nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masih Percaya kalau Sushi Itu Makanan Sehat? Coba Lihat Fakta Ini Dulu

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 29 Agustus 2018 10:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 29 481 1942904 masih-percaya-kalau-sushi-itu-makanan-sehat-coba-lihat-fakta-ini-dulu-4b6Tx3DQ9a.jpg Makan Sushi (Foto: Crossing)

BAGI Anda yang menyukai makanan Jepang tentu tidak asing lagi dengan sushi. Makanan yang satu ini sering diklaim sebagai makanan sehat dan bernutrisi. Pendapat ini juga disetujui oleh seorang ahli gizi dan profesor Nutrisi di Mayo Clinic, Katherine Zeratsky.

Menurutnya sushi memiliki kandungan yang sehat. Sushi biasanya diisi dengan ikan segar, dibungkus dengan lembaran rumput laut tipis, dan disajikan dalam gulungan kecil yang rapi. Walaupun begitu, bukan berarti sushi harus dikonsumsi secara rutin atau diharapkan dapat membantu menurunkan berat badan.

Salah satu masalah terbesar terkait sushi adalah mengontrol porsi makannya. Seperti yang diketahui, sushi biasanya disajikan dalam beberapa potongan kecil. Hal ini membuat sejumlah orang berpikiran kalori sushi rendah sehingga memakannya terus menerus. Padahal meskipun potongannya kecil, sushi dapat memiliki banyak kalori.

 Baca juga: Tak Perlu Baru, Coba The Hook Gaya Bercinta Klasik yang Bisa Buat Pria Terjepit

Dalam satu gulungan sushi yang dipotong menjadi 6-9 potong dapat berisi sebanyak 500 kalori. Belum lagi bila sushi diisi dengan topping tertentu yang kandungan kalorinya bisa lebih tinggui. "Mata kita mungkin menganggap nutrisi yang didapatkan dari potongan kecil sushi belum cukup memenuhi kebutuhan tubuh. Namun sebenarnya itu bisa jadi keliru. Ditambah bila selain memakan sushi ada makanan pembuka, makanan penutup, atau minuman yang tinggi kalori," jelas Katherine seperti yang dikutip Okezone dari Time, Rabu (29/8/2018).

 

Sebagian besar kalori pada sushi berasal dari beras putih lengket yang digulung. Nasi sushi biasanya dibuat dengan menambahkan cuka dan gula pada beras. Hal ini jelas membuat nasi mengandung kalori lebih tinggi. Nasi sushi yang lengket dan manis ini juga dipadatkan sehingga kelihatannya sedikit padahal tetap banyak. Kondisi ini membuat seseorang makan sushi dengan tidak terkontrol.

Akan tetapi, Katherine menjelaskan bila sushi dapat menjadi benar-benar makanan sehat. "Selama kita berhati-hati tentang cara memakan dan memilih jenis sushi dipesan, makanan itu bisa baik," tambahnya. Dia pun membagikan beberapa tips agar sushi bisa menjadi makanan yang sehat

Pertama, pilih gulungan sushi yang tepat. Bahan-bahan yang terselip di dalam nasi merupakan faktor penentu terbesar dalam kandungan nutrisi. Ikan biasanya rendah kalori, tinggi protein, dan dikemas dengan nutrisi kuat seperti omega-3. Sehingga pilihlah jenis yang seperti itu. Bisa juga disertakan sayuran kukus yang segar dan kaya serat serta alpukat. Sebaliknya, hindari sushi yang memiliki saus berbasis mayones, sayuran goreng, atau tempura.

Kedua kurangi saus seperti mayones, saus sambal, dan saus kedelai. Saus dengan cepat meningkatkan kadar natrium dan lemak pada sushi. Bagi yang ingin tetap merasakan saus, cukup tempelkan di ujung lidah dibanding mencelupkan sushi ke saus. Bisa juga hanya sekadar diperciki di atas sushi.

 BACA JUGA:

Tato Burung Phoenix Milik Atlet Voli Kristina Karapetyan yang Bikin Pria-Pria Gagal Fokus

Ketiga, pilihlah sushi dengan ikan mentah berkualitas. Alasannya karena makanan mentah dapat meningkatkan beberapa risiko yang berkaitan dengan bakteri dan parasit. Ikan yang sudah dibiarkan lebih dari 90 jam dapat membawa masalah. Ibu hamil dan anak-anak tidak disarankan mengonsumsi ikan mentah karena adanya kemungkinan kandungan merkuri.

Terakhir, tingkatkan pesanan sushi. Cobalah mengganti beras untuk sushi dengan beras merah karena lebih tinggi serat dan menjaga perut tetap kenyang dalam waktu lama. Kemudian pilihlah sushi yang dibungkus dengan mentimun atau memesan sashimi (irisan tipis ikan segar yang disajikan tanpa nasi).

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini