nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Meski Beracun dan Mematikan, 5 Makanan Ini Masih Diburu Para Pencinta Kuliner Dunia

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 05 September 2018 04:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 04 481 1946028 meski-beracun-dan-mematikan-5-makanan-ini-masih-diburu-para-pencinta-kuliner-dunia-ZHBTWlAu9Y.jpg Jamur otak (Foto: Treehugger)

MASIH ingat dengan kasus pembunuhan Kim Jong Nam di Bandara Kuala Lumpur beberapa waktu lalu? Para ahli mengklaim bahwa racun yang digunakan untuk membunuh kakak Kim Jong-Un itu adalah racun ikan fugu (tetrodotoxin).

Uniknya, hingga saat ini ikan fugu masih menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Jepang, bahkan paling diburu oleh para pencinta kuliner di seluruh dunia. Memang dibutuhkan teknik khusus untuk mengolah ikan fugu agar aman dikonsumsi. Pemerintah Jepang juga telah mengeluarkan sebuah regulasi bahwa hanya restoran dan chef yang telah tersertifikasi saja yang boleh menyajikan ikan fugu.

Selain ikan fugu, ternyata ada beberapa jenis makanan beracun yang selalu diburu para pencinta kuliner. Berikut Okezone rangkumkan beberapa di antaranya, sebagaimana dilansir Okezone dari berbagai sumber, Rabu (5/8/2018).

 (Baca Juga:Viral Foto Makanan Mirip Mr P, Bikin Netizen Gagal Fokus)

Ackee

 

Ackee merupakan buah asli Jamaika. Buah ini begitu dicintai karena rasanya yang khas. Kendati demikian, jika Anda mengonsumsi buah ini tanpa mengolahnya dengan cara yang tepat, Ackee dapat menyebabkan kejang dan hipoglikemia yang sangat fatal. Hanya bagian daging berwarna kuning saja yang boleh dikonsumsi. Bagian tersebut juga harus dimasak terlebih dahulu agar aman dikonsumsi.

Feseekh

 

Makanan ini mungkin masih terdengar asing di telinga pencinta kuliner Indonesia. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Okezone, feseekh merupakan makanan khas Mesir yang terbuat dari ikan mullet yang sudah difermentasikan secara tradisional.

Jika tidak diolah dengan benar, feseekh juga bisa menyebabkan kematian. Penduduk Mesir biasanya menyajikan hidangan berusia ribuan tahun ini pada festival Sham el-Nessi. Padahal, Kementerian Kesehatan Mesir secara rutin mengingatkan warganya untuk tidak memakan feseekh karena mengandung racun dan sangat berbahaya bagi kesehatan.

 (Baca Juga:Waspada, 5 Makanan Ini Bisa Jadi Racun jika Dipanaskan Kembali!)

Fugu

 

Selain tuna, salmon, dan gurita, ternyata ada satu jenis ikan laut yang cukup populer di kalangan pencinta kuliner Jepang yakni, ikan fugu. Namun perlu diketahui bahwa ikan ini mengandung tertodotxin dan toksin dengan kadar 1.200 kali lebih mematikan dibandingkan sianida. Bahkan, para chef profesional di Jepang harus mendapatkan sertifikat terlebih dahulu sebelum diizinkan mengolah ikan tersebut.

Pasalnya, sejak tahun 2000 – 2009, setidaknya terdapat 23 kasus kematian yang diakibatkan konsumsi ikan fugu. Kendati demikian, masih banyak orang yang rela merogoh kocek hingga jutaan rupiah untuk mencicipi salah satu makanan paling berbahaya di dunia itu.

Jamur otak

 

Jamur otak memiliki nama asli gyromitra esculenta, dan merupakan salah satu dari spesies fungi dikenal dengan nama jamur palsu. Disebut jamur otak karena bentuk jamur ini menyerupai otak manusia. Ukurannya bisa mencapai 10 - 15 cm dan bisa ditemui di kawasan Eropa dan Amerika Utara. Meski termasuk dalam kategori jamur beracun, jamur otak ternyata menjadi bahan makanan yang sering digunakan oleh masyarakat Skandinavia, Eropa Barat, dan Amerika Utara.

Namun di beberapa negara Eropa seperti Jerman, Spanyol, dan Swiss, penjualan jamur otak sudah dilarang oleh pemerintah setempat. Hanya Finlandia yang melegalkan jual beli jamur otak, tapi dengan aturan yang sangat ketat. Sama seperti ikan fugu, jamur ini tidak bisa diolah sembarangan. Ada beberapa teknik khusus untuk menghilangkan racunnya.

Casu Marzu

 

 

Dibandingkan beberapa jenis makanan beracun lainnya, casu marzu mungkin bisa dikatakan sebagai makanan teraneh dan paling menjijikkan di dunia. Bayangkan saja, hidangan ini terbuat dari sebongkah keju yang dibiarkan membusuk hingga para lalat menelurkan larva mereka di atas permukaannya. Setelah telur atau larva itu menetas, biasanya akan menjadi belatung yang membuat tekstur dan aroma keju semakin membusuk.

Dari proses ini, rasa keju pun akan menjadi lebih asin dan ‘gurih’. Meskipun ilegal, casu marzu ternyata masih sering dikonsumsi para penduduk Sardinia, bahkan mereka kerap menjadikannya sebagai hadiah pada acara-acara tertentu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini