nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Stop Belajar hingga Begadang, Tidur yang Cukup Bagus untuk Memori Otak!

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Kamis 30 Agustus 2018 20:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 30 481 1943601 stop-belajar-hingga-begadang-tidur-yang-cukup-bagus-untuk-memori-otak-gnJKDSpfYP.jpg Belajar

Ritme di malam hari

Ada komponen genetik yang memengaruhi berapa banyak pasak tidur yang kita miliki. Ada juga faktor genetik yang mendasari jam internal kita, yang memberi tahu kapan waktunya untuk tidur dan bangun. Kita perlu mengikuti siklus alami ini demi mencapai puncak kinerja kognitif kita.

Hanya sedikit orang yang tahu lebih banyak tentang hal ini daripada Michael W Young, yang pada tahun 2017 dianugerahi Hadiah Nobel di bidang Fisiologi/Kedokteran atas penelitiannya tentang "gen jam", yang ia lakukan bersama dua rekan peneliti.

Baca juga: 4 Hantu Perempuan Indonesia yang Melegenda, Cantik-Cantik Bikin Merinding!

Young menjelaskan bahwa untuk berfungsi optimal – baik di sekolah, tempat kerja, atau area kehidupan lainnya – "Anda harus mencoba menciptakan kembali lingkungan ritmik".

Bagi seseorang dengan gaya hidup, lingkungan, atau gangguan tidur turunan yang menyebabkan gangguan pola tidur, salah satu "pertolongan pertama yang murah" ialah menggunakan tirai gelap di malam hari atau lampu terang di siang hari untuk meniru siklus cahaya/gelap alami sebanyak mungkin .

Tidur siang

Peran ritme sirkadian dalam proses belajar pada orang dewasa tidak perlu dipertanyakan lagi, tapi perannya mungkin lebih penting lagi bagi anak-anak.

Baca juga: Permintaan Uang Rp22 Juta/Tamu Ditolak, Wanita Ini Batalkan Pernikahannya

Anak-anak melakukan lebih banyak tidur gelombang-lambat daripada orang dewasa—yang mungkin menjadi salah satu faktor yang menjelaskan kenapa anak-anak lebih cepat belajar, baik dalam bahasa maupun area lainnya.

Laboratorium penelitian tidur anak di Universitas Tuebingen Jerman menyelidiki peran tidur dalam konsolidasi memori pada anak-anak. Pemantauan otak anak-anak saat tidur, dan berapa banyak informasi yang mereka pertahankan sebelum dan sesudah tidur, menunjukkan bahwa tidur membantu proses belajar dengan mengakses pengetahuan implisit (memori prosedural) dan membuatnya jadi eksplisit (memori deklaratif).

Orang dewasa juga bisa melakukan pengolahan informasi ini saat tidur di siang hari. Tapi seperti yang dijelaskan peneliti Katharina Zinke, "prosesnya berlangsung secara lebih efisien pada anak-anak".

"Efeknya lebih kuat pada usia dini karena otak sedang berkembang," kata Dominique Petit, koordinator Canadian Sleep and Circadian Network, yang juga meneliti ritme sirkadian pada anak-anak.

Dalam istilah praktis, ini berarti bahwa "anak-anak perlu tidur di siang hari untuk mengingat semua yang mereka pelajari".

Baca juga: Diabaikan Pelayan, Video Wanita Pesan Nasi Pakai Mikrofon Ini Jadi Viral

"Tidur siang pada anak-anak terbukti sangat penting untuk pertumbuhan kosakata, generalisasi arti kata-kata, dan abstraksi dalam pembelajaran bahasa," katanya.

"Walau tidur terus berperan penting untuk memori dan pembelajaran sepanjang hidup."

Tidur tidak hanya membantu mengakses informasi, ia juga mengubah cara informasi diakses. Ini tidak hanya membuat otak lebih fleksibel dalam mengambil informasi (atau mampu mengaksesnya dalam lebih banyak cara), tapi juga membuatnya lebih baik dalam memisahkan bagian paling signifikan dari informasi itu.

"Ini sebenarnya adalah proses aktif untuk memperkuat dan mengubah jejak memori," kata Zinke. "Memori ditransfer sedemikian rupa sehingga informasi terpenting (pokok) bisa diingat."

Jelas, bagi anak-anak maupun orang dewasa, tidur yang lama bukanlah pertanda kemalasan dalam belajar bahasa. Tidur sangatlah penting untuk kinerja otak dan ritme tubuh kita.

Jadi, setelah sesi belajar intens Anda berikutnya, ada baiknya Anda langsung tidur. Anda mungkin terkejut dengan seberapa banyak yang Anda serap keesokan paginya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini