nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tarian Makan Sirih Sambut Peserta Miss Tourism Worldwide 2018 di Bintan

Annisa Aprilia, Jurnalis · Kamis 06 September 2018 09:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 06 406 1946735 tarian-makan-sirih-sambut-peserta-miss-tourism-worldwide-2018-di-bintan-u11MHo7e6U.jpg Tarian makan sirih sambut peserta Miss Tourism Worldwide 2018 di Bintan (Foto:Aprilia/Okezone)

PELAKSANAAN kegiatan Miss Tourism Worldwide salah satunya digelar di Bintan, Kepulauan Riau. Selama lima hari empat malam di Bintan ada 22 perempuan berpotensi dan cantik mewakili negaranya untuk merebut gelar Miss Tourism Worldwide 2018.

Acara penyambutan dilangsungkan di sebuah resort mewah di tepi pantai yang mengarah langsung ke Laut Cina Selatan. Semua peserta tidak dibalut gaun nan anggun, tapi kecantikannya tidak luntur meski hanya mengenakan kaus dan celana denim bergaya casual.

 Gelang Ini Sudah 20 Tahun Temani Pangeran Harry, Apa Kisah di Baliknya?

Yang paling menarik dalam acara penyambutan adalah penampilan tarian sambutan dari Sanggar Sang Nila Utama. Para penari menampilkan tarian makan sirih yang memiliki filosofi cukup dalam dan telah dilestarikan turun temurun.

 

"Tarian penyambutan ini namanya tari makan sirih. Kenapa sirih? Karena sirih dianggap sebagai lambang kehidupan manusia," jelas Rian, Ketua Sanggar Sang Nila Utama, yang pada malam penyambutan peserta Miss Tourism Worldwide membawakan dua macam tarian tradisional Kepulauan Riau, di Nelayan Restaurant, Bintan Lagoon Resort, Bintan, Kepulauan Riau, Rabu 5 September 2018..

Lebih lanjut, Rian menjelaskan pada Okezone, sirih rasanya tidak hanya satu jenis saja, tapi juga ada manis, masam, dan pahit. Percis seperti kehidupan manusia yang tidak hanya datar saja, tidak melulu bahagia, tapi terkadang juga merasakan kesedihan.

 Masih Jomblo di Usia 36 Tahun, Pramugari Ini Nekat Lelang Keperawanan Rp4,7 Miliar

Sambil menari, para remaja putri yang berjumlah lima orang dalam penampilan malam ini, ada satu orang yang membawa baki berisi sirih. Kemudian setelah menari bersama, sirih pun diberikan pada orang yang disegani, dianggap paling tua, atau yang paling dihormati.

"Pemberian sirih itu dianggap sebagai bentuk penghormatan bagi orang yang disegani dan paling dihormati. Sirihnya mesti dimakan," imbuhnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini