nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sudah Ada sejak 1685, Kemenpar Dukung Festival Tabot Bengkulu

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 05 September 2018 18:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 05 406 1946509 sudah-ada-sejak-1685-kemenpar-dukung-festival-tabot-bengkulu-Wvaze95yyL.jpg Kemenpar Dukung Festival Tabot Bengkulu (Pradita Ananda/Okezone)

BANYAK upaya yang bisa dilakukan oleh sebuah daerah untuk memajukan sektor pariwisata daerahnya. Salah satunya dengan menyelenggarakan acara festival kebudayaan untuk memperkenalkan kebudayaan lokal setempat ke Dunia.

Inilah yang sedang dilakukan oleh Bengkulu, melalui perhelatan festival Tabot. Acara tahunan yang selalu dinanti oleh masyarakat provinsi Bengkulu dan juga luar daerah, di tahun ini festival Tabot disebutkan masuk ke dalam kalender acara 100 Wonderful Events Indonesia yang nantinya akan dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya.

Perhelatan Tabot Bengkulu sendiri sebetulnya sudah lama digelar. Sesuai keterangan dari Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, acara kebudayaan rutin tahunan ini sudah berlangsung sejak 1685.

 Baca juga: Luka Terbuka Lebih Baik Diplester atau Tidak? Ini Kata Dokter!

"Perayaan Tabot ini sudah ada sejak 1685, pertama kali dilaksanakan oleh Syekh Burhanuddin yang dikenal sebagai Imam Senggolo. Acara ini selalu dinanti banyak orang, apalagi akan dihadiri oleh pak Menteri langsung, ini akan jadi magnet tersendiri. Kita berharap, Kemenpar membantu promosi acara ini hingga ke luar negeri. Jika bisa ya mendatangkan orang luar ke acara ini, untuk memancing wisatawan mancanegara di tahun berikutnya karena banyak yang bisa dinikmati ke Bengkulu," jelas Rohidin saat dijumpai Okezone dalam acara konferensi pers festival Tabot di Gedung Sapta Pesona, Kementrian Parawisata, Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Sementara itu, Arief Yahya menjelaskan pelaksanaan acara Tabot Bengkulu ini dijadikan sebagai acara utama, akar dari agenda pariwisata Bengkulu. "Tabot Bengkulu masuk di antara 10 Calendar of Event (CoE) Wonderful Wonderful Indonesia yang digelar dalam tahun ini. Acara budaya unggulan Lampung ini sepenuhnya dapat dukungan dari Kementrian Pariwisata," tambah Arief yang ditemui dalam kesempatan yang sama.

Pelaksaan festival Tabot Bengkulu ini sendiri diketahui digelar kurang lebih selama sepuluh hari, mulai dari 1 hingga 10 Muharam yang bertepatan dengan tanggal 10-20 September 2018. Acara ritual Tabot akan dilaksanakan langsung oleh kelompok masyarakat yang dikenal sebagai Kerukunan Keluarga Tabot (KKT) Bengkulu, dengan hari pertama akan dilaksanakan prosesi Mengambik Tanah (mengambil tanah), lalu prosesi Duduk Penja (mencuci jari-jari) di hari kedua, Menjara (mengandun) di hari ketiga, lalu di hari keempat ada prosesi Meradai (mengumpulkan dana), dan Arak Penja (mengarak jari-jari) di hari kelima.

 Baca juga: Istri Tega Tukar Sperma Suami dengan Pria yang Dicintainya saat Program Bayi Tabung

Setelah itu dilanjutkan di hari keenam yakni prosesi Arak Serban (mengarak sorban), Gam (tenang atau berkabung) di hari ketujuh, Arak Gedang (taptu akbar) di hari kedelapan, Tabot bersanding di hari kesembilan, dan terakhir ada Tabot Tebuang (pembuangan Tabot) sebagai puncak prosesi.

Dalam sepuluh hari pelaksanaan prosesi ritual Tabot, nantinya juga akan disuguhkan berbagai pertunjukkan seni dan perlombaan tradisional yang diikuti oleh sepuluh Kabupaten-Kota se-Provinsi Bengkulu. Sebut saja mulai dari lomba ikan-ikan, lomba telong-telong, lomba musik Melayu khas Bengkulu dan lomba kreasi musik Dol. Selain itu, para pengunjung juga bisa menikmati objek wisata sejarah di Bengkulu seperti Benteng Marlborough, rumah pengasingan Bung Karno, dan rumah Fatmawati serta wisata alam seperti pesona keindahan Pantai Panjang, panjat tebing hingga arung jeram.

Ada pula Bukit Herbal karena terdapat banyak tanaman jamu di bukit itu. Selain pemandangan perbukitan, Waduk Gebyar yang terletak di wilayah Desa Jambeyan, Sambirejo, Sragen, juga terlihat dari menara itu.

“Saat musim kemarau saja masih terlihat hijau. Kalau musim penghujan, pemandangannya lebih hijau lagi dan indah,” kata Darmo.

 Baca juga: Lagi Banyak Dicari, seperti Apa Sih Kelebihan Alpukat Mentega?

Bukit Ngaluwen itu merupakan lahan milik pribadi yang digarap para pemuda yang tergabung dalam Karangtaruna Dukuh Ngaluwen. Mereka bergotong-royong membuat wahana swafoto tersebut dengan dorongan Kepala Desa (Kades) Sukorejo, Sukrisna, yang ingin menjadikan Sukorejo sebagai desa wisata.

Darmo meskipun sudah lanjut usia masih aktif di karangtaruna karena tidak ada seorang pemuda di keluarganya. “Untuk mengisi kas karangtaruna, setiap pengunjung yang datang mengisi infak Rp2.000/orang,” katanya.

Kades Sukorejo, Sukrisna, memang mendorong warganya memanfaatkan potensi alam sebagai sarana promosi desa wisata. Dia mendorong para pemuda Dukuh Ngaluwen untuk mengembangkan wisata di daerahnya, yakni Bukit Ngaluwen.

Selain di tempat itu, Sukrisna ingin mengembangkan tempat swafoto lainnya dekat Pasar Bembem. “Menara swafoto yang kedua itu akan kami sinergikan dengan konsep pengembangan wisata air dan pemancingan di bawahnya. Itu menjadi program desa yang kini mulai dibangun,” katanya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini