nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Benarkah Kaum Milenial Anaknya Lebih Mudah Terserang Obesitas?

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Senin 03 September 2018 06:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 03 481 1945009 benarkah-kaum-milenial-anaknya-lebih-mudah-terserang-obesitas-hdFssqu0C3.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MEMBERSARKAN anak di era informasi dan teknologi yang berlebihan memang sulit. Bagi generasi milenial, anak-anaknya pasti lebih senang menghabiskan waktu bermain gadget dan membuat mereka malas bergerak. Akibatnya, penyakit diabetes pun kerap mengintai anak kita.

Ditambah lagi, gaya hidup, pekerjaan, stres, kebiasaan makan dan tidur yang tidak teratur membuat mengontrol berat badan menjadi sulit. Jadi bagaimana Anda memastikan bahwa anak-anak kita obesitas dan menderita penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, kanker, dan kondisi mematikan lainnya?

Melansir The Health Site, ada beberapa hal yang sebenarnya bisa orangtua lakukan untuk menanamkan kebiasaan makan yang sehat di antara anak-anak sejak usia muda. Cara terbaik, adalah menyingkirkan kebiasaan makan tinggi karbohidrat tanpa disertai pergerakan yang cukup.

Baca Juga: Intip Tato Atlet Voli Kazakhstan Kristina Karapetyan yang Hampir Menutupi Seluruh Tubuhnya

Waktu makan seharusnya sesuai bagi semua orang untuk menikmati makanan enak dan bermain serta bergerak. Selain itu, Anda juga harus mencontohkan bagaimana seharusnya menyeimbangkan antara makan dengan berakitvitas.

Ini memungkinkan anak-anak untuk melihat makanan dan makan sebagai tindakan sosial yang alami dan mendorong mereka untuk makan secara bertanggung jawab. Kuncinya, bukan hanya berbicara tetapi melakukan, anak-anak meniru dari apa yang mereka lihat bukan dengarkan.

Orang tua juga harus memantau kebiasaan makan mereka sendiri dengan lebih baik dan bekerja untuk membangun gaya hidup sehat jangka panjang dan berkelanjutan. Terkadang, orangtua malah menjadi citra tubuh yang buruk, dan menempatkannya pada anak-anak mereka.

Baca Juga: Potret Kecantikan Sabina Altynbekova, Atlet Voli Putri Kazakhstan yang Memesona

Lantas, apakah menetapkan aturan ketat mengonsumsi junk food, dan lainnya memiliki dampak jangka panjang pada kebiasaan makan anak-anak? Tidak, faktanya adalah bahwa mereka akan tumbuh dewasa dan kemudian Anda akan mengalami masa pemberontakan remaja.

Sebagai gantinya, ajarkan mereka tentang apakah junk food itu, dan bagaimana makanan yang sama ada di setiap mal, setiap bandara, dan lainnya. Beri tahu mereka bagaimana junk food dilarang di beberapa negara, Chile misalnya, tetapi tidak di tempat kita.

Ajarkan mereka tentang bagaimana industri makanan sering tidak bertanggung jawab atau tentang apa yang mereka hasilkan. Tanamkan kepada mereka bahwa ini bukan tentang menghindari kalori tetapi hidup lebih bertanggung jawab dan bijaksana.

Meskipun, tidak apa-apa jika mereka makan junk food kadang-kadang, idenya adalah bahwa mereka harus dapat mengidentifikasinya sebagai sampah dan tidak mengasosiasikan aspirasi atau prestise dengan itu.

Selan itu, jika ada selebritis yang makan junk food, ajari anak Anda bahwa mereka dibayar untuk berpose, minum dan makan makanan itu di depan kamera. Anak-anak cepat mengadopsi perubahan gaya hidup ketika mereka melihat makanan dari sudut yang lebih luas, dan sangat sensitif terhadap aspek ekonomi dan ekologi makanan.

Buat percakapan menjadi menyenangkan, jika Anda berbicara dari sudut pandang gula atau kalori atau lemak, Anda akan ditinggalkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini