Diresmikan Menteri PPPA, Provinsi Gorontalo Deklarasikan Kota Layak Anak

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 30 Agustus 2018 09:31 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 30 196 1943432 diresmikan-menteri-pppa-provinsi-gorontalo-deklarasikan-kota-layak-anak-bRtNUJwThu.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KEMENTERIAN Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), menggelar kampanye gerakan Bersama Lindungi Anak (Berlian) dibarengi dengan deklarasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) se Provinsi Gorontalo, Rabu 29 Agustus 2018.

Dalam sambutannya, Menteri PPPA Yohana Yembise mengatakan untuk mewujudkan KLA, setidaknya ada 24 indikator yang harus di capai setiap daerah. Indikator tersebut dibagi dalam lima klaster hak anak, yaitu hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, serta perlindungan terhadap anak.

Namun, hingga saat ini belum ada provinsi di Indonesia yang mendapat predikat provinsi layak anak. Karenanya, diperlukan beberapa sertifikasi dan apresiasi yang harus dilaksanakan. Apresiasi KLA ini di katerogikan dalam kelompok pratama, madya, nindya, utama, dan KLA.

“Memang membutuhkan waktu dan kerja keras untuk merealisasikannya. Yang sudah mendapatkan penghargaan madya baru Kabupaten Gorontalo. Penghargaannya diserahkan pada peringatan Hari Anak Nasional di Surabaya, beberapa waktu lalu,” tuturnya.

Baca Juga: Foto Bayi Ini Viral, Kisahnya Sangat Menyentuh di Balik Ribuan Suntikan!

Wanita asal Papua itu menambahkan, urusan perempuan dan anak adalah urusan wajib setiap pemerintah daerah. Dia pun meminta agar pemerintah jangan takut memberikan dan menambah anggaran untuk program perempuan dan anak.

“Forum anak harus ada di semua Kabupaten/Kota dan harus dilibatkan dalam Musrembang. Bilamana mereka meminta fasilitas, mohon agar diperhatikan. Tidak rugi mengurus anak-anak, tidak rugi mengurus perempuan, karena merekalah yang akan menyelamatkan bangsa ini,” jelas Yohana.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim menegaskan bahwa acara deklarasi Kabupaten/Kota Layak Anak (Berlian) ini bukan hanya sekadar seremonial semata, tetapi merupakan sebuah pertemuan untuk menghormati hak-hak anak di seluruh dunia.

Selain itu, acara ini juga mendorong peningkatan kualitas pola pengasuhan anak sebagai penerus bangsa. Dia mengatakan, mewujudkan Indonesia ramah anak bukanlah pekerjaan yang mudah. Semua pihak harus bekerja sama, tidak bisa parsial atau sektoral.

Baca Juga: Sederet Kisah Keajaiban Medis di Luar Nalar, Kepala Putus Tapi Masih Bisa Hidup

Berdasarkan data yang ada, kekerasan fisik terhadap anak relatif menurun. Namun kekerasan dalam bentuk psikis dan verbal masih sering terjadi. Oleh karena itu, Pemprov Gorontalo akan terus berupaya agar pemenuhan hak dan perlindungan anak dapat berjalan optimal.

“Kita ketahui bersama, pemenuhan hak dan perlindungan anak di sejumlah daerah belum optimal. Masih banyak anak yang tidak memiliki akte kelahiran, informasi yang belum ramah anak, mudah mengakses konten pornography, serta terbatasnya wadah partisipasi anak. Demikian pula di bidang pendidikan dan kesehatan,” ujar Idris.

Dikeluarkannya Perda No. 1 Tahun 2018 tentang Perlindungan Anak dan Perempuan, diharapkan dapat mendukung program Provinsi Layak Anak serta memutus mata rantai kekerasan terhadap anak.

“Program kota layak anak itu dapat dilaksanakan dengan mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak. Instrumennya terdiri dari pengembangan Kabupaten/Kota layak anak, pembentukan forum anak, kampanye gerakan perlindungan anak, pembentukan pusat pelayanan terpadu, dan pemberdayaan perempuan dan anak,” tukasnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, Walikota Gorontalo H. Marten A. Taha, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Paris R.A Jusuf, Kapolda Gorontalo Rachmad Fudail, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo H. Anis Naki, serta bupati dan wali kota se Provinsi Gorontalo.

Mereka ikut menandatangani deklarasi “Membangun Provinsi Gorontalo Menuju Provinsi Layak Anak” yang disaksikan langsung oleh Menteri PPPA Yohana Yembise.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini