Belum Punya Momongan? Atasi Masalah Kesuburan dengan Bayi Tabung

Agregasi Koran Sindo, Jurnalis · Senin 03 September 2018 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 03 481 1945153 belum-punya-momongan-atasi-masalah-kesuburan-dengan-bayi-tabung-isL0siyI0x.jpg Ilustrasi (Foto: Boldsky)

SOAL teknologi di bidang medis, khususnya bidang reproduksi, Indonesia tidak kalah dengan negara lainnya. Namun, masih banyak pasien yang lebih percaya dengan penanganan dokter di luar negeri ketimbang di negeri sendiri.

Hal ini terlihat dari rendahnya angka pasutri yang ditangani di Indonesia. Pada 2017 tercatat hanya sebesar 9.700 siklus pencapaian bayi tabung yang dilakukan di Indonesia. Angka tersebut masih jauh dibandingkan angka infertilitas di Indonesia yang diperkirakan mencapai 250.000. Padahal, program bayi tabung di Tanah Air sudah berjalan sejak tahun 1988.

Hingga saat ini, sudah ada 6,5 juta anak yang lahir dengan program tersebut. Bagi pasutri yang mengalami masalah kesuburan, tentu program bayi tabung menjadi jawaban dari masalah mereka selama ini. “Infertilitas dialami oleh satu dari sembilan pasangan usia subur, dan perlu ditekankan bukan hanya istri yang bisa mengalami masalah kesuburan, juga suami, maka itu perlu dikonsultasikan,” kata Medical Director of Morula IVF Indonesia dr Ivan Sini SpOG di konferensi pers “Fertility Science Week” di Jakarta, belum lama ini.

Animo pasutri untuk menggunakan program bayi tabung ini cukup tinggi. Jika dulu program bayi tabung lebih banyak dilakukan pada usia 38-39 tahun dengan usia pernikahan 8-9 tahun, kini menjadi 35 tahun dengan usia pernikahan 4-5 tahun. Seperti artis Tya Ariestya yang menjadi salah satu pasien Morula IVF Indonesia. Ibu muda 32 tahun ini bahkan mengikuti program bayi tabung sebanyak dua kali, untuk mendapatkan putra pertamanya bernama Muhammad Kanaka Ratinggang. Polycystic ovary syndrome atau sindrom ovarium polikistik menjadi alasan Tya memilih prosedur tersebut. “Ini bagian dari ikhtiar saya dan suami,”paparnya.

konsultasi ke dokter

Lebih jauh, pada usianya yang ke-20 tahun Morula IVF Indonesia akan mengadakan sebuah event yang ditujukan untuk menyosialisasikan tentang kesuburan kepada masyarakat, serta mengedukasi masyarakat tentang prosedur, proses, serta menjawab berbagai pertanyaan seputar bayi tabung.

Ajang Morula Fertility Science Week 2018 ini akan berlangsung selama empat hari pada 6-9 September 2018 dari pukul 10.00 s/d 22.30 WIB setiap harinya bertempat di Central Park, Jalan S Parman, Jakarta Barat. Pengunjung akan diberikan edukasi seputar IVF atau program bayi tabung dan pencegahan infertilitas dari berbagai sudut pandang. Selain itu, Morula akan menghadirkan anak-anak dari hasil program bayi tabung.

Saat ini Morula IVF Indonesia memiliki delapan klinik bayi tabung di Indonesia. Dikatakan dr Ivan, pada usia di bawah 40 tahun, keberhasilan bayi tabung akan semakin baik karena jumlah sel telur dan kualitas sperma masih bagus. Jika pasangan sudah di atas 40 tahun, tingkat keberhasilannya semakin rendah.

Namun, di Australia, pasangan ideal program bayi tabung adalah 30-36 tahun dengan usia pernikahan tiga tahun. Sementara WHO mencatat peluang kehamilan bayi tabung bisa mencapai 32 persen. Adapun di Morula keberhasilannya mencapai 40 persen.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini