nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal 4 Cokelat Lokal Andalan Indonesia yang Jadi Camilan Kekinian

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Jum'at 31 Agustus 2018 10:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 31 298 1943988 mengenal-4-cokelat-lokal-andalan-indonesia-yang-jadi-camilan-kekinian-LscYMskpR8.jpg Ilustrasi Cokelat. (Foto: Okezone)

INDONESIA tidak hanya dikenal sebagai negara penghasil kopi. Namun tahukan Anda jika Indonesia juga dikenal sebagai salah satu negara yang menghasilkan cokelat yang terbagi atas beberapa varian?

Empat wilayah yang dikenal sebagai penghasil cokelat adalah Bali, Flores (Tana Zozo), Jawa (Trenggalek, Glenmore di Banyuwangi, Jember, Lumajang) dan Aceh. Sama seperti kopi, tanaman kakao dari empat wilayah tersebut juga memiliki karakteristik yang berbeda.

“Cokelat dari Aceh karakteristiknya lebih pahit. Kalau dari Bali lebih creamy, medium,” ungkap Kevin Angra Limawan, Marketing Manajer Pipiltin Cocoa kepada Okezone dalam pembukaan Jakarta Eat Festival 2018 di Gandaria City, Jakarta Selatan, Kamis, 30 Agustus 2018.

Baca Juga: Gara-Gara Ganti Baju di Lapangan, Pemain Tenis Cantik Ini Dikenai Denda

edangkan cokelat yang ditanam di wilayah Jawa cenderung lebih manis dan asam.

Sedangkan cokelat yang ditanam di wilayah Jawa cenderung lebih manis dan asam. Berbeda dengan cokelat dari Tana Zozo, Flores yang rasanya lebih earthy alias seperti tanah. Lantas mana yang paling disukai oleh para pencinta cokelat? “Cokelat Bali paling disukai karena rasanya pas, creamy-creamy. Tapi kalau orang luar (bule) lebih suka cokelat Flores,” ujarnya.

Pengolahan cokelat dimulai dari biji kakao yang berwarna putih. Biji tersebut kemudian difermentasikan sekira lima hari agar enzim-enzim keluar dan mengubah bijinya menjadi warna cokelat kehitaman serta memberikan rasa cokelat yang nikmat.

Baca Juga: Deretan Atlet yang Punya Paras Cantik, Pasti Bikin Kamu Gagal Fokus!

Tapi bisa juga dikaramelisasi dengan gula dan kelapa, lalu dicampur dengan cashew nut,” jelas Kevin.

Olahan kakao tidak hanya bisa dinikmati dalam bentuk cokelat bar atau selai saja. Tetapi kini cokelat juga bisa diolah menjadi camilan sehat dengan cita rasa yang unik. Salah satunya adalah olahan biji cokelat (nibs). “Nibs bisa langsung dimakan. Tapi bisa juga dikaramelisasi dengan gula dan kelapa, lalu dicampur dengan cashew nut,” jelas Kevin.

Nah, untuk mencicipi olahan cokelat dan kuliner-kuliner kekinian yang sedang tren di kalangan milenial, Anda bisa datang ke Jakarta Eat Festival 2018 yang digelar sejak 30 Agustus hingga 2 September mendatang.

Tak hanya bisa memanjakan lidah dengan kuliner seperti cokelat, gelato, pisang nugget, dan roti nogat, Anda juga bisa mempelajari tentang bahan-bahan makanan lokal serta resep makanan yang belum pernah dicoba dalam sesi talkshow.

CEO & President Director Femina Group, Svida Alisjahbana sebagai pihak penyelenggara mengatakan akan ada talkshow foodpreneur, kelas kopi, hingga pembahasan tentang bahan makanan lokal yang belum sering digunakan, termasuk kecombrang.

“JEF dibangun dengan cita-cita menggali makanan Indonesia seluas-luasnya. Kami membawa tren kuliner terakhir dari apa yang ada di Jakarta dan sekitar. Ini kombinasi antara tren dan foodpreneurs. Jadi foodies kalau datang pasti puas dengan 40 tenant lebih,” pungkas Svida.

hingga pembahasan tentang bahan makanan lokal yang belum sering digunakan, termasuk kecombrang

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini