Tak Selalu Gemuk Penyakitan, Ternyata Risiko Penyakit Berbahaya Ada di Orang Buncit!

Lifia Mawaddah Putri, Jurnalis · Senin 03 September 2018 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 03 481 1945324 tak-selalu-gemuk-penyakitan-ternyata-risiko-penyakit-berbahaya-ada-di-orang-buncit-QjqX5ZGtq3.jpg Perut Buncit (Shutterstock)

BAIK pria maupun wanita harus mengukur idealnya perut Anda. Ukuran perut bisa dideteksi dari ukuran pinggang kalian. Bukan karena bentuk tubuh, tapi untuk mendeteksi kesehatan kalian dari banyaknya lemak di tubuh.

Jika ukuran pinggang Anda 35 inci atau lebih untuk wanita, dan 35 inci atau lebih untuk pria, kemungkinan besar Anda menyimpan lemak di bagian perut yang bisa menimbulkan efek berbahaya.

Lemak yang bersembunyi di bawah kulit pada area paha, bokong, atau lengan atas mungkin memang membuat Anda tidak percaya diri, namun ini tidak berbahaya. Sementara lemak yang menumpuk di sekitar organ perut yang biasa disebut lemak visceral, justru cenderung beresiko terkena penyakit serius, termasuk penyakit jantung, kanker dan demensia. Bahkan, tidak perlu kelebihan berat badan atau obesitas untuk menghadapi penyakit berbahaya ini.

 Baca juga: Sepupu Pangeran Harry, Amelia Windsor Anggota Kerajaan Inggris Pertama yang Terima Endorse

Perut (Hellosehat)

Dilansir dari nytimes.com pada Senin (3/9/2018), orang dengan berat badan normal pun dapat mengumpulkan lemak tersembunyi yang berbahaya di bawah dinding perutnya. Selain itu, ini bukan lemak yang dapat Anda hilangkan hanya dengan mengencangkan otot perut dengan latihan sit up ataupun push up. Penurunan berat badan melalui diet dan olahraga sehat atau melakukan kegiatan seperti berjalan kaki adalah salah satu cara untuk menyingkirkan lemak berbahaya tersebut.

Lemak visceral sangat penting bagi kesehatan tubuh. Berbeda dengan sel-sel lemak subkutan, lemak visceral pada dasarnya merupakan organ endokrin yang mengeluarkan hormon dan sejumlah zat kimia lain yang terkait dengan penyakit yang biasanya menimpa orang dewasa yang lebih tua.

Salah satu zat tersebut disebut retinol-dinding protein 4 yang ditemukan dalam studi 16 tahun perawat untuk meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner. Bahaya ini kemungkinan besar hasil dari efek berbahaya dari protein pada resistensi insulin, prekursor diabetes tipe 2, dan perkembangan sindrom metabolik, kompleks faktor resiko jantung.

 Baca juga: Ngeri, Blogger Ini Diteror Bakal Dibunuh Netizen!

Studi dengan sejuta wanita yang dilakukan di Inggris menunjukkan hubungan langsung antara perkembangan penyakit jantung koroner dengan peningkatan lingkar pinggang. Bahkan ketika faktor resiko koroner lain diperhitungkan, kemungkinan mengembangkan penyakit jantung meningkat dua kali lipat di antara wanita dengan pinggang terbesar. Setiap tambahan 2 inci di pinggang wanita, resiko terkena koroner meningkat sebesar 10%.

 Jantung (Shutterstock)

Sebuah penelitian di Korea mengungkapkan, risiko kanker juga disebabkan oleh lemak perut. Kemungkinan terkena kanker kolorektal hampir dua kali lipat di antara wanita pascamenopause yang mengakumulasi lemak visceral. Selain itu, resiko terkena kanker payudara juga meningkat.

Dalam sebuah penelitian lebih dari 3.000 wanita pramenopause dan pascamenopause di Mumbai, India, mereka yang pinggangnya hampir sebesar pinggul, 3-4 kali lebih berisiko terkena kanker payudara dibandingkan wanita dengan berat badan yang normal. Memiliki perut yang besar juga meningkatkan risiko terkena penyakit demensia pada wanita bahkan jika mereka memiliki berat badan normal secara keseluruhan dan tidak memiliki resiko kesehatan lain yang terkait dengan demensia seperti penyakit jantung, stroke dan diabetes.

 Baca juga: Belum Bisa Move On, Intip Lagi 5 Pesona Kecantikan Para Atlet Kazakhstan di Asian Games 2018

Secara keseluruhan, menurut temuan di antara 350.000 pria dan wanita Eropa yang diterbitkan di The New England Journal of Medicine, memiliki pinggang besar hampir bisa meningkatkan resiko siseorang untuk mati lebih cepat bahkan jika berat badan mereka normal secara keseluruhan sekalipun.

Lalu bagaimana cara terbaik untuk menghilangkan lemak perut dan bagaimana menghindari pengumpulan lemak tersebut? Jika Anda melihat iklan tentang pil atau ramuan yang dapat menghilangkan lemak Anda secara ajaib, jangan langsung mempercayainya karena tidak ada pil atau ramuan yang secara ilmiah terbukti dapat menghilangkan lemak Anda.

Anda harus berolahraga untuk menghilangkannya. Dengan berolahraga, Anda dapat menghindari zat-zat tertentu dan mengendalikan asupan kalori secara keseluruhan. Jika Anda melakukan diet, pastikan diet Anda mengandung cukup banyak protein dan serat makanan, termasuk sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian. Pastikan pula Anda tidur yang cukup setidaknya 7 jam semalam.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini