nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Stop Belajar hingga Begadang, Tidur yang Cukup Bagus untuk Memori Otak!

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Kamis 30 Agustus 2018 20:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 30 481 1943601 stop-belajar-hingga-begadang-tidur-yang-cukup-bagus-untuk-memori-otak-gnJKDSpfYP.jpg Belajar

BANYAK mahasiswa memiliki kebiasaan khas, yaitu begadang semalaman sebelum ujian, berusaha menghafalkan sebanyak mungkin yang mereka bisa. Tetapi "itu hal terburuk yang bisa Anda lakukan", kata Jakke Tamminen, dosen psikologi di Royal Holloway University Inggris memperingatkan.

Wajar kalau ia bilang begitu. Tamminen adalah pakar yang meneliti bagaimana tidur memengaruhi memori, khususnya ingatan yang dibutuhkan untuk bahasa.

Ada pula hal lain yang disukai mahasiswa: belajar sambil tidur (sleep learning) – yaitu memutar rekaman pelajaran bahasa selama tidur dengan harapan pelajaran tersebut akan membekas di otak secara subliminal. tapi, katanya pula, itu hanyalah sekadar mitos.

 Baca juga: Gara-Gara Ganti Baju di Lapangan, Pemain Tenis Cantik Ini Dikenai Denda

Tidur

Justru tidur itu sendiri sangat penting untuk melekatkan pengetahuan di otak. Dan penelitian Tamminen dkk, menunjukkan sebab musababnya.

Dalam proyek penelitian Tamminen yang sedang berlangsung, para partisipan belajar kosakata baru, kemudian terjaga sepanjang malam. Tamminen membandingkan ingatan mereka tentang kata-kata itu setelah beberapa malam, kemudian setelah seminggu.

Bahkan setelah 'membayar' tidur yang kurang itu selama beberapa malam, ada perbedaan substansial dalam seberapa cepat mereka mengingat kosakata tersebut dibandingkan peserta di kelompok kontrol yang tidak mengalami kurang tidur.

"Tidur sebenarnya adalah bagian penting dari belajar," kata Tamminen.

"Meskipun Anda tidak belajar ketika Anda tidur, otak Anda masih belajar. Seakan-akan ia bekerja untuk Anda. Anda tidak bisa benar-benar mendapatkan manfaat penuh dari waktu yang Anda habiskan untuk belajar kecuali Anda tidur. "

 Baca juga: Potret Kecantikan Sabina Altynbekova, Atlet Voli Putri Kazakhstan yang Memesona

Kerja otak ketika tidur

Kami berada di Ruangan 1 laboratorium tidur Tamminen, sebuah kamar dengan satu tempat tidur, karpet berwarna-warni, dan hiasan kupu-kupu kertas yang dibingkai. Di atas tempat tidur ada mesin electroencephalography (EEG) kecil dan monitor untuk mendeteksi aktivitas otak setiap peserta penelitian melalui elektroda yang dipasangkan di kepala.

Alat itu mengukur tidak hanya aktivitas di berbagai wilayah otak (frontal, temporal, dan parietal), tapi juga tonus otot (melalui elektroda di dagu) dan gerakan mata (melalui elektroda di sebelah masing-masing mata).

 Tidur (Shutterstock)

Di ujung lorong adalah ruang kontrol, tempat para peneliti dapat mengamati secara langsung bagian yang aktif di otak setiap sukarelawan, untuk berapa lama, dan sejauh mana.

Mudah untuk mengenali kapan seorang partisipan berada di fase gerakan mata cepat (REM), berdasarkan aktivitas yang ditunjukkan dalam grafik E1 dan E2 (mata 1 dan mata 2).

 Baca juga: Antusiasme Turis Asing saat Berpose dengan Mayat di Festival Ma nene Toraja

Tapi yang lebih penting bagi penelitian Tamminen saat ini - dan peran tidur dalam pengembangan kemampuan bahasa secara umum - adalah fase non-REM dari tidur nyenyak yang disebut tidur gelombang lambat (slow-wave sleep, SWS).

SWS penting untuk membentuk dan mempertahankan ingatan, baik ingatan tentang kosakata, tata bahasa, atau pengetahuan lainnya.

Interaksi berbagai bagian otak adalah kunci di sini. Selama SWS, hipokampus, yang mahir dalam pembelajaran cepat, terus berkomunikasi dengan neokorteks, memperkuatnya untuk ingatan jangka panjang.

Jadi hipokampus mungkin mencatat kata baru yang dipelajari pada hari itu, tetapi untuk benar-benar memperkuat pengetahuan tersebut – menyadari pola dan menemukan kaitan dengan ide lain yang memungkinkan pemecahan masalah secara kreatif – sistem neokorteks perlu terlibat.

Lalu lintas informasi antara hipokampus dan neokorteks ini dipenuhi oleh pasak-pasak tidur—lonjakan aktivitas otak selama tak lebih dari tiga detik.

 Baca juga: 4 Hantu Perempuan Indonesia yang Melegenda, Cantik-Cantik Bikin Merinding!

"Pasak tidur entah bagaimana terkait dengan aktivitas menghubungkan informasi baru dengan informasi yang ada," kata Tamminen.

 Tidur

Dan data dari para partisipan penelitiannya menunjukkan bahwa orang-orang dengan pasak tidur lebih banyak mampu mengonsolidasikan lebih banyak kata-kata yang telah mereka pelajari.

Sementara Tamminen berfokus pada tidur gelombang-lambat, ada teori bahwa tidur REM juga berperan dalam perkembangan kemampuan bahasa, melalui mimpi yang terjadi selama tahapan siklus tidur ini.

Penelitian di laboratorium penelitian tidur dan mimpi di Universitas Ottawa Kanada menemukan bahwa otak para sarjana yang bermimpi dalam bahasa Prancis pada dasarnya mampu membantu mereka mempelajari bahasa tersebut.

Mimpi, bagaimanapun, lebih dari sekadar pengulangan apa yang terjadi pada siang hari. Penelitian telah menunjukkan bahwa wilayah otak yang mengatur logika (lobus frontal) dan emosi (amigdala) berinteraksi secara berbeda selama mimpi, memungkinkan pembentukan koneksi baru yang imajinatif pada si pembelajar bahasa.

Dan siswa yang mempelajari bahasa kedua secara intensif melakukan lebih banyak tidur REM. Ini memberi mereka lebih banyak waktu untuk mengintegrasikan apa yang mereka pelajari saat tidur—dan mendapatkan hasil yang lebih baik di siang hari.

Ritme di malam hari

Ada komponen genetik yang memengaruhi berapa banyak pasak tidur yang kita miliki. Ada juga faktor genetik yang mendasari jam internal kita, yang memberi tahu kapan waktunya untuk tidur dan bangun. Kita perlu mengikuti siklus alami ini demi mencapai puncak kinerja kognitif kita.

Hanya sedikit orang yang tahu lebih banyak tentang hal ini daripada Michael W Young, yang pada tahun 2017 dianugerahi Hadiah Nobel di bidang Fisiologi/Kedokteran atas penelitiannya tentang "gen jam", yang ia lakukan bersama dua rekan peneliti.

Baca juga: 4 Hantu Perempuan Indonesia yang Melegenda, Cantik-Cantik Bikin Merinding!

Young menjelaskan bahwa untuk berfungsi optimal – baik di sekolah, tempat kerja, atau area kehidupan lainnya – "Anda harus mencoba menciptakan kembali lingkungan ritmik".

Bagi seseorang dengan gaya hidup, lingkungan, atau gangguan tidur turunan yang menyebabkan gangguan pola tidur, salah satu "pertolongan pertama yang murah" ialah menggunakan tirai gelap di malam hari atau lampu terang di siang hari untuk meniru siklus cahaya/gelap alami sebanyak mungkin .

Tidur siang

Peran ritme sirkadian dalam proses belajar pada orang dewasa tidak perlu dipertanyakan lagi, tapi perannya mungkin lebih penting lagi bagi anak-anak.

Baca juga: Permintaan Uang Rp22 Juta/Tamu Ditolak, Wanita Ini Batalkan Pernikahannya

Anak-anak melakukan lebih banyak tidur gelombang-lambat daripada orang dewasa—yang mungkin menjadi salah satu faktor yang menjelaskan kenapa anak-anak lebih cepat belajar, baik dalam bahasa maupun area lainnya.

Laboratorium penelitian tidur anak di Universitas Tuebingen Jerman menyelidiki peran tidur dalam konsolidasi memori pada anak-anak. Pemantauan otak anak-anak saat tidur, dan berapa banyak informasi yang mereka pertahankan sebelum dan sesudah tidur, menunjukkan bahwa tidur membantu proses belajar dengan mengakses pengetahuan implisit (memori prosedural) dan membuatnya jadi eksplisit (memori deklaratif).

Orang dewasa juga bisa melakukan pengolahan informasi ini saat tidur di siang hari. Tapi seperti yang dijelaskan peneliti Katharina Zinke, "prosesnya berlangsung secara lebih efisien pada anak-anak".

"Efeknya lebih kuat pada usia dini karena otak sedang berkembang," kata Dominique Petit, koordinator Canadian Sleep and Circadian Network, yang juga meneliti ritme sirkadian pada anak-anak.

Dalam istilah praktis, ini berarti bahwa "anak-anak perlu tidur di siang hari untuk mengingat semua yang mereka pelajari".

Baca juga: Diabaikan Pelayan, Video Wanita Pesan Nasi Pakai Mikrofon Ini Jadi Viral

"Tidur siang pada anak-anak terbukti sangat penting untuk pertumbuhan kosakata, generalisasi arti kata-kata, dan abstraksi dalam pembelajaran bahasa," katanya.

"Walau tidur terus berperan penting untuk memori dan pembelajaran sepanjang hidup."

Tidur tidak hanya membantu mengakses informasi, ia juga mengubah cara informasi diakses. Ini tidak hanya membuat otak lebih fleksibel dalam mengambil informasi (atau mampu mengaksesnya dalam lebih banyak cara), tapi juga membuatnya lebih baik dalam memisahkan bagian paling signifikan dari informasi itu.

"Ini sebenarnya adalah proses aktif untuk memperkuat dan mengubah jejak memori," kata Zinke. "Memori ditransfer sedemikian rupa sehingga informasi terpenting (pokok) bisa diingat."

Jelas, bagi anak-anak maupun orang dewasa, tidur yang lama bukanlah pertanda kemalasan dalam belajar bahasa. Tidur sangatlah penting untuk kinerja otak dan ritme tubuh kita.

Jadi, setelah sesi belajar intens Anda berikutnya, ada baiknya Anda langsung tidur. Anda mungkin terkejut dengan seberapa banyak yang Anda serap keesokan paginya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini