Share

Restoran di Australia Didenda Hampir Rp209 Juta karena Menunya Pakai Pakan Hewan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 06 September 2018 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 06 298 1946815 restoran-di-australia-didenda-hampir-rp209-juta-karena-menunya-pakai-pakan-hewan-oxxo6RjrsD.jpg Daging pakan hewan (Foto:VT)

MENDAPATKAN makanan yang enak dan lezat adalah harapan semua orang. Tentunya setiap rasa dan kualitas makanan yang kita dapatkan harus sebanding dengan budget yang dikeluarkan.

Ada banyak hal yang harus Anda pertimbangkan ketika ingin membuka restoran, salah satu faktor terpenting adalah mempertimbangkan rantai pasokan bahan baku yang dimiliki. Mendapatkan bahan untuk menu Anda dengan kuantitas, kualitas, dan harga yang rasional adalah tindakan yang mampu menyeimbangkan bisnis kuliner tesebut.

Jika sebagai seorang pebisnis, Anda lalai dalam menjalankan tugas tersebut, maka secara perlahan para pelanggan akan mulai meninggalkan restoran. Bahkan beberapa restoran bisa dituntut karena menyediakan bahan makanan yang dinilai tidak layak.

Salah satu restoran yang berada di Perth, Australia bernama Cafe Marica, disinyalir menggunakan pakan hewan peliharaan untuk menu makanannya. Anda tentu merasa ngeri ketika harus mengonsumsi makanan yang tidak seharusnya dimakan manusia meski hanya mengeluarkan biaya yang murah.

(Baca Juga: SUPER HOT! Tren Nempelin Nanas di Payudara Ramaikan Medsos, Jangan Salah Fokus!)

 (VT)

(Baca Juga: Intip Tato Atlet Voli Kazakhstan Kristina Karapetyan yang Hampir Menutupi Seluruh Tubuhnya)

(Baca Juga: Gadis Jepang Ramai Ikutan Tren Ikat Payudara, Bikin Bentuknya Penuh & Kencang)

Restoran ini menjadi sangat terkenal setelah beberapa makanan hewan terlihat ada di dalam dapur mereka. Marica pun telah dituntut untuk membayar denda sebesar USD14.000 karena menaruh makanan hewan dalam satu tempat dengan makanan manusia.

Melihat pernyataan tersebut, sang pemilik, Kopikaran Krishnasamy membela restorannya atas tuduhan tersebut. Ia mengatakan ada penjelasan yang sangat baik mengapa makanan hewan bisa ada di dapur mereka.

Melansir dari VT, Kamis (6/9/2018), Kopikaran mengatakan bahwa makanan hewan tersebut tidak pernah disajikan kepada orang-orang. Ia kemudian menambahkan dengan menegaskan bahwa daging yang dipertanyakan itu bukanlah makanan hewan peliharaan. Daging tersebut itu hanya diberi label seperti itu, untuk menghindari peraturan makanan yang lebih ketat.

Seorang juru bicara untuk restoran, mengatakan kesalahpahaman ini melibatkan pemasok baru bahan makanan dan koki yang tidak bisa membaca bahasa Inggris. Juru bicara mengatakan bahwa Cafe Marica tidak dapat melakukan usahanya dengan pemasok mereka yang biasa, jadi berdasarkan rekomendasi dari pelanggan, mereka menggunakan pemasok baru, yang memberi mereka bahan makanan berlabel Pet Meat Not for Human Consumption".

Kantong makanan hewan peliharaan itu pun disisihkan, lantas koki yang tidak berbahasa Inggris pun bekerja dengan mengolah bahan makanan tersebut. Sang koki tidak bisa membaca labelnya, dan mulai menyiapkan makanan hewan tersebut layaknya daging untuk manusia.

Saya berpikir bahwa ketika koki dihubungi untuk memberikan komentar atas kejadian ini, dia menjawab "mujhe samajh nahin aata".

Kemudian, keadaan pun berubah menjadi lebih buruk pada saat itu. Inspektur makanan dari kota Gosnells berjalan masuk, dan melihat para karyawan tampak seperti memasak makanan hewan untuk pelanggan mereka. Saat ini mereka masih harus membayar denda, akibat kelalaian yang diperbuatnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini