nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Doa & Hal-Hal Penting yang Perlu Dilakukan Jamaah Haji Sepulang dari Tanah Suci

Annisa Aprilia, Jurnalis · Kamis 30 Agustus 2018 16:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 30 196 1943657 doa-hal-hal-penting-yang-perlu-dilakukan-jamaah-haji-sepulang-dari-tanah-suci-twQAk2f5U1.jpg

KETIKA selesai melakukan ritual haji yang ditandai dengan pelaksanaan tawaf wada (perpisahan), para jamaah pun kembali ke Tanah Air masing-masing. Rasa bahagia dan bangga tentu terasa dalam dada. 

Rindu pada keluarga dan sanak saudara menggebu mengharap temu, hingga rasanya ingin segera pulang, dan tiba di rumah. Namun, setibanya di Tanah Air nanti, para jamaah tidak dianjurkan langsung memasuki rumah. 

Ada beberapa amalan yang perlu dilakukan oleh jamaah haji. Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadits Indonesia Ustadz Fauzan Amin menyatakan amalan tersebut terbagi atas sunnah yang artinya dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan ada pula yang bersifat anjuran biasa, berikut penjelasan Ustaz Fauzan lewat pesan singkatnya pada Okezone, Kamis (30/8/2018).

1. Salat sunah qudum

 Jamaah haji disunnahkan untuk salat sunah qudum sebelum memasuki rumahnya. Salat ini pun dilakukan oleh nabi ketika ia tiba di kampung halaman setelah menunaikan ibadah haji.

"Sebelum ia masuk ke rumahnya, Rasulullah mengerjakan dua rakaat salat di masjid yang biasa dipakainya untuk berjamaah. Dari Jabir bin Abdullah, berkata: 

خَرَجْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزَاةٍ، فَأَبْطَأَ بِي جَمَلِي وَأَعْيَا، ثُمَّ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلِي، وَقَدِمْتُ بِالْغَدَاةِ فَجِئْتُ الْمَسْجِدَ فَوَجَدْتُهُ عَلَى بَابِ الْمَسْجِدِ. قَالَ: الآنَ حِينَ قَدِمْتَ؟ قُلْتُ: نَعَمْ. قَالَ: فَدَعْ جَمَلَكَ وَادْخُلْ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ. قَالَ: فَدَخَلْتُ فَصَلَّيْتُ ثُمَّ رَجَعْتُ

Artinya:

Aku pernah pergi bersama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pada suatu peperangan. Lalu tiba-tiba untaku berjalan melambat dan kondisinya melemah. Ketika itu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah sampai sebelumku, sedang aku baru sampai pada pagi hari. Kemudian aku pergi ke masjid dan aku mendapati beliau berada di depan pintu masjid. Beliau berkata: ”Apakah engkau baru tiba?” 

“Ya”, jawabku. Beliau bersabda, ”Tinggalkan untamu, masuklah (ke masjid) dan kerjakan salat dua rakaat”, lanjut beliau. Lalu aku pun masuk (masjid) dan mengerjakan shalat kemudian pulang.” (HR. Al-Bukhari, no. 2097, Muslim, no. 715)," jelasnya. 

2. Mendoakan tamu 

Setibanya di rumah, jamaah haji telah ditunggu oleh keluarga, sanak saudara, dan tetangga yang menyambut kepulangannya. Sunnah yang ketiga bagi orang yang baru pulang haji dan disarankan untuk dilaksanakan ialah mendoakan tamu-tamu yang datang. Berikut doa yang dipanjatkan:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُبَلِّغُنَا بِهَا حَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ, وَزِيَارَةِ قَبْرِ نَبِيـِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, فِيْ لُطْفٍ وَعَافِيَةٍ وَسَلاَمَةٍ وَبُلُوْغِ الْمَرَامِ, وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَبَارِكْ وَسَلَّمَ.

اّللَّهُمَّ اجْعَلْنَا حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًا مَشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعَمَلاً صَالِحًا مَقْبـُولاً وتِحَارَةً لَنْ تَبُوْرَ. يَاعَالِمَ مَافِى الصُّدُوْرِ أَخْرِجْنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ

رَبِّ أَدْخِلْنَا مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِ جْنَا مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيْرًا

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَجِنَا وَذُرِّيَاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُوْنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَاماً رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْياَ حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارَ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى المُرْسَلِيْنَ وَاْلحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ 

Artinya:

Aku berlindung dari godaan setan yang terkutuk. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Ya Allah, limpahkanlah salawat kepada Nabi Muhammad, sampaikanlah kami ke Baitul Haram dan berkunjung ke makam Nabi Muhammad dengan lancar dalam keadaan sehat, selamat, dan terkabul yang diinginkan, dan atas keluarga dan sahabatnya semua. 

Ya Allah, jadikanlah haji kami haji yang mabrur (penuh kebaikan), perjalanan hidup yang penuh rasa syukur, dosa yang terampuni, usaha yang tidak pernah rugi, amal saleh yang selalu diterima. Wahai Dzat yang maha tahu isi hati makhluk-Nya, keluarkanlah kami dari kesesatan menuju cahaya petunjuk-Mu yang benar. 

Ya Allah, masukkanlah kami dalam segala situasi dan kondisi dengan cara yang Engkau ridai dan dengan cara yang terhormat. Keluarkanlah kami dari mana saja dengan keridaan dan kemuliaan-Mu pula. 

Berikanlah kekuatan kepada kami, dari karunia-Mu, yang dapat membela kami melawan musuh. Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. 

Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka. Maha Suci Rabbmu, Yang Memiliki Keperkasaan (lzzah), dari apa yang mereka katakan. Keselamatan semoga dilimpahkan kepada para rasul. Dan segala puji bagi Allah, Rabb seru sekalian alam. 

3. Menambah amal saleh 

Amalan yang ketiga ini menurut Ustaz Fauzan Amin bersifat anjuran. Pasalnya, menambah amal saleh bisa jadi tolok ukur ibadah haji seseorang. "Menambah amal saleh juga dianjurkan untuk dilakukan, karena bisa menjadi ukuran atau indikasi haji seorang mabrur atau tidak," paparnya. 

4. Memotivasi 

Saat banyak tamu yang datang menyambut, biasanya dilakukan syukuran di rumah orang yang baru pulang haji. Setelah syukuran selesai, mereka pun berbincang-bincang, orang yang baru pulang haji akan menceritakan pengalamannya pada keluarga, sanak saudara, dan tetangga. Namun, tidak hanya cukup membagikan pengalaman saja, orang yang baru pulang haji pun perlu memotivasi keluarga, sana saudara, dan tetangganya itu. 

"Memotivasi orang lain agar semangat naik haji bagi yang sudah mampu adalah anjuran yang kelima," ulasnya. 

Tradisi penyambutan jamaah haji 

Di antara kemeriahan sambutan kepulangan jamaah haji, ada satu ritual yang penting dilakukan, yaitu syukuran dan pengajian. Setelahnya baru ada momen membagikan cerita pengalaman jamaah haji selama berada di Tanah Suci dan beribadah di sana. 

"Tradisi penyambutan jamaah haji biasanya dilakukan dengan melakukan syukuran, pengajian, mendengarkan cerita-cerita pengalaman saat berada di Arab Saudi dan lainnya. Tradisi ini tidak hanya ada di Indonesia. Namun, juga ada di berbagai negara seperti Iran, Irak, Mesir, dll," jelas Ustaz Fauzan. 

Hadits penyambutan kepulangan jamaah haji 

Masih dalam penjelasannya Ustaz Fauzan, keluarga dan masyarakat akan menyalami dengan cara memeluk bahkan ada mencium jamaah haji. Kemudian, mereka pun meminta doa dengan harapan mendapatkan keberkahan dan selanjutnya mereka duduk bercengkrama dan menikmati hidangan yang disuguhkan. 

"Tradisi atau budaya seperti ini merupakan sebuah ibadah yang memiliki tuntunan serta landasan syariat. Hukum menyambut jamaah haji lanjutnya adalah sunah sebagaimana ditegaskan Imam Bukhori dalam kitab Shohih Bukhori Juz 6, halaman 307 yang menyebutkan bahwa para sahabat menyambut kedatangan Rasulullah SAW pulang dari perjalanan," imbuhnya. 

Dalam hadis tersebut yang menceritakan tentang kepulangan Rasulullah saw, para sahabat menyambut kedatangannya dari perjalanan, yang artinya: 

"Ketika Nabi SAW datang di Mekkah, anak-anak kecil bani Abdul Muthalib menyambut kedatangan beliau. Lalu Nabi SAW menggendong salah satu dari mereka di depan dan yang lain di belakang" mengutip hadis tersebut. 

Hadis dari sahabat Abdulah bin Ja’far, beliau menceritakan: 

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ تَلَقَّى بِنَا، فَتَلَقَّى بِي وَبِالْحَسَنِ أَوِ الْحُسَيْنِ، قَالَ: فَحَمَلَ أَحَدَنَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَالْآخَرَ خَلْفَهُ حَتَّى دَخَلْنَا الْمَدِينَةَ.

Artinya:

Ketika Rasulullah Saw datang dari perjalanan kami meyambutnya. Beliau menghampiriku, Hasan, dan Husain. Lalu beliau menggendong salah satu diantara kami di depan, dan yang lain mengikuti di belakang beliau hingga kami masuk kota Madinah,” (HR, Muslim).

(Lihat kitab: Shahih Muslim, juz 4 hal 185). 

Hukum meminta doa pada jamaah haji 

Saat sedang syukuran dan pengajian, lanjut dengan membagikan cerita, biasanya di sela-sela kegiatan penyambutan, masyarakat akan meminta doa pada jamaah haji. Ternyata kebiasaan ini tidak hanya sekadar hal yang sudah sering dilakukan, tapi juga memiliki landasan hukum, yaitu sunnah, sebagaimana yang dijelaskan oleh Ustaz Fauzan. 

"Sementara hukum minta doa kepada jamaah haji adalah di sunnahkan sebagaimana yang di jelaskan oleh Imam Nawawi dalam Kitab Majmu' Syarah al Muhadzab. Dan untuk hukum jamuan dan hidangan, menurut Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu' Syarah Muhadzdzab hukumnya sunnah, 'Baik yang menyediakan makanan itu orang yang baru pulang safar atau disediakan orang lain,'" jelasnya. 

Rasulullah Saw pernah bersabda: 

إِذَا لَقِيتَ الْحَاجَّ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَصَافِحْهُ، وَمُرْهُ أَنْ يَسْتَغْفِرَ لَكَ قَبْلَ أَنْ يَدْخُلَ بَيْتَهُ، فَإِنَّهُ مَغْفُورٌ لَهُ رَوَاهُ أَحْمَدُ 

Artinya:

Ketika engkau bertemu dengan orang yang haji, ucapkanlah salam padanya dan berjabat tanganlah dengannya, serta mintalah doa ampunan kepadanya sebelum ia memasuki rumahnya. Karena sesungguhnya dia merupakan orang yang telah terampuni” (HR. Ahmad) lihat kitab (Al-Falihin, juz 3 hal 237). 

Ada pun doa yang pernah diucapkan oleh Nabi Muhammad Saw. Sebagaimana dalam redaksi hadis: 

للَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْحَاجِّ، وَلِمَنِ اسْتَغْفَرَ لَهُ الْحَاجُّ 

“Ya Allah, ampunilah dosa orang yang berhaji. Dan dosa orang yang dimintakan ampunan oleh orang yang berhaji” (HR. Muslim) (lihat kitab: Faidh Al-Qodir, juz 2 hal 101).

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini