nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pusing Tiap Bulan Harus USG? Nih Trik Hemat Periksa Kandungan Pakai BPJS

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 04 September 2018 22:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 04 481 1946074 pusing-tiap-bulan-harus-usg-nih-trik-hemat-periksa-kandungan-pakai-bpjs-eTq5vVeRU9.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MASA-MASA kehamilan jadi masa yang rasanya paling campur aduk selama kehidupan seorang ibu. Bahagia, haru, sekaligus tegang dan penuh kekhawatiran silih berganti dirasakan ibu yang sedang mengandung.

Karenanya, untuk mengetahui perkembangan janin, ibu disarankan untuk mengontrol atau memeriksakan kandungannya setiap satu bulan sekali. Bagi ibu yang ingin secara rinci mengetahui perkembangan dan pertumbuhan janin biasanya memilih USG untuk melihat bayi dalam tubuhnya.

Namun, di layanan kesehatan tingkat satu, seperti bidan dan puskesmas seringkali tidak memiliki fasilitas pendukung seperti USG, sehingga walaupun gratis ibu tetap tidak bisa diperiksa pakai USG.

Baca Juga: Intip Tato Atlet Voli Kazakhstan Kristina Karapetyan yang Hampir Menutupi Seluruh Tubuhnya


Sementara, untuk ke fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, harus pakai surat rujukan dan hanya diberi jatah tiga kali pemeriksaan USG selama sembilan bulan masa kehamilan.

Nah, untuk mensiasatinya para ibu hamil (bumil) mesti cerdas memilih klinik dan rumah sakit. Seperti contohnya saja Wulan, salah seorang ibu hamil yang membagikan pengalamannya menggunakan BPJS untuk memeriksakan kandungannya yang kini berusia 37 pekan mesti tiap pekan pemeriksaannya, tapi berhasil menyiasati biaya jadi lebih irit.

"Selama ini aku kalau kontrol kehamilan enggak pakai BPJS, bayar tunai pribadi. Biaya kurang lebih Rp300 ribu-700 ribu gitu deh tiap bulan (lumayan kan), nah pas di menuju kelahiran ini harus kontrol seminggu sekali, lumayan bisa Rp300 ribu sekali kontrol," ungkap Wulan dalam pesan singkatnya pada Okezone, Selasa (4/9/2018).

"Ini cuma kontrol enggak include vitamin, karena aku pakai BPJS jadi masih ada tiga kali periksa gratis ke rumah sakit, ya sudah aku pakai saja tapi antre ya memang lumayan kudu dari pagi," tambah dia.

Baca Juga: Kota Ini Izinkan Warganya Berhubungan Seks di Tempat Umum, Mau Pindah ke Sana?

Di sisi lain, Wulan memilih tiap bulan memeriksakan kehamilannya menggunakan USG karena ia ingin melihat perkembangan dan pertumbuhan janin dalam kandungannya secara rinci.

Dia sendiri merasakan manfaatnya, seperti berat janin, ukuran diameter kepala, ukuran kaki, tangan, lingkar perut, kenormalan ukurannya sesuai usia kandungan bisa diketahui. "Bisa tahu juga kalau semisal ada kelainan bawaan sama si janin," imbuhnya.

Wulan berpesan pada ibu-ibu hamil lainnya untuk tidak khawatir masalah biaya kontrol atau persalinan, karena yang penting mau usaha dulu pakai BPJS, yang prosesnya agak ribet tapi menurutnya lumayan membantu.

Namun, tidak semua rumah sakit juga ribet, karena Wulan bisa menemukan rumah sakit yang proses layanannya tidak merepotkan.

"Kalau misal enggak ada biaya untuk USG per bulan ya kontrol saja di faskes 1 BPJS, syukur-syukur faskes 1-nya lengkap bisa USG juga dan ada dokter kandungannya. Untuk biaya lahiran kalau mau normal bisa di faskes 1 juga walaupun sama bidan doang," kata dia.

"USG enggak harus tiap bulan kok, diakalin saja bisa 2 atau 3 bulan sekali, karena enggak cuma biaya kontrol yg mahal, vitaminnya juga mahal," tukas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini