nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Vaksin MR Dinyatakan Haram, Menkes: Yang Berlisensi WHO Cuma Satu

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 29 Agustus 2018 23:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 29 481 1943340 vaksin-mr-dinyatakan-haram-menkes-yang-berlisensi-who-cuma-satu-y581UruMLN.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

DALAM Fatwanya, MUI menyebutkan bahwa vaksin measles rubella (MR) hukumnya mubah. Meski haram, masyarakat diperbolehkan vaksin meski bahan bakunya mengandung babi.

Namun demikian, pemerintah terus mengupayakan ketersediaan vaksin MR yang halal. Sayang, tidak mudah didapatkan, karena hanya satu produsen di dunia yang menyediakan vaksin tersebut.

Menteri Kesehatan RI Prof Dr dr Nila F Moeloek, SpM(K) menanggapi upaya ketersediaan vaksin MR halal. Apalagi setelah fatwa nomor 33 yang ternyata masih menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

"Sertifikasi halal belum ada, tapi fatwa diedarkan. Sudah dilihat apa saja kebutuhannya yang harus disampaikan ke produsen di India," terangnya kepada Okezone di Teluk Bintuni, Papua Barat.

Baca Juga: Potret Kecantikan Sabina Altynbekova, Atlet Voli Putri Kazakhstan yang Memesona

Dia menambahkan, mesti ada upaya khusus dalam menyediakan jenis vaksin yang halal supaya masyarakat tidak Ada lagi yang ragu. Mengingat produsen yang dipercaya hanya ada satu yakni Serum Institute of India (SII).

"Dalam penyediaan vaksin halal terus kami upayakan cepat ada. Tapi produsen vaksin MR yang ada lisensi WHO ya hanya satu, di India," tuturnya.

Untuk meyakinkan masyarakat, pemerintah daerah harus berkomitmen menjaga kesehatan masyarakat. Edukasi akan terus dilakukan bila ada masyarakat yang menolak.

Bahkan, Menkes Nila mendatangi daerah-daerah terpencil atau yang sulit dijangkau karena hambatan akses. Seperti kali ini, dia mengunjungi Kabupaten Teluk Bintuni di Papua Barat untuk meninjau langsung pelaksanaan program vaksin MR.

Baca Juga: Antusiasme Turis Asing saat Berpose dengan Mayat di Festival Ma nene Toraja

Beberapa waktu lalu, PT Bio Farma, pembuat vaksin milik BUMN, ingin mengupayakan adanya vaksin MR halal. Namun, prosesnya butuh waktu panjang karena harus menciptakan bahan rekombinan.

"Bahan rekombinan atau rekayasa genetik bisa dipakai sebagai bahan vaksin. Tapi pengembangannya sangat lama, bisa 10-20 tahun," ujar Direktur PT Bio Farma Rahman Rustan.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini