nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Generasi Milenial Bisa Lestarikan Air dengan Cara Ini

Annisa Aprilia, Jurnalis · Kamis 30 Agustus 2018 18:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 30 196 1943750 generasi-milenial-bisa-lestarikan-air-dengan-cara-ini-7ZFB4xSyIF.jpg Lingkungan hidup (Foto: Ist)

JAKARTA sebagai salah satu kota metropolitan terbesar di Indonesia menyediakan segala sesuatunya dengan mudah. Kemudahan ini lantas membuat pendudukanya kurang memedulikan lingkungan sekitarnya, termasuk persediaan air bersih.

Kaum urban, khususnya generasi milenials kerap tidak acuh terhadap penggunaan air, cenderung boros dan menghambur-hamburkan. Padahal, di belahan Indonesia lain, atau bahkan beberapa daerah di Jakarta masih sulit mendapatkan air, sekadar untuk minum sekalipun.

"Kondisi air bersih secara general bisa dibilang bagus, akses air bersih gampang, tapi hal itu pula yang jadi alasan karena kita mudah akses air jadi mudah menyia-nyiakannya, take water for granted. Padahal, kita suka lupa kalau kondisi Jakarta kadang kekurangan air di beberapa tempat, seperti daerah utara, untuk air bersih harus beli," ujar Alfit Saputro, karyawan swasta, salah seorang Sobat Air ADES, dalam kesempatan Konferensi Pers ADES, Jakarta, Kamis (30/8/2018).

 Baca Juga: Potret Kecantikan Sabina Altynbekova, Atlet Voli Putri Kazakhstan yang Memesona

Lebih luas, salah satu daerah yang sulit mendapatkan atau persediaan airnya sedikit menurut Alfit adalah Gunung Kidul. Menurutnya, kawasan tersebut termasuk kawasan kering, tumbuh-tumbuhannya meranggas, tanah merahnya retak-retak, tapi dengan adanya pejuang air bernama Sugeng dan telah membuat embung, dia mampu membuat perbedaan dengan desa lain.

 

"Sebenarnya sadar dari diri sendiri dulu sih, aku saat ikut ini sangat menyadari masalah sulitnya air bukan hanya tanggungjawab orang-orang di sana tapi dari kita juga. Misalnya, kita minum air dalam kesamasan disisakan sedikit atau tidak dihabiskan, bagi kita mungkin tidak berpengaruh, tapi ada orang-orang di luar sana yang kesulitan, untuk mencuci saja mungkin harus tunggu hujan dulu. Sisa sedikit kan kalau dikumpulkan misal satu juta orang mungkin bisa membantu orang lain, kita segampang itu mendapatkan air," ujarnya.

Bagi Alfit untuk dapat berkontribusi dalam konservasi atau pelestarian air tidak perlu terjun langsung ke daerah tersebut. Tapi, generasi milenials pun bisa memulainya dari diri sendiri.

"Misalnya mandi, air tidak perlu dipakai berlebihan, shower kalau lagi sabunan dimatiin, atau pokoknya dipakai seperlunya. Cuci mobil atau motor, airnya tidak perlu terlalu berlebihan. Minum saat makan di restoran kita sering ninggalin atau menyisakan air, kalau digabungin bisa berarti banget buat orang lain. Keliatan kecil karena personal tapi kalau bisa memengaruhi orang lain bisa berdampak besar," ungkapnya.

BACA JUGA:

 Gara-Gara Ganti Baju di Lapangan, Pemain Tenis Cantik Ini Dikenai Denda

Alfit sebagai perwakilan generasi milenials Jakarta mengaku tidak ingin menghentikan langkahnya untuk peduli pada lingkungan dan pelestarian air di Indonesia. Dengan teman-teman dan kenalan yang dia miliki, Alfit berharap bisa membuat sebuah proyek untuk menyelesaikan masalah lingkungan yang ada.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini