nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Kecelakaan pada Anak saat Berada di Rumah, Yuk Cegah Sebelum Terlambat

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 30 Agustus 2018 15:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 30 196 1943575 5-kecelakaan-pada-anak-saat-berada-di-rumah-yuk-cegah-sebelum-terlambat-5lAIGeFWAz.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KETIKA kita memiliki anak kecil, tentu harus memberikan perhatian ekstra kepadanya. Faktanya, tempat yang dianggap orang sebagai yang paling aman, rumah, menyembunyikan banyak 'bahaya'.

Jika orangtua meleng sedikit saja, tidak jarang anak malah mendapatkan cedera serius. Padahal, banyak kecelakaan yang terjadi di dalam dan di sekitar rumah dapat dihindari.

Nah, dengan mengidentifikasi dan memahami potensi risiko kecelakaan di rumah, Anda dapat mengambil beberapa langkah keselamatan dasar yang akan menjaga anak-anak Anda tetap aman.

“Jatuh adalah jenis kecelakaan yang paling umum terjadi di sekitar rumah, memberikan kontribusi lebih dari 50 persen kasus,” kata Dr Mohammed Shakeel, HOD-Darurat Trauma, Rumah Sakit Fortis.

Baca Juga: Deretan Atlet yang Punya Paras Cantik, Pasti Bikin Kamu Gagal Fokus!

Berikut adalah hal-hal yang bisa mencelakakan si kecil di dalam rumah, seperti dilansir Okezone dari The Health Site.

1. Jatuh

Gaya berjalan yang tidak stabil pada balita, keberadaan benda di lantai, kurangnya pengawasan, rasa ingin tahu anak, kurangnya perlindungan di tempat tidur dan masih banyak hal lainnya, menyebabkan anak-anak sering jatuh.


Pencegahan:

- Jauhkan lantai dari mainan dan penghalang

- Pengawasan ketat saat balita belajar berjalan

- Jaga lantai selalu kering

- Pastikan pengaman di tempat tidur bayi terpasang dengan benar

- Selalu gunakan sabuk pengaman yang dipasang dengan aman di kereta dorong bayi, kursi dorong atau kursi tinggi


Pertolongan Pertama:

Jika mengalami goresan dan memar yang berkelanjutan karena jatuh, harus dibersihkan dengan benar dan dikompres untuk sementara waktu guna menghentikan pendarahan. Jika tidak ada perdarahan atau cedera ringan, lukanya dapat dibalut. Segera cari pertolongan medis untuk cedera serius.


2. Jari terjepit

Ini adalah cedera ekstremitas yang paling umum di antara anak-anak. Karena ujung jari sangat sensitif, anak Anda akan segera menangis kencang bila jarinya terjepit. Biasanya hal ini membuat perdarahan, atau pelepasan ujung jari.


Pencegahan:

Pengawasan menyeluruh dapat menjadi satu-satunya pencegahan di sini.


Pertolongan pertama:

- Saat ujung jari berdarah, cucilah dengan air dan tutup dengan kain lembut, steril atau bersih dan gunakan kompres es untuk menghilangkan rasa sakit dan bengkak.

- Jika pembengkakan ringan, Anda dapat membiarkan jari untuk sembuh sendiri. Tetapi waspadai rasa sakit, bengkak, pendarahan, demam dalam 2 hari setelah cedera. Carilah perawatan medis segera untuk jari kejang atau perdarahan yang berlebihan.

- Untuk jari yang robek atau terlepas, bersihkan jari dengan lembut, tutup dengan kain kasa yang direndam garam, masukkan ke dalam kantong kedap air dan letakkan di atas kompres es. Jangan letakkan bagian tersebut langsung di atas kompres es.

Baca Juga: Gara-Gara Ganti Baju di Lapangan, Pemain Tenis Cantik Ini Dikenai Denda


3. Hidung tertusuk

Anak-anak yang lebih muda dari 5 tahun sering menempatkan benda asing, ke hidung mereka. Kadang-kadang mereka mencontoh anak-anak lain atau mereka secara tidak sengaja menghirup benda asing itu sambil mencoba menciumnya.

Dalam banyak kasus, benda-benda itu lunak atau kecil seperti tanah liat, potongan mainan, manik-manik, busa, penghapus dan makanan. Gejala yang paling umum dari benda asing di hidung adalah drainase hidung. Drainase hanya muncul di sisi hidung dengan objek, dan sering memiliki bau yang buruk. Terkadang suara seperti siulan terdengar saat anak Anda bernafas.


Pertolongan Pertama:

- Letakkan mulut Anda di mulut anak Anda seperti berciuman. Pegang lubang hidung yang tidak tertutup dengan jari, tiup dengan lembut ke mulut anak Anda; ini dapat mengeluarkan benda asing.

- Jika tidak bisa, cepat larikan anak Anda ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

4. Sulit bernafas


Keingintahuan anak tentang benda asing tak jarang membuat mereka menelan benda asing. Selain iitu, ada beberapa hal yang bisa membuat anak Anda sulit bernafas, entah karena kepalanya tertutupi selimut, bantal, atau karena posisi tidurnya.

Pencegahan:

- Pilih mainan yang sesuai dengan usia anak-anak. Hindari mainan dengan bagian-bagian kecil yang bisa dilepas

- Benda kecil, tali dan tas plastik harus dijauhkan dari jangkauan anak-anak

- Anak-anak tidak boleh bermain sembari makan

- Jangan pernah menggunakan bantal atau selimut tebal untuk bayi di bawah usia satu tahun

- Jangan pernah meninggalkan anak-anak sendirian di bak mandi atau baskom berisi air

Pertolongan pertama:

Jangan panik! Kenali penyebabnya, jika memang tidak bisa ditangani sendiri segera panggil bantuan atau bawa anak Anda ke Ruang Gawat Darurat terdekat.

5. Keracunan makanan

Keracunan makanan, menelan obat yang tidak disengaja, detergen, insektisida dan lainnya bisa menjadi salah satu kekhawatiran tersendiri. Bagaimana tidak, anak-anak memiliki kebiasaan mengenali sesuatu dengan memasukan ke mulut.

Pencegahan:

- Simpan obat-obatan dan bahan kimia dari jangkauan anak-anak, simpan di lemari yang terisolasi dan terkunci.

- Selalu simpan bahan kimia di wadah aslinya dengan label yang sesuai.

- Pastikan mainan, peralatan makan, dan bahan stasioner yang dibeli untuk anak memenuhi standar internasional.

Pertolongan pertama:

Periksa anak jika jalan napasnya bersih (misalnya bisa bicara, menangis atau tidak); jika bernafas sudah cukup (perhatikan warna wajah dan laju pernapasan). Jika anak tidak sadar tetapi jalan nafasnya bersih, bernapas normal, tempatkan dia di posisi menyamping. Jika Anda membawanya ke Ruang Gawat Darurat, jangan lupa bawa sisa-sisa obat yang diminum.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini