nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Alasan Kulit Bayi Lebih Sensitif daripada Orang Dewasa

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 05 September 2018 22:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 05 481 1946542 ini-alasan-kulit-bayi-lebih-sensitif-daripada-orang-dewasa-LHQCBKpwrC.jpg Kulit Bayi (babycenter)

BAYI zaman sekarang diklaim sering terganggu kesehatan kulitnya. Mereka punya kulit sensitif, sehingga sangat mudah iritasi. Masalah tersebut rupanya kerap dihadapi para ibu muda.

Tentunya Anda bingung dan bertanya-tanya mengapa si kecil kesayangan selalu punya kulit sensitif. Apalagi kalau mendadak mengalami berbagai masalah kulit yang bikin si kecil rewel.

Terlebih pada bayi baru lahir, mereka mudah iritasi saat menggunakan kosmetik yang mengandung zat tertentu. Pastinya seorang ibu akan bingung mencari cara mengatasi, serta mencari tahu sebabnya.

 Baca juga: Mau Kurus? Kata Ahli Gizi Jangan Skip Sarapan!

Kulit Bayi

Spesialis Kulit dan Kelamin dr Nanny Shoraya, SpKK, FINS-DEV menjelaskan, ketika masih bayi, fungsi pelindung kulit untuk melawan bahan iritan lebih minim. Ditambah kelenjar kulit tipis dan sel melanosom belum diproduksi secara maksimal.

"Kulit jadi sensitif karena fungsi pelindungnya kurang optimal. Misalnya, saat bahan kimia menyerap ke kulit, penguapan air jadi lebih cepat. Jadilah kulit mudah iritasi," ujar dr Nanny di sela Acara Peluncurkan Seedlings by Young Living di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/9/2018).

Dia menambahkan, kulit bayi baru lahir juga belum mampu menyerap sinar ultraviolet dengan baik. Tak heran kalau kulit bayi jadi lebih sensitif dibandingkan orang dewasa.

 Baca juga: Sudah Ada sejak 1685, Kemenpar Dukung Festival Tabot Bengkulu

Meski semua punya pelembap alami, namun pada bayi baru lahir fungsinya belum optimal. Kulitnya akan lebih rentan terkena kerusakan dari luar, serta lebih mudah rapuh dibandingkan anak yang usianya lebih tua atau orang dewasa sekalipun.

 Kulit

Sementara itu, pada bayi prematur dan bayi lahir normal, juga punya ketebalan kulit berbeda. Ketebalan kulit bayi prematur terdapat sekira 5-6 lapisan sel. Pada bayi lahir normal, jumlahnya bisa di atas 19 sel.

Dia menerangkan, pada dasarnya kulit berfungsi sebagai pelindung dari benturan fisik, mencegah bakteri atau bahan iritan yang dipakai sehari-hari.

 Baca juga: Masih Jomblo di Usia 36 Tahun, Pramugari Ini Nekat Lelang Keperawanan Rp4,7 Miliar

"Kulit juga berfungsi sebagai penyerapan dan mengeluarkan keringat," tambah dia.

Lebih lanjut, sebut dr Nanny, masalah kulit yang sering dialami bayi adalah keluhan iritasi atau kemerahan di bagian lipatan atau seluruh badan. Kulitnya juga mudah mengalami kekeringan dan terganggu.

"Kalau terus terjadi berulang bisa memicu radang kulit. Secara kesehatan, bayi tidak sehat dan dia tidak nyaman. Bisa rewel dan pola tidur terganggu," tutupnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini