nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sambil Nikmati Panorama Toba, 800 Pembalap Sepeda Dunia Adu Cepat di GFNY Indonesia Samosir Series 2018

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Senin 03 September 2018 16:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 03 406 1945286 sambil-nikmati-panorama-toba-800-pembalap-sepeda-dunia-adu-cepat-di-gfny-indonesia-samosir-series-2018-sgDRI4embS.jpg GNFY Indonesia Samosir Series 2018 (Foto:Wahyudi Aulia Siregar/Okezone)

 

SEBANYAK 800 pembalap sepeda jalan raya (roadbike) dari 24 negara, adu kecepatan di ajang Grand Fondo New York (GFNY) Indonesia Samosir Series 2018, yang digelar di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara pada Minggu (2/9/2018).

Para pembalap memulai start pada pukul 06.30 WIB dari gapura Kabupaten Samosir di Tuktuk Siadong, Simanindo, Samosir. Mereka dilepas langsung oleh Bupati Samosir, Rapidin Simbolon, Direktur Utama Badan Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo, Ketua GFNY Indonesia Axel Moeller dan beberapa pejabat lainnya. Hadir pula mendampingi, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar yang kebetulan tengah berada di Samosir.

 

"Selamat datang di Samosir, negeri kepingan surga. Selamat berlomba sambil menikmati indahnya negeri kami,"sebut Rapidin sembari melepas para pembalap.

Para pembalap kemudian beradu cepat melewati jalur lingkar luar (Outerringroad) Samosir menuju Pengururan hingga kembali lagi finish di Tuktuk Siadong. Ada dua kelas dengan jarak tempuh berbeda yang diperlombakan pada GFNY Indonesia Samosir Series 2018 ini. Pertama kelas Medium Fondo dengan jarak 103 kilometer, dan kelas Grand Fondo dengan jarak tempuh 142 kilometer.

Sepanjang perjalanan, para pembalap akan disuguhi pemandangan indah khas Kawasan Danau Toba. Itu karena seluruh jalur yang dilintasi, berada tepat di sisi kaldera terbesar di dunia itu.

 

Tak hanya memberikan keindahan, jalur yang disiapkan juga penuh tantangan. Para pembalap tetap harus fokus untuk memenangi pertandingan. Karena selain jarak yang cukup jauh, medan yang dilalui juga sangat berat. Para pembalap tak hanya melewati jalur datar yang panjang mengitari jalur di tepian Danau Toba, tapi juga jalur menanjak yang menguras stamina serta turunan terjal yang memacu adrenalin dan bisa mengancam keselamatan pembalap.

"Untuk persiapan semuanya lancar. Kendalanya hanya hujan tadi malam. Jadi jalanan sempat berdebu. Tapi langsung dibersihkan sama pihak Pemerintah Kabupaten. Mereka sangat mendukung support even ini. Kita akan evaluasi untuk kembali melaksanakan event ini kembali tahun depan," ujar Ketua GFNY Indonesia Axel Moeller melalui Tene Permatasari, Organizer GFNY Indonesia.

Tene mengaku, dari 800 peserta yang mengikuti kompetisi tersebut, sekira 40 persenya berasal dari pembalap asing. Mulai dari Malaysia, Singapura, hingga pembalap dari Eropa. Sementara pembalap dari Indonesia juga datang dari Jakarta, Bandung, Riau, bahkan hingga Papua. Kondisi ini kata Tene, sangat baik untuk mendukung kepariwisataan di Danau Toba, khususnya di Kabupaten Samosir yang memang tengah digiatkan pemerintah.

 

"Pemenang GNFY Samosir Series ini akan kita berangkatkan untuk mengikuti GNFY di New York nanti,"pungkas Tene.

Sementara itu, Direktur Utama BPODT Arie Prasetyo mengatakan, badan otorita memberikan dukungan penuh atas pelaksanaan GFNY Indonesia Samosir Series 2018. Kompetisi roadbike jarak jauh bertaraf internasional ini, menurut Arie, penting untuk pengembangan wisata di kawasan Danau Toba, karena sangat berpeluang untuk mendatangkan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Apalagi kawasan Danau Toba kini tengah didaftarkan sebagai situs Geopark Internasional. Dia juga mengapresiasi seluruh panitia yang sudah bekerja keras untuk mensukseskan GFNY Indonesia Samosir Series 2018.

"Perlu kita tingkatkan lagi. Kalau akan diadakan lagi, akan kita gelar lebih baik. Tapi overall (secara keseluruhan) persiapannya sudah bagus," ujarnya.

 

Dalam kompetisi itu, Atlet Roadbike Nasional yang baru saja mengikuti Asian Games 2018, Aiman Cahyadi, keluar sebagai juara. Dia berhasil finish pertama dalam kategori Grand Fondo berjarak 142 kilometer dalam waktu tempuh sekitar 5 jam.

Sementara untuk kategori Medium Fondo, juara diraih oleh Ebben Siregar. Pembalap asal Singapura yang berusia hampir 51 tahun itu, sukses menjajal jalur sejauh 103 kilometer dalam waktu sekitar 4 jam 30 menit.

"Puas sekali. Jalur disini komplit. Yang paling luar biasa itu viewnya (pemandangan). Saya pikir semua pesepeda, khususnya dari dalam negeri harus mencoba jalur ini sebelum berpikir untuk bersepeda ke luar negeri," tandas Aiman.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini