nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Akibat Gempa Lombok, Habitat Nyamuk Penyebab Malaria Meluas

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 05 September 2018 11:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 05 481 1946247 akibat-gempa-lombok-habitat-nyamuk-penyebab-malaria-meluas-R34CqCrTdw.jpg Ilustrasi nyamuk (Foto: Ist)

PEKAN lalu, dilaporkan dua warga di Lombok mengidap malaria. Salah satu faktor penyebabnya ialah lingkungan di sekitar pengungsian tidak diperhatikan kebersihannya.

Kasus malaria itu ditemukan di Desa Bukit Tinggi, Dusun Batu Kemaliq. Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Mereka dirawat sampai pulih di Puskesmas Gunung Sari pada 26 Agustus 2018. Dua hari kemudian, mereka dipulangkan karena sudah sehat.

Untuk penanganannya, petugas kesehatan melakukan tes darah pada pasien. Hasilnya positif malaria, kemudian tenaga medis menindaklanjuti dengan tepat.

 Baca Juga: Kota Ini Izinkan Warganya Berhubungan Seks di Tempat Umum, Mau Pindah ke Sana?

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Elizabeth Jane Soepardi mengungkapkan, di dekat pemukiman warga yang tidak mengungsi di lapangan, ditemukan lokasi perindukan ditemukan jentik anopheles. Hal ini sangat disayangkan karena warga lalai dengan kebersihan lingkungan pasca-gempa.

 

"Jarak sekira 50 meter dari rumah warga, ada habitat nyamuk berupa mata air. Sebagian orang mandi dan mencuci di lokasi tersebut. Jadilah kena malaria," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (5/9/2018).

Dia menambahkan, sebagai langkah pencegahan, tim tenaga medis pun melakukan tes darah massal, khususnya pada warga yang tinggal di dekat habitat berkembangbiaknya nyamuk anopheles. Ditemukan 18 orang lainnya positif malaria dan sudah diobati dengan ACT.

Lalu, petugas kesehatan mencari-cari sumber sumber penularan nyamuk di sekitar tempat tinggal warga. Ternyata ada juga perindukan anopheles di dekat lokasi pengungsian.

"Sebetulnya NTB sudah rendah malaria. Karena mengungsi, serba darurat, lingkungan pasti kurang diperhatikan. Jadilah sarang nyamuk," terangnya.

 

Agar pasien malaria tidak lagi bertambah, tentunya petugas medis melakukan pencegahan. Caranya dengan mengedukasi masyarakat, mengendalikan vektor, serta membagikan kelambu kepada warga di pemukiman atau pengungsian.

 Baca Juga: Kota Ini Izinkan Warganya Berhubungan Seks di Tempat Umum, Mau Pindah ke Sana?

"Kami lakukan penyuluhan pada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Tidak boleh ada air tergenang. Lalu dilakukan juga engendalian vektor melalui fogging (pengasapan)," pungkasnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini