nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di Balik Kesuksesannya, Awak Media Asian Games 2018 Berisiko Terkena Kardiovaskular

Annisa Aprilia, Jurnalis · Senin 03 September 2018 11:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 03 481 1945121 di-balik-kesuksesannya-awak-media-asian-games-2018-berisiko-terkena-kardiovaskular-gbFiaKNHuK.jpg Awak Media (Okezone)

PESTA olahraga terbesar se-Asia telah berakhir semalam. Asian Games 2018 yang dilangsungkan di Indonesia khususnya Jakarta, Palembang, dan beberapa kota tempat venue didirikan telah menorehkan sejarah dan akan selalu dikenang.

Bukan hanya prestasi yang membuat masyarakat Indonesia bangga, tapi kerja tim dan semua pihak yang berperan di baliknya sungguh sangat luar biasa. Awak media lokal dan mancanegara yang bekerja memberitakan jalannya pertandingan juga begitu cekatan dalam memperbarui berita-berita terkait atlet, pertandingan, dan hasilnya dengan tidak mengenal waktu.

 Baca juga: Bisa Minta Traktir Leo yang sedang Berkantong Tebal, Yuk Lihat Ramalan Zodiak Pekan Ini

Namun, di balik loyalitas para awak media tersebut ternyata tanpa mereka sadari bayangan penyakit kardiovaskular mengikuti. Bagaimana tidak, pekerjaan yang menuntut serba cepat dan tidak mengenal lelah itu, mengharuskan para awak media tidak jarang mesti begadang, hingga kurang istirahat dan punya siklus hidup berantakan.

 Cek darah (Annisa Aprilia/Okezone)

"Siklus hidup tidak jelas, akhirnya berpengaruh pada tekanan darah yang tinggi karena kurang tidur, risiko diabetes pun tinggi karena sering ngemil malem, kolesterol pun tinggi karena efek dari makanan sekarang yang lebib banyak fast food, ditambah lagi rokok. Jadi, para awak media sebagian besar bertekanan darah dan gula darah cenderung tinggi menurut pemeriksaan yang dilakukan," ungkap Dr. Fairy Cunny, dalam kesempatan Konferensi Pers Yayasan Jantung, beberapa waktu lalu di International Broadcaster Center, Jakarta Convention Center (JCC).

Memang, dalam ajang Asian Games ini para awak media tidak hanya bekerja di media compound yang telah disediakan penyelenggara. Namun, mereka mesti berpindah-pindah dari venue satu ke venue lainnya, yang letaknya cukup jauh, bahkan ada yang berada di kota lain.

Baca juga:  Ras Anjing Terkecil di Dunia yang Bisa Dipelihara Manusia, Imut-Imut Banget!

Meskipun dituntut serba cepat dan harus merelakan jam istirahat berkurang, menurut dokter Fairy para awak media tetap bisa menyiasati istirahatnya. Dia menyarankan para awak media untuk menggunakan jatah cuti tahunan tiap sebulan sekali untuk istirahat berkualitas di rumah.

 Wartawan

"Teman-teman media bisa menggunakan cuti tahunan untuk beristirahat, tidur, dan bukan justru liburan. Jadi, waktunya digunakan untuk mengganti istirahat yang kurang selama bekerja," imbuhnya.

Selain beristirahat cukup, awak media pun tetap disarankan untuk rutin berolahraga. Walau waktu untuk berolahraga sulit didapatkan, menurut dokter Fairy hal tersebut masih bisa diakali dengan menaiki tangga darurat menuju ruang kantor atau mencari parkiran dan turun ojek agak jauh dari pintu masuk, jadi ada kesempatan berjalan kaki.

 Baca juga: Awali September Kamu dengan Make Over Rambut, 11 Warna Ini Lagi Tren Loh!

"Bisa juga dengan meluangkan waktu untuk olahraga lari setidaknya satu pekan sekali. Tidak perlu lama-lama cukup 30 menit saja di pagi hari saat sinar matahari belum terlalu panas dan udara masih segar," tambahnya.

Tidak cukup sampai di situ, dokter Fairy menegaskan pentingnya mengubah siklus hidup yang berantakan itu sangat penting demi terhindar dari serangan penyakit kardiovaskular. Jangan lupa pula untuk rutin melakukan pemeriksaan dasar kesehatan, yang terdiri atas pengukuran tekanan darah, tingkat kadar gula darah, dan kolesterol.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini