8 Hal Aneh tentang Seks dan Masturbasi yang Pernah Dipercaya Ilmuwan dalam Sejarah

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Kamis 30 Agustus 2018 22:35 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 30 481 1943660 8-hal-aneh-tentang-seks-dan-masturbasi-yang-pernah-dipercaya-ilmuwan-dalam-sejarah-EpbUeRoD6h.jpg Payudara Kecil (Foto: Buzzfeed)

Sebelum ilmu pengetahuan berkembang seperti sekarang, banyak mitos yang dipercaya dalam sejarah tentang seks dan masturbasi. Bahkan mitos-mitos tersebut berkaitan juga dengan organ intim dan alat reproduksi wanita.

Mungkin Anda tak begitu yakin mitos-mitos ini benar-benar dipercaya pada zamannya. Namun berdasarkan jurnal dan sumber lainnya, 8 mitos tentang seks ini pernah dianggap benar. Simak ulasannya dilansir Okezone dari Buzzfeed, Kamis (30/8/2018):

Baca Juga : (Baca Juga: Deretan Atlet yang Punya Paras Cantik, Pasti Bikin Kamu Gagal Fokus!)

1. Vagina dikutuk memiliki taring

Untuk waktu yang cukup lama, banyak budaya yang percaya bahwa sebagian wanita dikutuk memiliki vagina bertaring. Mitos ini muncul dengan berbagai versi, termasuk "dentata vagina" yang muncul di Chili, Afrika Selatan, Yunani, hingga Jepang.

(Baca Juga: Potret Kecantikan Sabina Altynbekova, Atlet Voli Putri Kazakhstan yang Memesona)

2. Ada pria sangat kecil di setiap sel sperma

Para ilmuwan pernah percaya bahwa ada seorang pria yang sangat kecil di dalam setiap sel sperma. Hal ini dipercayai pada abad 17 dan 18. Saat itu, ilmuwan percaya bahwa setiap sperma mengandung individu mini.

 

3. Masturbasi adalah penyebab penyakit yang bisa dijelaskan

Pada abad ke-18, banyak yang mengatakan bahwa dokter percaya masturbasi adalah penyebab sejumlah penyakit yang tidak bisa dijelaskan. Termasuk kebutaan, epilepsi, pingsan, kehilangan ingatan, hingga pertumbuhan fisik yang begitu cepat pada anak-anak.

4. Masturbasi sebabkan payudara sulit berkembang

Pada 1875, dipercaya bahwa wanita yang melakukan masturbasi secara teratur mungkin memiliki masalah perkembangan kelenjar. Salah satu efek samping dari kondisi ini adalah perkembangan payudara yang buruk. Hal ini ditulis oleh Dr. John Cowan dalam The Science of New Life.

5. Sarapan sereal diciptakan untuk mengendalikan masturbasi

Seorang aktivis anti-masturbasi dan anti-seks, John Harvey Kellogg pernah menulis buku 39 efek agunan yang disebabkan oleh masturbasi. Ia menyebut masturbasi didorong oleh jenis makanan tertentu, termasuk daging. Karena itu, makanan seperti sereal disajikan untuk mengurangi dorongan seksual itu. Sampai akhirnya dia menyimpulkan bahwa rahasia hidup sehat adalah diet dan mengonsumsi sereal.

6. Darah menstruasi beracun

Pernah dipercaya bahwa wanita seharusnya tidak bekerja di industri makanan atau berada di sekitar jenis produk tertentu saat menstruasi agar tidak menyebabkan kerusakan produk. Hal ini dikarenakan darah mereka dianggap beracun setelah pada tahun 1919, Dr. Bela Schick mempresentasikan konsep menotoxin, zat beracun yang ditemukan dalam darah menstruasi.

7. Stres karena belajar bisa bahayakan rahim

Pada abad ke-19, stres yang disebabkan oleh belajar disebut bisa membahayakan rahim. Pada masa itu, seorang anggota Harvard University of Medicine, Henry H. Clark menulis bahwa wanita tidak bisa berurusan dengan pengetahuan yang sama dengan pria. Jika wanita terus menekan otak, dipercaya dapat menonaktifkan uteri.

8. Wanita bisa hamil hanya jika menikmati seks yang dilakukan

Pada abad ke-16 hingga 19, wanita disebut tidak dapat hamil jika tidak menikmati seks yang dilakukan. Tanpa nafsu atau menikmati seks tersebut, maka kehamilan tidak akan terjadi. Bahkan Dr. Samuel Farr pernah menulis, "Jika terjadi perkosaan, maka wanita itu tidak bisa hamil".

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini