nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pentingnya Edukasi Pemenuhan Gizi pada Anak, Misalnya dengan Rajin Minum Susu

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 05 September 2018 18:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 05 481 1946519 pentingnya-edukasi-pemenuhan-gizi-pada-anak-misalnya-dengan-rajin-minum-susu-4T3Ef20Cqa.jpg Minum susu (Foto: Livescience)

SETIAP orangtua pada dasarnya pasti sudah memahami bahwa jika ingin anak bisa tumbuh sehat dan baik, maka kandungan gizi yang masuk diasup anak sehari-hari harus sangat diperhatikan.

Akan tetapi, hal ini tidak hanya harus diperhatikan oleh orangtua di rumah. Namun juga para pelaku di dunia pendidikan, salah satunya guru di sekolah yang mana menjadi orangtua anak saat anak-anak sedang bersekolah.

Berkaca pada hal di atas, salah satu perusahan susu lokal Indonesia, Frisian Flag meluncurkan program Gerakan NUSANTARA (Minum Susu Tiap Hari Untuk Anak Cerdas Aktif Indonesia) sebagai tanda dimulainya penyelenggaraan program di tahun ke-6. Gerakan NUSANTARA 2018 yang berfokus pada peningkatan kemandirian pelaksanaan program edukasi dan melanjutkan program Training of Trainers (ToT).

 (Baca Juga: Gadis Jepang Ramai Ikutan Tren Ikat Payudara, Bikin Bentuknya Penuh & Kencang)

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam pemahaman edukasi gizi. Pemahaman guru yang lebih baik dinilai dapat meningkatkan kualitas edukasi gizi dan menghasilkan perkembangan perubahan komponen Pengetahuan, Sikap dan Perilaku (PSP) para pelajar akan gizi ke arah yang lebih baik.

Lalu apakah program edukasi gizi ini menunjukkan hasil signifikan? Well, disebutkan oleh Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Ir. Ahmad Syafiq, MSc, PhD program ini selama digelar menunjukkan efek yang positif.

 

"Untuk mengukur kesuksesan program Gerakan NUSANTARA, kami melakukan studi Pengetahuan, Sikap dan Perilaku secara berkelanjutan. Studi ini menunjukkan bahwa sejak 5 tahun program ini berhasil untuk mengubah Pengetahuan, Sikap dan Perilaku siswa akan gizi meningkat. Secara khusus PSP menunjukkan peningkatan di tahun 2017, yakni sejak diadakannya program Training of Trainers yang dilaksanakan pertama kalinya dan dicanangkan untuk para guru," ujar Ahmad Syafiq saat ditemui, Rabu (5/9/2018) dalam acara konferensi pers Gerakan Nusantara di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Senayan, Jakarta.

Disebutkan lebih lanjut, program Gerakan Nusantara ini berhasil menjangkau 520,815 siswa di tingkat kelas 3, 4, dan 5 serta 2,254 guru di delapan propinsi dan 24 kota/kabupaten pada penyelenggaraannya di tahun 2017. Kemudian di tahun ini, akan dilebarkan area jangkauannya ke Indonesia Timur yaitu Kota/Kabupaten Sorong, Kota/Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, juga ke Kota/Kabupaten Malang, Kota/ Kabupaten Tangerang Selatan, Kota/Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota/Kabupaten Bogor, Kota/Kabupaten Depok dan Kota/Kabupaten Bekasi yang direncanakan menjangkau lebih dari 700,000 siswa dan memberikan training ke ratusan guru.

Serangkaian kegiatan terpadu disiapkan guna mengoptimalkan Gerakan Nusantara di masing-masing sekolah sasaran. Kegiatan tersebut di antaranya kegiatan edukasi dan pelatihan bagi guru (Training of Trainers - ToT) mengenai Pedoman Gizi Seimbang (PGS), pola hidup sehat dan aktif, dan kebaikan susu bagi tubuh, pemaparan dan edukasi di dalam kelas bagi guru dan siswa, aktivitas luar ruangan di sekolah, pembagian sampel susu, pemantauan berkala serta pengetahuan dan pendidikan tentang sanitasi yang mendukung kesuksesan pendidikan gizi.

Di sisi lain, hadir juga dalam kesempatan yang sama, pembawa acara terkenal, Melanie Putria sebagai pihak orangtua. Melanie menyebutkan, orangtua dan rumah yang menjadi poros utama bagaimana agar anak bisa tumbuh kembang dengan sehat.

"Orang tua dan keluarga yang menjadi tempat utama bagi anak tumbuh dan berkembang perlu menyadari pentingnya gaya hidup gizi seimbang yang dibentuk dalam ranah keluarga dan mendukung inisiatif guru di sekolah. Kebiasaan-kebiasaan baik di rumah seperti makan makanan bergizi, minum susu, serta olahraga yang teratur atau penerapan gaya hidup sehat dapat mendukung Komunitas sekolah untuk membangun ekosistem mandiri gizi dan hidup sehat,” imbuh Melanie.

 

Disebutkan lebih lanjut, program Gerakan Nusantara ini akan terus menjalin kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyelaraskan pelaksanaan program Gerakan Nusantara 2018 dengan tujuan Program Gizi Anak Sekolah yang diinisiasi oleh Kemendikbud.

“Kami senang dapat mendukung program Gerakan Nusantara ini yang sejak awal pelaksanaan di tahun 2013 telah berjalan berdampingan dengan Program Gizi Anak Sekolah (ProGAS) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kerjasama ini diharapkan dapat memaksimalkan efektifitas kedua program untuk bersama mendukung peningkatan kemandirian pelaksanaan program edukasi di sekolah, untuk membangun masa depan generasi yang lebih baik,” ungkap Kepala Seksi Kelembagaan, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Agung Triwahyunto M. Pd.

 (Baca Juga: Kota Ini Izinkan Warganya Berhubungan Seks di Tempat Umum, Mau Pindah ke Sana?)

Selain dengan Kemendikbud, tahun ini digandeng juga kementrian lain untuk mendukung program ini, yakni dengan bekerja sama dengn Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (KemenPPPA) Anak Bidang Tumbuh Kembang Anak agar sejalan dengan program Sekolah Ramah Anak yang diinisiasi oleh KemenPPPA, yang mana diketahui salah satu indikator dalam program sekolah ramah anak adalah akses kepada makanan bergizi agar anak mendapatkan asupan makanan bergizi yang baik tidak hanya di rumah namun juga di sekolah.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini