 

Beralih ke minuman dan kudapan yang manis, datanglah ke kedai Kopi Aming. Kopi yang populer di Pontianak ini akan menyegarkan semangat Anda kembali. Di kedai ini, Anda juga bisa melihat foto-foto saat Presiden Jokowi mengunjungi Kopi Aming di Pontianak.

 (Baca Juga:Diabaikan Pelayan, Video Wanita Pesan Nasi Pakai Mikrofon Ini Jadi Viral)

Sambil menyeruput kopi dari cup plastik, Anda juga bisa melihat terampilnya salah satu pegawai yang bertugas menyajikan kopi dengan menarik-ulur kopi menggunakan dua wadah. Jangan lupa pula memesan roti srikaya, roti khas Pontianak yang dipanggang dan diolesi selai srikaya, rasanya dijamin berbeda dengan roti serupa lainnya.

 

Puas menikmati roti dan kopi, Anda bisa menyegarkan lidah dengan Es Krim Petrus. Es krim ini cukup unik karena disajikan menggunakan batok yang di dalamnya terdapat daging kelapa muda utuh. Topingnya menggunakan buah nangka, cincau, dan susu kental manis. Ada beberapa varian rasa es krim yang ditawarkan, mulai dari vanilla, stroberi, cokelat, hingga durian.

 (Baca Juga:Benarkah Makan Duren Bisa Bikin Mabuk? Ini 6 Mitos Lainnya soal Buah yang Tak Perlu Lagi Anda Percaya)

Selain itu, ada beberapa tenant lain yang akan membuat perut dan lidah Anda terasa terpuaskan. Sebut saja Soto Banjar, Rujak Idola Singkawang, Bubur Pedas Sambas, Sate Tulang Borneo, dan Bubur Ikan Aweng. Tak hanya makanan khas Kalimantan, pengunjung juga bisa menikmati kuliner khas Nusantara lainnya seperti sate maranggi, manuk londo Jogja, nasi campur, hingga bakso iga.

 

Untuk bertransaksi di sini, Anda harus menggunakan kartu yang telah diisi saldo. Sisa saldo kemudian bisa ditukarkan kembali dengan uang tunai di loket yang tersedia. Fetsival Kuliner Serpong dibuka pada 20 Agustus dan akan berlangsung hingga 16 September 2018.

Jangan lupa untuk memanjakan lidah dan perut Anda di festival ini. Booth-booth yang didesain dengan rumah Betang khas Kalimantan serta ornamen khas Dayak membuat pengunjung merasa seperti sedang berada di Tanah Borneo. Ditambah dengan alunan musik khas Banjar dan Dayak, suasana seperti membawa para perantau kembali ke kampung halaman.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini