nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wow, Ternyata Seperti Ini Budidaya Mangga Termahal di Dunia, Harganya Bisa Buat Beli Tiket PP Jakarta-Bali

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 04 September 2018 09:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 04 298 1945621 wow-ternyata-seperti-ini-budidaya-mangga-termahal-di-dunia-harganya-bisa-buat-beli-tiket-pp-jakarta-bali-6cYoOnyUlu.jpg Red Mango (Foto: Youtube)

BEBERAPA waktu lalu, tren minuman bertopping buah mangga sempat menghebohkan pencinta kuliner Indonesia. Rasa mangga yang manis dan sedikit asam memang terasa nikmat ketika dipadukan dengan olahan minuman segar.

Selain menyuguhkan sensasi rasa segar, mangga juga bisa diolah menjadi berbagai kudapan lezat karena memiliki tekstur daging yang lembut dan agak sedikit kenyal. Apalagi jika diolah saat buah masih dalam kondisi mentah. Para pencinta rujak pasti sudah hapal betul sensasi segar yang bisa bikin lidah bergoyang.

Nah, berbicara soal mangga, salah satu prefektur di Negeri Sakura Jepang ternyata memiliki varian mangga yang terbilang unik yakni, ‘Red Mango’ atau sering disebut juga dengan istilah mangga Miyazki.

Mangga Miyazaki merupakan varian mangga asli Jepang yang dikenal karena teknik budidayanya cukup rumit. Harganya jangan ditanya lagi. Untuk mencicipi satu buah mangga seberat 700 gram, Anda harus siap mengeluarkan dana sekitar Rp1 juta. Menurut penuturan warga lokal, rasa mangga ini 15 kali lebih manis dibandingkan varian mangga pada umumnya.

Penasaran kan seperti apa teknik budidayanya?

Berdasarkan informasi yang dilansir Okezone dari The Japan News, Selasa (4/8/2018), pada awalnya, para petani di Prefektur Miyazaki diketahui hanya memproduksi sayuran segar dan jeruk. Namun produk-produk itu menghadapi persaingan pasar yang sangat sengit. Mereka kemudian memulai budidaya mangga pada tahun 1980-an dengan harapan bahwa buah tersebut akan menjadi makanan khas penduduk lokal.

Benar saja, saat ini, Prefektur Miyazaki dinobatakan sebagai penghasil mangga terbesar kedua di Jepang setelah Prefektur Okinawa. Sebelum adanya perkembangan teknologi, para petani memanen mangga berdasarkan insting atau perhitungan mereka sendiri, dengan cara memotong batang pohon yang banyak ditumbuhi oleh buah.

Namun banyak orang mengatakan, mangga yang memiliki cita rasa terbaik adalah mangga yang matang dan jatuh dari pohon secara alami. Berawal dari asumsi ini, para petani mulai mengembangkan metode untuk menangkap mangga dengan jaring.

Dengan teknik budidaya seperti ini, mereka berhasil mendapatkan mangga berkualitas terbaik dengan tekstur lembut dan rasa yang sangat manis. Tidak hanya itu, mangga Miyazaki ternyata juga terbagi ke dalam empat kategori, termasuk “Taiyo no Tamago”

Menurut Hidetoshi Kawano, salah seorang petani, dibutuhkan standar yang tinggi dan pengawasan yang sangat ketat untuk menghasil mangga Miyazaki terbaik.

“Kami menghabiskan banyak waktu untuk membudidayakan mangga ini. Saya berharap, ke depannya akan banyak orang yang dapat menikmati mangga matang kami,” kata Kawano.

 

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini