Share

Gangguan Perilaku pada Anak Bisa Disebabkan Stres dan Kesalahan Pola Asuh Sewaktu Bayi

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 03 September 2018 21:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 03 481 1945437 gangguan-perilaku-pada-anak-bisa-disebabkan-stres-dan-kesalahan-pola-asuh-sewaktu-bayi-twvdTgZ96v.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

BANYAK gangguan yang bisa terjadi pada manusia. Entah itu gangguan kesehatan maupun gangguan perilaku. Pada anak-anak, ada gangguan perilaku yang sering terjadi yaitu ADHD.

ADHD memiliki kepanjangan attention deficit hyperactivity disorder yang dapat membuat anak-anak kurang perhatian, hiperaktif, serta impulsif. Biasanya rentan terjadi ketika seorang anak berusia 6-12 tahun. Gangguan ini bisa mengganggu fungsi dan perkembangan otak anak bila dibiarkan. Hanya saja gangguan ini berbeda dengan autisme.

Menurut seorang ahli terkemuka, ADHD dapat terjadi apabila seorang anak mengalami stres sewaktu bayi. Psikolog yang berfokus pada pengasuhan dan penulis buku, Steve Biddulph baru-baru ini melakukan penelitian terkait gangguan tersebut. Berdasarkan fakta yang ia temui, faktor-faktor seperti stres di rumah dan orangtua tidak memenuhi kebutuhan anak sejak awal kehidupan dapat memainkan peran dalam penyebab ADHD.

 (Baca Juga:Tangan Kakek Ini Harus Diamputasi Setelah Konsumsi Seafood Mentah, Ini Alasannya)

 

Sejumlah penelitian sebelumnya mengatakan bila ADHD disebabkan oleh genetika dan ketidakseimbangan zat kimia di otak. Namun kini ada penelitian terbaru yang menambah informasi terkait hal tersebut. Stres pada masa bayi dianggap memainkan peran penting dalam pengembangan ADHD.

Baik anak laki-laki maupun anak perempuan memiliki peluang yang sama untuk terkena ADHD. Hanya saja pada anak perempuan gejalanya lebih sulit dikenali. Menurut penulis ‘Understanding Girls with ADHD’, Patricia Quinn, MD, gejala pada anak perempuan berbanding terbalik. Bila biasanya seorang anak menjadi pembuat masalah karena mengalami ADHD, anak perempuan malah bisa menjadi seorang pelamun yang artinya lebih banyak diam.

 (Baca Juga:Setelah Atlet Bulutangkis, Giliran Atlet Wushu Lindswell Kwok Cs Terima Hadiah Jam Tangan Mewah)

Gejala ADHD juga cenderung meningkat seiring bertambahnya usia anak. Namun pada beberapa orang gejala ini bisa menyebabkan masalah ketika mereka masuk ke kehidupan dewasa. Steve mengatakan bahwa beberapa kasus ADHD sebenarnya bisa disebut DDD yaitu “Dad Deficit Disorder”. Penelitian di masa lalu mengungkapkan bila gangguan ini berkaitan dengan kurang terlibatnya seorang ayah mengasuh anak.

Oleh karenanya penelitian itu secara aktif mengampanyekan agar ayah ikut aktif mengasuh anak. terutama anak laki-laki. Alasannya karena ayah dapat mengajarkan anaknya tentang kontrol diri. Demikian seperti yang dilansir Okezone dari Independent, Senin (3/9/2018).

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini