nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korban Gempa Lombok Mulai Terjangkit Malaria

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 04 September 2018 18:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 04 481 1945967 korban-gempa-lombok-mulai-terjangkit-malaria-awSXqbWSG7.jpeg Ilustrasi pengungsi gempa Lombok (Foto: BNPB)

ADA saja penyakit tak terduga diderita oleh para korban gempa Lombok. Kali ini dilaporkan dua orang terjangkit malaria, namun sudah cepat ditangani.

Dua orang tersebut adalah warga Dusun Batu Kemaliq, Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat. Petugas telah sigap menindaklanjuti pengobatan malaria dan akhirnya pulih kembali.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Marjito, MKes mengatakan, pasien tersebut malah awalnya dicurigai menderita campak. Namun, setelah keluar hasil tes darah, keduanya positif terjangkit malaria.

“Dua orang itu awalnya dicurigai campak, tapi ternyata malaria. Sekarang sudah sembuh dan sudah pulang,” kata Marjito, lewat siaran pers yang diterima Okezone, Selasa (4/9/2018).

(Foto: Okezone)

 (Baca Juga:Edukasi Seks Sejak Dini Hindarkan Anak dari Hubungan Seksual Tidak Aman)

Saat masa penyembuhan, mereka dirawat di Puskesmas Gunung Sari, namun kini sudah dipulangkan. Selanjutnya, petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat melakukan kegiatan kontak survey atau mass blood survey (MBS) untuk mencari kemungkinan penularan.

Hasilnya telah ditemukan 44 orang positif malaria. Mereka sudah diobati dengan artemisinin combination treatment, dnegan DHP dan Primakuin. Deteksi dengan MBS dilanjutkan kembali untuk menemukan lagi sumber penularan malaria.

“MBS dilakukan terhadap 936 orang, ternyata yang positif sebanyak 44 orang,” tambahnya.

Marjito menuturkan, Kabupaten Lombok Barat merupakan wilayah endemis malaria. Namun, Annual Parasite Incidence di bawah 20 orang per 1000 penduduk.

 (Baca Juga:Mengerikan! 14 Cacing Parasit Bersarang di Mata Wanita Ini)

Dilaporkan juga masih terdapat perindukan nyamuk anopheles di dekat lokasi pengungsian. Kemudian dilakukan pengendalian lingkungan, pengendalian vektor, dan pelatihan singkat tenaga sukarela oleh petugas medis di sana.

Sementara itu, tambah Marjito, di Kabupaten Lombok Utara juga ada laporan sebanyak 19 kasus malaria. Kemudian telah dilakukan pengendalian vektor oleh tim Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) Surabaya.

Untuk mengatasi meluasnya penyebaran malaria, pemerintah pun membagikan kelambu untuk para korban gempa. Ada sekira 300 lembar kelambu dikirim ke daerah endemis malaria, terutama di Kabupaten Lombok Utara. Sementara pemerintah daerah juga membagikan 100 lembar kelambu ke Kabupaten Lombok Utara dan 100 lembar ke Kabupaten Lombok Timur.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini